Spot : K.Tungku dan Tj.Tua
Angler : Saya, Hermawan dan Crew Kapal.
Cuaca : Pagi-Siang sedikit mendung, sorenya cerah
Arus : Sepanjang hari timur cukup kencang, hanya siang sedikit berkurang.
Setelah minggu kemarin pergi popping tanpa hasil dikarenakan kondisi air dan adanya acara “lempar botol”

oleh sekelompok orang , maka hari Minggu kemarin saya pergi lagi. Rencana hari Sabtu dirubah ke hari Minggu karena hari Sabtu perahu dipergunakan oleh
Spongebob yang berhasil naikin 1 ekor Jeng Riri dengan jig dan 1 ekor GT dengan popper.
Pagi hari sesampai di K.Tungku, acara popping dimulai dan popper Hermawan disambut miscall oleh GT. Kemudian popper saya di sambut juga namun derit bunyi reel hanya bertahan beberapa detik saja…., hook tidak menancap sempurna.

Setelah itu tidak ada sambaran lagi…….
Pindah ke spot Tj.Tua, melihat air dan arus cukup bagus. Acara popping lagi….

+/- jam 10.00, tepat di depan arus, popper saya disambut GT. Waawawwaa, sambarannya membuat cipratan air yang cukup tinggi…. Sensasi ini memang tiada duanya

Namun proses hookup kembali tidak sempurna dikarenakan saya memainkan popper dengan PE yang membentuk ½ lingkaran di air .
(IMHO terbukti bagus untuk menyisir GT yang ada di pinggir karang)
Selang beberapa lama, giliran popper ABK Bani yang di sambar tapi tidak kena tapi sang GT berbalik badan dan kembali menyambar popper.
“STREEEEEK”, teriak Bani. Tapi dasar si Bani yang biasanya narik tambang jangkar , hookupnya gak kira-kira ditambah dragnya yang hampir mati membuat
“TAASSSSSSSS” . PE-nya putus.
(sedih de lu…. , udah dibilangin dragnya yang sedang-sedang saja
)
Dan sampai jam 11.30 siang , kami belum berhasil menaikan ikan

. Acara istirahat kami batalkan dan digantikan jalan-jalan ke P.Sindu sambil mencari spot popping baru.
IMHO, di P.Sindu ternyata ada spot casting yang sangat bagus, cuma kita harus menyewa perahu “katir” dari Merak dan kita tarik ke sana. Kita bisa casting sampai ke pinggiran dgn perahu katir tsb.
(FF castingers…, kapan-kapan mau coba?)
Waktupun menunjukan pukul 13.00,-
“Om, kalo mau masak pindang, ikannya kita beli saja, kalo mancing dulu takut gak keburu” , kata Supar.
“Boleh”, jawab saya. Dan kamipun mendekati perahu nelayan untuk membeli ikan kuniran/ ekor kuning dan nelayan tsb pun bertanya,
“mancing kok beli ikan???” 
. Kamipun hanya tersenyum saja………






Setelah makan pindang ikan dan cumi umpan

serta istirahat sejenak

, kamipun melanjutkan acara popping lagi dimana jam menunjukan pukul 14.30.
Sambil bercanda , popperpun terus dilempar. Di sebuah pojokan pertemuan arus, akhirnya popper saya pun disambut dan saya sambut kembali dengan hookup. Hihihihihi… mantaaaap. 1 ekor GT 11 kg berhasil dinaikan. Rasanya
LUNAS sudah cape’ saya popping dari tadi pagi.
Dan sekarang giliran teman saya “Hermawan” dan ABK Bani yang panas. Lemparannyapun semakin panas



Akhirnya di suatu tempat belakang arus, dimana air yang flat seperti air seperti diobok-obok seorang balita. Itu adalah seekor GT yang sedang menyambar popper Hermawan. Tarikan GT tsb akhirnya berhenti, PE mulai sedikit demi sedikit kembali masuk ke spool reel. Dan kembali GT tsb berontak dan berhenti kembali. Sampai akhirnya power GT tsb habis, barulah GT tsb menyerah dan berhasil dinaikan. Setelah ditimbang, beratnya 13 kg.
Setelah itu kamipun pindah (kembali) ke K.Tungku untuk popping kembali sekalian mengatur waktu pulang ke dermaga mengingat arus timur yang kencang.
Di K.Tungkupun popper saya disambut namun tidak kena
Sampai di dermaga saya berusaha utk mencari Pa’Ryan (su_sejang”a”yahoo.com) namun sudah pulang tapi saya sempat betemu dan berkenalan dengan Edi-gun rekan FF juga yang mancing dengan perahu Nur.
(Edi, senang berkenalan dgn Anda dan rekan-rekan Anda)
Inilah cerita perjuangan kami seharian hanya untuk mendapatkan GT.
Sekian dan terimakasih.
Nb. Sorry, reportnya panjang. Membaca reportnya Ryditya yang begitu menghibur, saya kepengen belajar juga.