Wah mancing belut, mantab.
Kebetulan saya anak seorang petani, walaupun terlahir di ibukota. Tahun 70an di Jakarta masih banyak sawah dan salah seorang diantaranya adalah ayah saya. Lokasi sawah sekarang sudah jadi apartemen disepuran Kemang Jaksel.
Kembali ke topik, ditahun 70an banyak dijumpai orang-orang berseliweran sambil menenteng seutas benang dan pada ujungnya terdapat matakail yang cukup besar, mata kail dibuat sendiri berbahan jari-jari becak, dibuat besar dan kuat tentu saja sasaran belutnya adalah yang berukuran babon bahkan pernah saya melihat seorang bapak tua mendapat belut seukuran betis saya (waktu itu umur saya 6-7 tahunan).
Kalo saya pribadi mancing belutnya yang kecil-kecil aja, wong saya juga masih anak-anak, gak berani mancing belut yang besar. Belut kalo udah hook up wow ditariknya itu lho gak bisa diceritian pake bahasa tulisan, yang jelas fight cukup lama dan sengaja ditarik ulur agar sakaw-nya berjalan panjang. Udah ah saya mao cari lubang belut dulu, tapi dimana ya di Kemang udah gak ada...yang banyak lubang................BELUT He he he he
__________________
Mancing Bukan Profesi tapi Mancing Banyak Sensasi
|