Quote:
Originally Posted by giriwil
Saya coba bantu seringkas mungkin yah
No. 1 & 2 bisa sebagai tanda umpan sedang diisep ikan
1. kenur mengencang menegang & smakin tegang (alias dibawa lare)
2. Kenur mengendur
a. Biasanya kalo saya perhatikan dulu sambil menggulung line pelan2.
kalo ada pergerakan... langsung aja gentak. Kalo gak ada... kencengin lagi trus taro rod di rod holder lagi.... tunggu tarikan selanjutnya
b. Bisa jadi umpan dimakan dan ikan menuju ke arah anda. Sehingga tali tidak menegang dibawa lare. Untuk hal ini anda bisa baca point a di atas.
|
OK, point no.1 yang ini daku sudah mengerti ...
Boz Giriwil, yang dimaksud dengan pergerakan (point 2.a) itu apakah tiba2 line-nya bergerak kearah kana/kiri/berlawanan dengan posisi kita (seperti kejadian di point 1)?
Untuk menandakan umpan dimakan dan ikan menuju kita mengacu kembali pada point 2.a ya? Bila ada pergerakan maka langsung digentak, bener gitu boz?
Ukuran atau berat timah berapa yang paling pas untuk digunakan? Apakah ada ketentuan atau standard tertentu yang dipersyaratkan oleh Galatama?
Bagaimana kita mengatur ketegangan line setelah kita memposisikan umpan kita? Apakah sampai line yang masih terlihat oleh kita (yang berada dipermukaan air) dibuat tegang/kencang sekali (seperti garis lurus) atau sedikit kendur (menyerupai elips)?
Maaf yah boz Giriwil, pertanyaannya banyak soalnya harus keep up nih sebelum tanggal mainnya dimulai