Sebelum menjabarkan teknik casting yang diterapkan, saya ingin mengucapkan terima kasih terlebih dahulu buat Bro Melvin yang telah mengijinkan kita bercasting ria pada kolam GT-nya ... dan mengijinkan kita membawa pulang spesimen yang ditangkap untuk dipelihara.

Arsenal yang kami gunakan masih sama dengan yang pernah kami gunakan di FV dan lure yang mencetak rekor juga masih tetap dipegang oleh lure kumbang akan tetapi teknik retrieve-nya sangat berbeda dengan yang dilakukan di FV.
Kali ini, saya meretrieve lure dengan kecepatan yang lebih tinggi dan sentakan yang lebih kuat. Karena setelah saya perhatikan, lure yang kami gunakan baru mengeluarkan gerakan indah merangsang bila di-retrieve dengan cepat dan dihentak2 dengan agak kasar. Berkali-kali terasa lure tersebut mendapat serangan pada setiap lemparannya walaupun hook up terjadi dengan frekuensi yang lebih kecil ... lebih kecil lagi hook up yang sempurna


(kurang pengalaman kali ya ...).
Lure berikutnya yang saya gunakan adalah model top surface plug dengan action yang geal geol kiri kana berwarna merah putih. Actionnya semakin menjadi-jadi bila diretrieve dengan cepat dan hentakan yang lebih kasar lagi. Seekor ikan mas hampir saja menjadi korban dari gerakan2 erotis yang ditimbulkan oleh lure ini ... mocel setelah kurang lebih 2 meter dari posisi casting. Kalau saja ikan ini berhasil naik ... akan semakin iri, rekan2 FF yang ada saat itu dan ... mungkin merupakan yang pertama kali ikan mas mau melahap lure model top plug yang diretrieve dengan kencang cenderung kasar.
Terlampir gambar dari lure yang digunakan: 1) Lure Kumbang 2) Top water plug.
Awalnya sih mau mencoba lure tersohornya Maglure, akan tetapi karena tim ekspedisi yang dodol, maka lure tersebut baru saya terima sore harinya. Besok akan saya coba di lokasi sirkuit ke dua kita (ga jadi ke The Mangrove ... takut jalan tol masih banjir).