Quote:
Originally Posted by rdipanegara
Ukuran atau berat timah berapa yang paling pas untuk digunakan? Apakah ada ketentuan atau standard tertentu yang dipersyaratkan oleh Galatama?
Bagaimana kita mengatur ketegangan line setelah kita memposisikan umpan kita? Apakah dibuat seperti garis lurus atau sedikit kendur menyerupai elips
|
Saya tambahin dikit ya bro...
2a. Maksudnya kalau kenur kita tiba tiba kendur, kita gulung sedikit, kalau pas lagi gulung kenur dibawa lari, langsung kita gentak.
2b. Kalau kenur kita tiba tiba kendur, setelah beberapa kali kita gulung masih kendur aja, engga kenceng kenceng, jangan ragu ragu langsung gentak (karena itu menandakan umpan kita dimakan dan dibawa lari menuju arah kita)
Berat timah tiap kolam ada standarnya masing masing.
Setelah umpan jatuh di air, taroh joran di tempatnya, biarkan kenur tenggelam pelan pelan, setelah beberapa lama baru kita gulung sedikit demi sedikit sampe kenur kita tenggelam seluruhnya.
Masalah lurus dan elips tergantung derasnya arus, yang penting kenur tenggelam seluruhnya.
Semoga dapat membantu