Pak kino ,
Anda seharusnya ngerti saat ini ikan hampalanya di daerah tersebut lagi fit setelah musim hujan yang disertai dgn banjir nya sungai itu , bayangkan harus melawan arus tiap hari ketika memburu mangsa dan kemungkinan waktu menyambar umpan anda , hampala tersebut juga menggunakan arus untuk melarikan diri jadi anda tuh melawan daya renangnya ikan + arus sungai juga .
Pertama kali saya ke S.Atap juga kami mengalami yang hampir sama , dihari pertama krn drag nya kurang tinggi set nya , banyak minta pertolongan " berang berang " untuk memdapatkan kembali lure yang nyangkut dan terkadang masih ada ikan nya . Di hari kedua semua drag di set habis tetapi terkadang masih juga benang ter ulur tanpa bisa di stop , jalan terakhir adalah menggunakan jempol untuk menambah drag !
Selamat dech dgn trip anda , kami di JKT masih belum tau nih kapan bisa kembali ke Berau tetapi begitu ada kesempatan pasti akan meluncur lagi , harap saja sudah ada lokasi lain dgn ikan species yg lain sebagai T.O. ( Target Operasi ) dan tentunya hampala yang besar selalu jadi idaman .
Dgn sudah 2 kali ke S.Atap , kamipun sudah sedia dgn casting rod yang bisa digunakan dgn benang yang breaking strain nya lebih tinggi , waktu di S.Atap 1 kebanyakan kami semua menggunakan PE2 tetapi sekarang mau menggunakan PE3 .
Jon .
__________________
It's not what you don't know that gets you into troubles , it's what you know for sure that ain't so . Mark Twain .
|