Ikutan sharing...
Khusus untuk Air Asia jurusan International, ada 'handling fee' sebesar RM30,-/rod tube (tabung/bazuka). Minimal ini berlaku untuk bandara Senai (Johor Baru) dan Miri airport (rasanya KL - LCCT kena juga deh...). Waktu saya tanya kenapa kok saya dari bandara Juanda (Surabaya) tidak membayar apapun ? Argumentasi mereka, "Ini sudah ketentuan baku dan sudah berlaku agak lama..." wah, jadi gak bisa berkelit lagi !
Saran saya, kalau rombongan ramai2 dan bawa lebih dari satu tabung yg tidak terlalu besar (Big Bazuka), tabung2 tsb. bisa digabung. Misalnya 2 tabung ukuran sedang/kecil di 'lak-ban' (masking tape) menjadi satu tabung.
'Kan lumayan bisa menghemat 'handling fee' RM30/tabung X setiap check-in. Kalau dari Surabaya tujuan Miri, kita mesti transit Johor Baru (atau KL). Berarti kalau hemat satu tabung bisa hemat RM30 x 4 (pulang pergi) = RM120,-.....lumayan !
Info tambahan, kalau bagasi kita 'over limit', pastikan bahwa berat total bagasi tsb. tidak termasuk tabung joran yg sudah kena 'handling fee' RM30,-/tabung.
Apabila petugas tetap pada argumentasi-nya, katakan terus untuk apa kita bayar 'handling fee' RM30,-/tabung ???



Memang kita harus bersikeras sedikit dan biasanya mereka akan 'konsultasi' dengan supervisor-nya dan selama ini okay2 saja....(berat tabung beserta isinya tidak diperhitungan dalam 'bagage limit').
Info terakhir, khusus untuk Senai airport, pemeriksaan (scanning) sebelum masuk ke ruang tunggu boarding sangat ketat. Reel2 yg biasa dimasukkan dalam ransel/tas punggung tidak boleh dibawa masuk dalam cabin !
Dan kita juga tidak bisa meminta kopor yg sudah terlanjur kita 'check-in'-kan diambil lagi untuk menaruh reel2 tsb. Jadi agar waspada juga untuk skenario ini. Mungkin sedia kunci kecil (gembok) di tas punggung yg kita bawa, agar dengan mudah langsung dapat di 'check-in'-kan (masuk bagasi)...