Quote:
Originally Posted by babybaracuda
Kayanya anda mendapat salah informasi. TIdak ada desain hull yang meng klasifikasikan kecepatan.
Hull bisa di buat dari 3 macam bahan, (yang saya tau selama ini ya), fibreglass (grp), wood dan alumunium. Ada bahan lain cuma masih kurang populer yaitu polymer atau plastic. Disin brand yang make plastic itu polycraft.
Hanya fibreglass yang bisa dibentuk dan dari sana bisa diatur derajat dead rise nya.
Alumunium bisa dibentuk tapi boat alumunium dengan derajat dead rise more than 15 drajat akan sangat tidak stabil, jadi semua plate boat yang ada di market saat ini hanya mempunyai 10-15 derajat dead rise.
Untuk wooden boat, saya kurang tau banyak tapi harusnya lebih stabil dari alumunium. Dan biasanya saya liat di indonesia pada umumnya desain kapal kayu mempunyai dead rise sangat rendah. Tapi karena beratnya, kapal kayu sangat soft ride dan karena daya apungnya yang tinggi, (mungkin ya, ini dari pengamatan saya, sorry kalo salah), tidak memerlukan big HP rating. Saya surprise dengan kapal pak sarim 11 meter x 2.5 meter hanya memerlukan 2 x 40 hp 2 stroke dan comfortable cruising speed di capai pada 25 knott. Sangat cepat untuk plain dan very comfortable.
|
Saya setuju dengan babybarracuda dengan komentarnya "TIdak ada desain hull yang meng klasifikasikan kecepatan", walaupun hanya sampai batas tertentu. Karena desain "displacement hull" (hull dari kebanyakan sailboats, commercial fishing boat & liners) mempunyai yg disebut "critical speed". Critical speed ini boleh dikatakan semacam kecepatan maximum (Vcritical= 1.34xsquare root of the waterline length) dari jenis hull ini. Namun tetap saja boat dg displacement hull ini bisa dipaksa melebihi kecepatan "critical" tsb, walaupun membutuhkan power yg luar biasa besar!
Lalu saya mau tanya kpd anda kenapa boat berbahan alumunium dg dead rise diatas 15derajat menjadi tidak stabil? Dan apa anda betul2 yakin tidak ada alumunium boat dg deep-vee? Kalau disebut "Deadrise: variable 28/14 degrees" apakah juga termasuk deep-vee?
Terakhir adalah mengenai kapal kayu "Sangat cepat untuk plain". Setahu saya hampir semua kapal2 kayu, paling tidak disini, adalah berjenis "displacement hull" atau paling banter "semi-displacement hull". Jadi boat2 ini non planing atau paling bisa "partial plane" dan utk ini memakan waktu yg cukup lama. Jadi kapal kayu disini "never on top of the water" spt pada planing hull.