View Single Post
  #1 (permalink)  
Old 04-06-2007, 10:04
rabbit's Avatar
rabbit rabbit is offline
Budiman
Location: Jakarta, Banda Aceh.
RAFAC member
 
Join Date: Sep 2006
Posts: 595
Points: 5,081, Level: 30 Points: 5,081, Level: 30 Points: 5,081, Level: 30
Activity: 12% Activity: 12% Activity: 12%
Default Daiwa Mate, sang Legendaris

Seperti yang kita ketahui, DAIWA MATE adalah salah satu dari joran Tegeg yang cukup terkenal, bahkan sampai sekarang masih diburu oleh kolektor dengan harga sampai 3 juta, gile cing!!! Bahan dasar joran ini adalah tubular glass construction (fiberglass), tegeg ini diproduksi antara tahun 78 s/d 80 an. Pernah beberapa rekan saya tanyain, “Kenapa ente cari Daiwa padahal udah punya Sunlith horse, Metanium dan lain-lain. Dia bilang “ Belum pemancing baronang namanya bila belum punya Daiwa”.
Beruntung saya masih mengoleksi Daiwa Merah (ruas panjang, sebelum daiwa Mate) dan Daiwa ruas pendek, daiwa komputer istilahnya, karena tulisannya seperti ikon komputer (lihat gambar). Yang paling dicari tentunya Daiwa Merah dan Daiwa Mate yang dari bahan fiber merah. Daiwa Mate sendiri mengeluarkan 2 type yaitu ruas panjang dan ruas pendek. Sementara untuk type ruas panjang ada 3 jenis yaitu dari bahan fiber merah, hitam dan abu abu.
Pengalaman saya sewaktu memakai Daiwa Mate ruas panjang (yang terdiri dari fiber warna merah, warna hitam dan abu2) mempunyai sifat alot dan kelenturan yang amat tinggi. Ikan terberat yang saya pancing adalah baronang Tompel 12 jari (± 1,5 kg) pada tahun 1994 di batu Bolong (Dulu Pelabuhan peti kemas Indah Kiat yang di Merak sebelum diurug ). Beberapa pengalaman dari tetua pemancing mereka pernah menaikin grander di Anyer, Binuangen, Ujung Genteng dan Pameungpeuk dengan ukuran diatas 1 kilo. Bahkan rekan saya Neng, pernah menaikkan ikan Napoleon (Wrasess Sp) di Ujung genteng dengan ukuran nyaris 4 kilo dengan joran daiwa Mate warna abu-abu 5,4 m, sewaktu ditimbang di TPI Ujung Genteng pada tahun 90 an. Suatu ukuran yang sulit kita bayangkan jika dinaikkan dengan joran tegeg.
Salah satu keistimewaan daiwa Mate adalah ruas kedua mempunyai sifat fast taper karena pada ruas kedua, bagian bawah ruasnya mempunyai diameter 16 mm dan pada ujungnya mempunyai diameter 6 mm sehingga mempunyai effect kaku sewaktu digentak dan sewaktu strike. Yang tidak bisa ditiru oleh tegeg sekelasnya seperi Nissin, Olympic, golden Fish dan Haas.
Sekarang joran ini sudah tentu tidak bisa diandalkan untuk menaikkan baronang2 besar lagi, disamping material utamanya sudah tua material epoxy dan resinnya juga sudah fatigue. Sehingga hanya cocok untuk dipajang didinding.
Attached Images
File Type: jpg Resize of IMG_0047.JPG (40.7 KB, 64 views)
Highslide JS
File Type: jpg Resize of IMG_0048.JPG (49.1 KB, 44 views)
Highslide JS
File Type: jpg Resize of IMG_0052.JPG (45.8 KB, 70 views)
Highslide JS
File Type: jpg Resize of IMG_0053.JPG (64.8 KB, 57 views)
Highslide JS
__________________
Budi
Reply With Quote