@ Pak Yanto Irwanto: GT terbesar yang 38 kg gak direlease karena pemancingnya gak mau ngerelease. Tapi kalau GT kecil-kecil dan juga GT 30 kg yang dipancing oleh kakak beradik Pak Wahyu dan Rudy FULL RELEASE. Kalaupun ada yang diangkat itu karena abk dan warga kampung minta dengan sangat ikan-ikan (mereka jarang makan ikan karena gak kuat beli bbm untuk melaut) itu...
Khusus untuk ekpedisi yang ke Halmahera Timur banyak yang direlease daripada yang diangkat Pak... Dan setiap GT atau tenggiri ataupun barakuda yang diangkat semata-mata karena permintaan warga Sosolat yang jarang makan ikan karena tidak mampu melaut. Siapa yang kuat beli minyak tanah untuk melaut yang bisa Rp 10.000 per liternya? Ikan yang berhasil dipancing di Halmahera Timur dibagi keseluruh warga kampung seperti suasana Idul Adha kalau di Jawa.... Mereka jarang makan ikan karena tidak mampu beli minyak untuk melaut... Sungguh mengarukan melihat bagaimana ikan-ikan itu didistribusikan secara gratis ke keluarga-keluarga di kampung itu...
Terus terang ini adalah pencerahan baru bagi saya, bahwa CNR ikan yang didapatkan oleh pemancing di daerah terpencil yang mana bbm sangat langka dan mahal terkadang menjadi dilema yang tidak mudah...
__________________
http://www.michaelrisdianto.blogspot.com/
email: michael_risdianto@yahoo.com
phone: 08155511456
Last edited by MRD; 04-04-2008 at 13:48.
|