Thread: Mancing Chinu
View Single Post
  #1 (permalink)  
Old 20-07-2007, 07:28
hampala's Avatar
hampala hampala is offline
Soni
Location: Magelang
Hampala Hunter
 
Join Date: Mar 2005
Posts: 4,192
Points: 53,018, Level: 100 Points: 53,018, Level: 100 Points: 53,018, Level: 100
Activity: 8% Activity: 8% Activity: 8%
Send a message via MSN to hampala Send a message via Yahoo to hampala
Default Mancing Chinu

Mancing Chinu

From: sanma silver <silverxxxx@yahoo.com>




Dear Mancingers,

Hari itu, hari minggu, tepatnya tanggal 15 Juli 2007, 1 hari setelah ada angin topan yang melanda daerah-daerah sepanjang pesisir selatan Jepang, termasuk Osaka tempat saya tinggal. Masih sedikit terasa hembusan angin yang sejuk terasa di kulit, meskipun diperkirakan angin topan itu telah sampai di sebelah selatan Tokyo, atau sekitar 500 km sebelah Timur Laut Osaka.

TElepon dari seorang teman maniak mancing, Mr. Yamamoto masuk, ketika saya lagi nganter istri dan anak-anak menonton acara lomba nyanyi bagi para penyanyi amatir lokal yang disiarkan on line di stasiun TV NHK.

"Bowo San, bagaimana kabarnya? Angin topan sudah berlalu, bagaimana kalau hari ini kita ke Kishiwada lagi?" suara Mr. Yamamoto terdengar begitu menggoda saya untuk segera mengangkat tackle box plus joran dan segala peralatannya. Seketika itu juga terjadi tawar menawar dengan istri untuk dapat SIM! Kurang dari 10 menit kemudian, saya telpon Mr. Yamamoto! "Kita berangkat dengan kapal yang jam 15.00".

Pas, jam 14.30, saya sampai ke pangkalan kapal "Yamada". Ternyata di sana sudah berkumpul beberapa teman mancing "Chinu Club" alias klub para pengemar mancing ikan kakap hitam, atau kalau dalam bahasa Jepang disebut dengan CHINU. Terlihat beberapa orang sedang "pamer" joran masing-masing, yang sebagian besar, hampir 90% adalah buatan tangan mereka sendiri. Yup, hari ini ternyata "OTOSHIKOMI CHINU FISHING DAY"

Mancing kakap hitam dengan cara "otoshikomi" adalah mancing kakap dengan cara yang hampir mirip dengan dasaran. Rangkaiannya adalah kenur leader ( bhs Jepang = harisu ) yang dibuat dengan kenur ukuran no 1,5 - 2, yang diberikan tanda dengan warna setiap 10 cm, untuk memudahkan kita melihat gerakan kenur yang tenggelam sedikit demi sedikit. Umpannya adalah kerang hitam, yang bentuknya mirip dengan kerang hijau kalau di Indonesia, agak panjang dan pipih, ukuran sekitar 1-2 cm. Mata kail ukuran 3-5, yang dibagian yang melengkungnya sedikit diberikan timah pemberat, agar gerakan kerang tidak terlalu melayang-layang di air. Reel dan Joran yang khusus untuk maincing Chinu. Yup, persiapan selasai. Langsung berangkat ke lokasi.

Kurang dari 15 menit, sudah sampai di dinding penahan ombak (teibo) bagian terluar, sehingga alun ombak bekas topan itu sangat terasa menggoncang kapal. Deburan ombak yang menghantam teibo pun kadang masih memberikan percikan ke atas teibo, yang sedikit banyak agak membasahi kami juga. Seorang teman dengan sigap mencari kerang dengan alat khusus, yang menyerupai garpu tapi melengkung itu. Dalam sekejap, masing-masing box umpan kami sudah terpenuhi dengan umpan.

Cara memasang umpan, adalah dengan sedikit membuka cangkang kerang dari samping, kan memasukan seluruh bagian mata kail ke dalam cangkang kerang, dan hanya sedikit menyisakan ujung mata kail yang tajam di luar cangkang kerang. Langsung kami berpencar melakukan aktivitas masing-masing, asyik dengan kegiatan masing-masing. Sesekali melihat teman melampaikan tangan, plus mengangkat "sesuatu benda" yang dari kejauhan hanya nampak hitam, yang tentu saja adalah Chinu hasil strike masing-masing.

Namun nampaknya hari itu bukan hari yang cukup baik untuk main-main "otoshikomi" karena ombak dan angin masih cukup keras. Raut muka mereka, terutama yang sedari tadi belum strike, nampak putus asa. Mereka terus ganti ambil joran dan lure tako (gurita) dan mereka memancing tako. Ada juga yang asyik melihat kepiting kecil (seukuran kotak rokok) yang banyak bertelur di sekitar lokasi. Kami ambil beberapa ekor kepiting untuk dibuat sup ala Jepang (Miso Shiru).

Kira-kira jam 7 malam, meskipun masih terang, kapal datang menjemput. Kami pulang, dengan segala cerita masing-masing, plus merencanakan acara macnign selanjutnya, yang mungkin minggu depan atau minggu depannya lagi.....

Terlampir photo Chinu dan Tako hasil pancingan, dan juga lokasi mancing waktu itu. Maaf kalau ukurannya terlalu kecil dan kurang bagus, karena fotonya cuma pakai HP.
Attached Images
File Type: jpg DVC00011.JPG (23.5 KB, 59 views)
Highslide JS
File Type: jpg DVC00012.JPG (20.5 KB, 44 views)
Highslide JS
File Type: jpg DVC00013.JPG (17.9 KB, 29 views)
Highslide JS
File Type: jpg DVC00014.JPG (17.1 KB, 18 views)
Highslide JS
File Type: jpg DVC00016.JPG (21.1 KB, 49 views)
Highslide JS
__________________
Soni
dian_wiryatmo@yahoo.co.id
08562910578
ym id : super_hampala

When there is water.... there will be fish....


Reply With Quote