Quote:
Originally Posted by monyet
wah.... itu bisa jadi masalah besar juga dong. jadi bingunng nih>> Chris
Wokeh bro, ini pendapat saya ; loe gak usah bingung, pake ajah 40pk 1 biji dan cadangan 10 pk (digantung - celup kalo mesin utama mogok - supaya gak membebani)
Pertimbangan
- kapal relatif kecil (7 x 2m)
- struktur ; kayu - so gak begitu butuh speed yg ekstrim. Dengan kondisi segini, kayaknya 12 knot mah bisa lewat (am I right Pak John?? Adri??)
- ekonomis dan bandel (Yamaha 40 pk terkenal alot)
- gak butuh perawatan yg terlalu rumit
- gak butuh aki : 40 pk mah masih 'cap betot'
- onderdil murah dan banyak
Tapi ini cuma pendapat sayah sebagai orang awam ajah.
|
Ferry / Chris ,
Saya pernah pake Yamaha 40 ( 2 stroke ) dgn Boston Whaler Montouk 17 , hasilnya agak under powered tuh kalau sudah di isi 4 orang + peralatan mancing + 80 liter fuel , setelah ganti pakai Mercury 70 ( 2 stroke ) baru meluncur dgn baik .
Tergantung dari type hull , kalau rencana nya menggunakan kayu lapis fibreglass pasti hull nya berat tetapi kalau bentuk hull nya type flat , mungkin sih 12 knot bisa tapi tidak akan lebih n mesin cenderung overloaded = fuel consumption nya tinggi . Waktu beli mesin harus cermat pilih diameter x pitch yang tepat , kalau tidak bisa under perform mesin nya .
Kenapa tidak langsung pakai fiberglass saja yah atau kalau mau lebih enteng lagi , pakai aluminium hull ?
Jon .