Quote:
Originally Posted by fishy
Thanks buat semua infonya bros.
Dari foto, kelihatannya atap kabinnya sangat rendah. Apakah dari dek belakang jika mau masuk kabin harus turun? Apakah kita bisa msuk kabin? Dimana letak mesinnya?
|
Saya juga pernah ikut Omar ke Sanghiyang melalui Paku pakai kapal Rusdi. KAlau kondisi kapal, mesin dan ABK semua OK hanya beberapa hal yang telah disebutkan tadi dapat menyebabkan kurang nyaman. Kalau saya rangkumkan kira kira begini:
1. Sukar sekali berpindah tempat (walaupun cuma untuk gerak badan) dari belakang ke depan. Kita harus naik dulu ke dek (yang bisa diduduki beberapa 2 -3 orang plus barang barang). KAlau jalan pinggir benar benar berakrobat. Jadi begitu kita duduk dibelakang ya dibelakang terus!
2. Kami waktu itu bawa makanan siap makan saja.Ada yang bawa nasi bungkus sedang saya hanya bawa apel dan snack diet plus kopi 1 termos!
3. Seperti kapal/perahu lain yang sekelas kapal ini tidak punya WC/Toilet. Kalau cuma mau pipis sih gampang (walaupun repot juga kalau ombak besar) tapi kalau mau berki impossible (Oh ya, di diermaga Paku, walaupun nyaman/bersih tidak ada fasilitas WC Umum apalagi untuk mandi!).
Kesimpulan, perahu sekelas ini cukup nyaman kalau penumpangnya maksmum 4 orang (2 dibelakang, 2 didek/di depan).
Info tambahan. Biaya parkir mobil Rp.25.000,- plus banyak anak anak remaja yang "paksa rela" membantu angkat barang ke mobil (dengan biaya tentunya). Kalau anda menggunakan jasa mereka harus diamati dengan cermat!