Quote:
Originally Posted by bonito
Pak, kapal kayu di Muara Baru juga mempergunakan bagian palka utk tempat udang putih.
Biasanya terdiri dari 4 sekat, yaitu 2 ruas yg disekat menjadi 2 bagian.
Antara sekat dibuat lubang spy air laut bisa mengalir.
Utk mengalirkan air laut, tdk mempergunakan pompa tetapi secara alamiah dgn mempergunakan tekanan air laut ketika kapal berjalan.
Jadi dibagian sekat paling depan dibuat lubang tembus ke dasar palka dgn ukuran kira2x 1/2 inchi, begitu juga di sekat yg paling belakang.
Lubang ini lalu di pasang porongan selang (selang air) ukr. 1/2 inchi yg dipotong miring.
Utk bagian sekat yg di depan, potongan selang mengahadap ke depan sedangkan utk sekat di belakang potongan selang menghadap belakang.
Jadi krn tekanan air laut ketika kapal bergerak, air laut akan masuk ke dlm sekat melalui selang yg ada di sekat depan.
Dan air laut akan keluar melalui selang yg ada di sekat belakang. Sehingga tercipta aliran sirkulasi air laut.
Apabila tidak dipakai, maka lubang yg ada ditutup menggunakan pasak kayu.
Sebaiknya selang utk sirkulasi air baru dipasang ketika kapal sudah agak jauh dari pantai, spy air laut yg masuk benar-benar bersih.
|
ada pak, mengenai lubangnya ditutup saya baru tau, entar saya cek lagi kapal saya... sayangnya saya pakai mesin jenis dong feng juga pasang di perut kapal, jadi terkadang disitu panas and bau sollar
saya pakai sekat paling belakang untuk udang hidup