Quote:
Originally Posted by The Old Man and the Sea
Atas permintaan beberapa teman maka saya mencoba membuat report pendek ini. Saya berangkat bersama Pak Susilo (HarjonoS) dari Jakarta (Slipi) jam 4.45 pagi setelah malamnya kami mengadakan pertemuan dengan 10 teman FF lain membicarakan rencana Fishy Gathering. Tujuan kami hanya 1 yaitu mau belajar popping dari si Bani anak muda ABK kapal Bintang Utara, milik teman kita Yantosu. HArap diketahui bahwa kami berdua ini sama sekali belum pernah mancing dengan teknik yang disebut Popping itu!
Kami tiba di Merak jam 6.00 pagi tepat berkat cara pengemudian Pak Susilo yang lulusan arena balap Formula 3 Del Monte. Kami sempat berputar putar mencari dermaga kapal tempat kapal bersandar. Setelah kira kira 15 menit akhir ketemu juga dan disana Supar sang kapten (yang siap terus dengan HP nya) dan Bani sudah stand bye dan langsung memindahkan barang barang ke kapal. Kami take off kira kira jam 06.30 langsung menuju Sanghyang. Di Sanghyang kami mulai latihan popping dibimbing oleh Bani. Tapi yang lebih banyak melakukan sebenarnya Bani dan saya lebih banyak sebagai penonton. Setelah 1 jam Supar memutuskan untuk pindah langsung ke Karang Tungku 3 untuk popping disana.
Di karang Tungku 3 saya sempat praktek melontarkan popper kira kira 30 menit. Langsung bekeringat dan ketiak mulai pegel. Beberapa lontaran mulai bisa lurus ke sasaran dan merasa asyik sekali. Tentu saja sambil berharap harap ada GT yang nyamber! Pak Susilo (HarjonoS) bisa terus melontar hampir 1 jam lamanya (maklum dia lebih muda) sampai akhirnya menyerah juga. Akhirnya kita biarnkan si Bani mendemonstrasikan keahlian melontarnya yang sekali dua kali membenturkan chugger ke batu karang! Dahsyat sekali tenaga pemuda yang porsi nasi yang dimakannya setara kira kira dengan 4 piring nasi di rumah makan Padang!
Sampai jam 12 popping kami ternyata tidak menghasilkan strike satupun akhirnya kami memutuskan untuk mulai mancing dasar. Dalam 30 menit pertama naik Salem cukup besar dan tongkol hasil ngoncer. Akhirnya separuh tongkol dimasak oleh Supar menjadi Sup Asam yang disebut pindang kuah. Kami sangat terhibur oleh pindang kuah tongkol yang nikmat dan menyegarkan hasil masakan kapten Supar yang dikenal piawai itu. Akhirnya kami mancing dasar terus sampai jam 17 dan akhirnya setelah mencoba lagi popping di Batu Mandi Snaghyang selama kira kira 30 menit kami memutuskan pulang membawa 4 salem ukuran 1 sampai 3 kg, 1 ekor kerapu lodi, botana, dan surprise... baronang jalu! Laut sangat bersahabat, tenang seperti lapangan golf tapi arus di Tungku 3 dan Sanghyang sangat deras dan berubah terus arahnya. Sayangnya.... sampah itu hampir menyamai Teluk Jakarta!
Jam 19.45 kami take off ke JAkarta tapi PAk Susilo merasa lapar dan ingin makan ikan bakar maka akhirnya kami putuskan belok dulu ke kota Serang untuk makan di RM Makassar. KAmi memang makan ikan kuwe bakar, kangkung ca dan percaya atau tiak, .... sup ikan asam lagi! Tiba di Jakarta jam 10.30 malam. Hasil mancing memang tidak seberapa tapai kami berdua merasa happy dan senang hati! Terima kasih Bung Yantosu!
|
Kayaknya kita sempat ngobrol deh di dermaga, waktu itu bapak pas naik ke dermaga dari perahu bintang utara bersama 1 orang rekan lagi..???, Kenalkan saya als pak...yg kemudian saya tanya hasil dan melihat cool box bapak....
selamat pak...pengalaman lebih penting dari hasil tangkapan karena akan menjadi bekal kelak kedepannya .....
Sayapun hasilnya boncos pak....cuma 1 kue lilin 4 kg dan tongkol 3 ekor 3 kg serta ekor kuning.....