View Single Post
  #2 (permalink)  
Old 21-03-2007, 18:34
babybaracuda babybaracuda is offline
Location: Melbourne,
ProbationFishy
 
Join Date: Oct 2004
Posts: 661
Points: 8,822, Level: 40 Points: 8,822, Level: 40 Points: 8,822, Level: 40
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
Send a message via MSN to babybaracuda
Default

ada 2 frequency yang dipake di depth sounder, 200 khz dan 60 atau 50 khz, humminbird malah memperkenalkan 4 beam sounder cuma saya kira sih ga kepake. Yang umum itu dual freq.

Bayangkan 2 kerucut (cone atau ice cream cone) yang satu gendut pendek yang satu tinggi langsing. Nah begitulah bentuk coverage sounder. 200 khz yang langsing, 50-60 khz yang gendut. 50 khz bisa mengcover area lebih luas tapi ga dalam kalo 200 khz lebih kecil areanya cuma lebih dalam jangkauannya.

fishfinder yang active akan menembakan pulse ke dasar laut yang mana akan di pantulkan kembali dan hasil pantulan itulah yang ditampilkan di layar FF anda.

Pantulan pulse itu akan memberikan gambar seperti apa bentuk dasar laut itu dan kedalamannya akan diukur berupa meter atau feet (1 feet 30 cm)

Fungsi:

Biasanya 50 khz lebih peka di shallow water (sampe 300 meter kalo ga salah, koreksi kalo salah) dan karena jangkauannya yang luas lebih sering dipake karena bisa deteksi bait fish, pelagic etc. 200 khz sebenarnya jarang dipake kecuali di laut dalam (500 mtr+) dan lebih peka biasanya untuk deteksi dasar laut. Saya biasanya kalo nyari snapper hole pake 200 hz karena contour dasar laut lebih jelas. Juga buat nyari ikan yang di dasaran. Karena pengalaman yang minim di perairan indonesia saya ga bisa kasih contoh banyak mungkin yang lebih pengalaman melototin fish finder di laut jawa lebih bisa ngasih input.

Edit: nah tuh dah di balik/ betulin, sorry waktu itu lagi day dreaming, kebalik antara 200 dan 50khz, sorry sekali lagi bukan bermaksud menulis mis leading info.
__________________
Mancing yang penting relax, dapet gak dapet belakangan

Last edited by babybaracuda; 04-04-2007 at 21:08.