View Single Post
  #9 (permalink)  
Old 08-02-2005, 15:42
Johan Johan is offline
Johan
Location: Jakarta
RAFAC member
 
Join Date: Jan 2005
Posts: 1,538
Points: 15,054, Level: 53 Points: 15,054, Level: 53 Points: 15,054, Level: 53
Activity: 15% Activity: 15% Activity: 15%
Default

Yongki,

Dulu saya juga penggemar trolling di P.Ratu.
Terakhir saya trolling disana, ada 5 kapal yg sedang trolling tuna menggunakan rapala. Dan ada 1 kapal yg disewa oleh org Jepang yg menggunakan tehnik yg saat ini kita kenal dengan nama popping.
5 kapal yg trolling hanya bisa menonton 1 kapal si Jepang ini yg terus menerus menarik ikan. Lalu saya cerita pada John (sportsfisherman). Minggu berikutnya, John membawa peralatan popping, dan kita turun lagi di PRatu. Pada awalnya, dalam hati saya dan kapten kapal sewaan sangat tidak sejalan dengan John yg maunya popping terus. Kita kira g akan berhasil. Sampai akhirnya kita masing2 menaikkan YFT dengan cara itu.
Sejak itu, trolling reel n rod n rapala tidak pernah saya pergunakan lagi.
(Hanya digunakan kalau saya mau trolling billfish).

Pada saat kita mendapatkan ikan, Popping lebih asik daripada trolling. Karena:

1. Kita bisa melihat umpan popper pada saat disambar ikan. Beda dengan troling yg hanya bisa kita dengar bunyinya saat sambaran..
2. Saat kita trolling dan strike tuna, kapal langsung tancap gas 100-200meter agar bisa hook up. Disini tenaga ikan yg masih sangat kuat karena baru fight, banyak terkuras karena ditarik oleh kapal. Kalau pakai cara popping, kita bisa merasakan tenaga ikan yg masih kuat itu dari awal sampai akhir.
3. Sampai saat ini, masih jauh lebih effektif dibanding trolling dan ini sudah saya buktikan sendiri.

Cobain deh, pasti ketagihan! dijamin alat2 trolling akan di lemarikan.

Karang hantu sudah tidak ada kuwenya lagi. Kita sudah coba beberapa kali tapi ga pernah ada sambaran. Sudah banyak nelayan yg menjaring disana.

Johan
Reply With Quote