Aku pendatang baru. Berbagi pengalaman soal mancing trolling. Sebelumnya belum pernah, jarang sekali mancing ke laut. Problem utama mudah mabuk laut. Namun setelah ketemu obat mabuk yang tokcer, baru berani menghadapi ombak.
Nah, ceritanya pertengahan tahun lalu aku diajak mancing teman di Ujung Pandaran, Kab. Kotawaringin Timur, hampir 300 Km dr Palangkaraya. Ketika itu aku pakai rapala medium hasil pinjaman dari teman dan kenur ukuran 1.500 warna putih-sebesar batang korek api-yang biasa dipakai nelayan setempat dgn gulungan kenur dari plastik.
Lokasi mancing tidak jauh dari pantai, sekitar 300-500 meter. Sekitar 20 menit sejak umpan diterjunkan keair. Tahu-tahu sebuah hentakan kuat yang tak tertahankan oleh kedua belah tanganku. Mungkin melihat aku kebingungan, pengemudi motor yang nelayan setempat, ikut menarik kenur. Namun kenur bergeming. Tetap mengulur dengan cepatnya dan dilepas lagi. Kendali kenur kembali ketanganku.
Saat itulah sebuah hentakan kuat menarik kenur dengan cepat, tak ayal jari manis kiri dan jari telunjuk kanan luka bagai teriris sembilu. Luka dan pedih, bahkan kaos tanganku sobek.
Tetap saja aku berusaha menahan lajunya kenur. Selang beberapa detik kemudian, kenur mengendor. Ikan lepas. Aku tak tahu ikan apa yang memakan rapala itu. yang jelas hook nya agak bengkok.
Ah..belum beruntung.


Aku coba lagi. Beberapa menit kemudian terjadi strike. tak terasa aku berteriak "dapat...dapat..banting setir perahu ke kiri"teriakku pada pemudi perahu ukuran lebar 1,5m dan panjang 8 m. Akupun menghajar ikan walaupun tak sekeras tarikan ikan yang baru lepas tadi.
Akhirnya, seekor Toman Laut, sebutan warga nelayan setempat, seberat diatas 10 kg-soalnya ndak ada timbangan-terangkat.


Pemula pemancing trolling diberi rejeki ikan seberat 10 kg. Inilah yang kemudian menjadi candu bikin aku ketagihan mancing trolling.
Begitu sedikit pengalaman sebagai pemula mancing trolling. Sekalian cerita ini buat menyegarkan perbincangan soal trolling.
Sekaligus minta saran rekan-rekan lainnya soal mancing tehnik ini.
Salam kenal
Bambang KW, Sampit, Kalteng