Mancing Ikan Sepat Siam di pinggir jalan kota
Tanggal : 21 April 2008
Lokasi Mancing : Tenggarong (Samping Jln. gunung belah)
Nama Anglers : Pak Yong, Yudi, Andi Boy, Ucin Kumis, Innal, Nata De Coco, Usup Si Bolang, hendra Yes, Iwan, Rudi Ole.
Cuaca : Cerah
Ikan yg di dapat : Ikan Sepat, Puyu, haruan
Ukuran yg terbesar :
Teknik Memancing : Dasaran
Umpan yg digunakan : Ulat bumbum, kulit ayam dan cacing
Pada hari senin, tanggal 21 april 2008 kami memutuskan akan memancing ikan sepat di samping jalanan, tepatnya dijalan gunung belah yang berjarak sekitar 1 kilometer dari sekretariat tim kami (Youngs Fisher Adventure’s Team). Hal ini setelah kami mendapat informasi dari salah satu rekan (rudi ole) yang beralamat disana yang mengatakan bahwa di sana (samping jalan gunung belah) para pemancing setempat lagi rame ramenya mancing ikan sepat yang berukuran 2 sampai 3 jari. Jumlah yang didapatpun lumayan, seorang pemancing bisa bisa mendapatkan 1 sampai 2 kg.
Memancing ikan sepat cukup merepotkan, hal ini dikarenakan ikan sepat mempunyai mulut yang cukup kecil dan harus menggunkan mata kail yang kecil (malah terkecil dari size yang ada), umpan juga harus menyesuaikan mata kail (kalo terlalu besar atau umpan menjulur, ikan sepat susah dipancing karena umpan tersebut hanya di emut emut tidak sampai memakan secara utuh), menggunakan pelampung yang ringan (supaya pada saat ikan sepat memakan umpan bisa diketahui dari gerakan pelampung), jarak antara pelampung dan mata kail harus disesuaikan dengan kedalaman air (kebanyakan pemancing memberi jarak sekitar 1 sampai 2 kilan orang dewasa (22 s/d 44 cm), dan yang terakhir adalah cara mendapatkan ikan. Karena perlu beberapa kali menggangkat joran sampai ikan berhasil dipancing, terlalu lambat atau cepat malah akan menghilangkan kesempatan strike. Para pemancing tempatan biasa menggunakan reel jenis pole, yang biasa dipakai untuk memancing ikan puyu atau haruan/gabus dengan panjang minimal 2 setengah meter. Dan ada juga yang menggunakan joran jenis antena/susut/teleskopik serta reel yang ringan.
Singkat cerita, sebelum memancing kami melemparkan kerupuk bandung sebagai bom, supaya ikan sepat berkumpul dan setelah itu baru menurunkan umpan didekat kerupuk yang mengambang tersebut. Setelah itu, tinggal teknik masing masing dalam mencoba mendapatkan strike. Kebanyakan pemancing tempatan hanya mengangkat joran dengan lembut/biasa setelah melihat pelampung bergerak gerak, dan ….. sukses. Sedangkan kami pada awalnya cukup kesulitan (apa lagi saya, malah sampai sekarang) namun lama kelamaan sudah mulai terbiasa, namun masih kalah dengan pemancing tempatan, kalo mereka bisa dapat 1 ampe 2 kilo perharinya, kita kita mah nggak nyampe).
Malah rekan rekan mengadakan lomba antar sesama rekan yaitu siapa yang paling banyak dapat strike, karena dalam kurun waktu 10 detik kita bisa melihat pelampung selalu bergerak gerak, dan tinggal tahap finishingnya aja. Walhasil diantara rekan rekan andi boy dan pak yong yang selalu silih berganti strike ikan sepat. Yang lain? perlu puluhan kali mengangkat joran baru mendapatkan strike. He he he….!
Namun hal ini merupakan tantangan sendiri bagi kami yang baru pertama kalinya memancing ikan sepat, karena orang orang banyak yang tidak percaya kalo ikan sepat bisa dipancing. Nah, kita pengen buktikan bahwa ikan sepat bisa dipancing. Lagipula untuk sementara ini kami yang biasa memancing di sungai mahakam dengan target ikan yang berbobot seperti ikan patin (jumbo, kuning, pulutan) dan ikan yang lazimnya ditemui di sungai, belum bisa beraksi. Karena sungai mahakam saat ini sedang pasang, jadi ikan ikan pada malas makan umpan, kecuali kalo sungai mahakam sedang surut baru kami bisa beraksi kembali. Kalo pasang, ikan yang berukuran besar susah untuk bisa didapatkan / dipancing, malah bisa dibilang mustahil, tinggal faktor keberuntungan aja lagi (seperti yang dialami 2 rekan dari klub pemancing yang berbeda di tenggarong, yang berhasil mendapatkan ikan patin kuning berukuran 24 kg (bang koko) dan 26 kg (bang tomo) didaerah Muara Wis, padahal air sungai sedang pasang. *Insya Allah fotonya akan saya add jika yang bersangkutan sudah mengirimkan fotonya untuk dimasukan ke buletin kami di edisi bulan mei).
Tanpa terasa hari sudah menjelang maghrib, dan rekan rekanpun mulai mengamankan set pancing masing masing dengan mimik muka yang berlainan. Yang dapat banyak, tersenyum. Yang dapat dikit, cuman garuk garuk kepala. Yang gak dapat sama sekali, pulang tanpa permisi lagi. Ha ha ha…!!!
Dari hasil lomba kecil kecilan tadi, yang dapat banyak : Pak yong, Iwan, Yudi, Rudi Ole dan andi boy, yang dapat dikit : Saya, usup, dan nata, yang tidak dapat sama sekali : hendra Yes dan Ucin kumis.
Sekian………
__________________
STOP RACUN & SETRUM
yfatkukar.blogspot.com
|