prens, gue males nulis dari awal, tapi ini gue cut-paste (dibuang2in dikit buntut2 imelnya) omongan ttg judul diatas yg ada dimilis mancing.
--------------------------
From: "Irwin ismail" <koerga@telkom.net Sender:
Mancing-L@yahoogroups.com Subject: Re: [Mancing-L] Forum diskusi komunitas Mancing dengan DKP danPEMDA Date: Sat, 29 Mar 2008 22:50:14 +0700 To:
Mancing-L@yahoogroups.com
awalnya (walopun dateng dah telat euy), gue bisa duduk manis dengerin orang2 pada ngomong didepan, walaupun gue beberapa kali tpaksa wara wiri keluar gedung ngeliatin anak gue yg mo ikutan nyelem, jadi banyak bolongnya. intinya kurleb;
- ngomongin hubungan antara tata ruang di daratan yang mempengaruhi ekosistem di laut (mis: pabrik di pinggir laut gimana caranya jangan buang limbah ke laut). mereka butuh masukan dari pemancing apa yg kita mauin. rasanya ini kurang nyambung untuk gue.
- orang dari sumbar, ngomongin pessel turnamen yang ke tiga kalinya. mereka juga sudah mendahului membuat rumpon2 dilaut, puluhan jumlahnya (25?) dengan bahan beton, jadi ga bakal hanyut dah. dia ngomong potensi kelautan di pantai sumbar sepanjang 232 km, dan hasil yang di dapat dari data2 tahun sebelumnya. sepertinya orang ini antusias banget mau memajukan daerahnya dengan potensi memancing. dia juga cerita bahwa ada sekian belas kali yang di 'blok ga boleh mancing' dan nanti di perbolehkan mancingnya mendekati acara 17 agustusan. banyak ikan2 kali yang ukurannya gede2 siap di pancingin. walaupun tangan orang ini gemeteran (waktu pake red dot nunjukin apa yg ada di slide gede didepan), tapi gue kok ya rasanya respekan sama dia ya? karena pemda nya ga omdo kali, gitu kesan gue sih..
- orang dari dkp, prof ir fulan (pokoke orang pinter dah..), dia ngomong 'mancing dengan memakai satelit' intinya, dkp (
www.dkp.co.id dan-atau
Badan Riset Kelautan Dan Perikanan) membuat laporan cuaca yg di analisa tiap senin dan kamis. hasilnya bisa di interprestasikan dimana daerah yang banyak up-welling (dan disana artinya banyak ikannya), dan kapan (bulan apa aja..), siklusnya tahunan. mereka butuh masukan dari pemancing: apa benar 'ramalan' mereka bahwa di suatu tempat banyak ikannya?. dengan ngikutin cara ini (mancing pake otak, istilah beliau kalo ga salah), maka kita di asumsikan bisa menghemat 80% bahan bakar, karena kita tau ikan ada di timur, lokasi sekian sekian. jadi, jangan pergi ke barat lah... wong disana ga ada ikannya. lalu beliau juga (katanya) 'menantang pemancing aka formasi untuk mensupport kegiatan mancing ini'. sayangnya saat itu gue terpaksa wara wiri ke luar gedung, karena anak gue pas mau nyelam dengan perangkat selam yang di sediakan disana (bayar 50rb). pak Susanto Nursewan gue liat lagi tanya jawab seru dengan si prof tadi. mungkin temen lain, pak Agus S kalik? yg bisa ngelengkapin cerita ini.
- Adek Amerta ikutan ngomong, betapa susahnya nyari duit dari mancing ini, padahal kita negara bahari. bayangin; dia pernah di usir sama bule (!!) waktu mancing di sumba (apa komodo yah?). lah, ini negara Indonesia apa bukan sih?. kacaw!.
dia dan pak Toto (juga dari Bali, member milis ini juga, sayangnya rada pasif, karena milis ini banyakan lenongnya dari pada benernya hehe..) juga ngotak ngatik itung2an ekonomi yg bisa di gali dari mancing ini. angkanya
fantastis banget euy.. padahal itu cuma berdasarkan asumsi 1 juta orang aja yg punya hobi mancing dari 240 (?) juta rakyat Indonesia.
waktu sesi tanya jawab, gue nanya gini 'apa langkah konkrit pemerintah menghadapi kenyataan bahwa banyak nelayan pake potas dan bom?'. (sayang sekali gue tadi pagi ga baca kompas, padahal kalo udah, seperti kata wiwied dibawah, kan gue bisa ngoceh lebih banyak sama si prof ir fulan van dkp tadi? hehe..)
- mustinya ini porsi si prof ir fulan tadi, tapi karna beliau blon dateng. jadi dikasih ke bapak yg ngomongin tata ruang tadi. dia jawab 'itu masalah berhubungan dengan kemiskinan bla bla.. dan polisi ga ada disana saat bom meletus bla bla, jadi ga bisa tangkep tangan, jadi hukum ga bisa di tegakkan. pokoke syusye deeh..
- si pembicara dari sumbar tadi malah ngambil inisiatif njawab; bahwa mereka sudah 2 kali menangkap kasus ini, dan sekarang lagi di tangani polisi. kesannya mereka aktif memberi warning dan menjalankan tata tertib disana. terus terang gue lebih respek sama jawaban ini ketimbang jawaban diatas. konkrit gitu loh!
over-all, rasanya bener deh kata pak Agus S 'ini langkah pertama dari 10000km yg musti kita jalani'. dari segitu gede hall, 98% isinya peralatan selam !!. sisanya ya ada toko mancing, peralatan gps, perwakilan pemda dan majalah mancing.
gue cuma mo nekenin satu hal dari majalah mancing di bawah komando Agus S ini, disana ada peralatan simulasi, dengan joran beneran dan reel beneran, dimana kita fight dengan ikan layaran. gratis. mungkin, ini satu2nya simulator mancing yg negara kita punya, kalik?. ga nyobain, rugiiii!!!
abis gitu, ngupi dah sembari ngobrol2. kapten bh ada nongol, tapi ga lama udah kabur lagi dianya. sayang abah katanya lagi kurang sehat, jadi ga bisa dateng.
mohon pak Agus atawa temens lain yg hadir bisa melengkapi bolong2 diatas...
besok kesono lagi aahhh.... (anak gue yg mo nyelem lagi en maen simulator lagi hehe..)
On Sat, 29 Mar 2008 15:54:11 +0800
"Wiwied" <wiwied@taka-adventure.com wrote:
Hahahaha. iya, barusan baca kompas juga.
Itu dkp otaknya dimana ya? Untuk menyaingin kapal2 asing yang menjarah laut indo, nelayan disuruh ikutan menjarah juga, jadi bukannya kapal asing ditembakin tapi malah orang indo sendiri disuruh ikut ngancurin rumahnya sendiri. orang gila. itu pejabat sekolahnya dimana ya?
Ckckckck. hebat hebat..
Cheers,
Wiwied
Big Fish or Nothing at All..!
_____
From:
Mancing-L@yahoogroups.com
[mailto:Mancing-L@yahoogroups.com] On Behalf Of
Mindo_Pangaribuan@fmi.com
nehhh, dengerin mas Wiwied lagi serius nehh imelnya...udah 100x imelnya mas Wiwied serius mlulu bahasin tuh policynya DKP dan PEMDA, prihatinnn yaa prihatinnn...urat2 kita pada mo keluar ngebahasin policy ini tapi jalan teruss tuhhh, di KOMPAS hari ini juga ada berita tuh tentang pukat harimau, polemik lageee.
_____
From:
Mancing-L@yahoogroups.com on behalf of Wiwied
Sent: Sat 3/29/2008 11:56 AM
Ya gini, ngrusin orang sedikit sama orang banyak kan beda pasti... ga usah jauh2, di Jakarta aja ada satu kampung yang penduduknya sadar lingkungan, rumah2 mereka asri, punya sumur resapan semua, sampah rumah tangga dipilah2in organic dan anorganik, jalanannya ditanemin pohon2an asri banget. Nah untuk bikin seluruh Jakarta punya kesadaran kaya kampung ini aja mungkin perlu usaha dan waktu yang panjang, gimana seluruh Indonesia??
Cheers,
Wiwied
Big Fish or Nothing at All..!
-----Original Message-----
From: Mancing-L@yahoogroups On Behalf Of Christophorus Sigit Triwaskito
Sent: 29 Maret 2008 1:54
setau gue pariaman terkenal sate-nya.. kok tokainya sih... tapi gue setuju tuh peraturan dan hukum harus konsisten...
________________________________________
From: Mancing-L@yahoogrou
<mailto:Mancing-L%40yahoogroups.com ps.com] On Behalf
Of Irwin ismail [koerga@telkom.
gini bro..
gue masih pake contoh ini; pantai pariaman dulunya di(ter)kenal sebagai wc terpanjang dunia. konon, diberlakukan peraturan buang sampah denda 50rb (tokai kan sampah yak?). dan ini di jaga betul. hasilnya segera keliatan. itu pantai berubah drastis jadi cakep.
intinya apa? bikin peraturan, tapi ya beneran di jalanin, bukan asbun aja. jkt dilarang ngerokok di tempat umum, tapi gue masih sering liat orang ngrokok dengan tenang nya di rapat dpr. gila apah?
hukum, men, hukum musti dijalanin. caranya? ga tau gue, gue cuma pegaw swasta, bukan ambtenaar (eh nulisnya gitu bukan?)
-------------------------------------------
On Fri, 28 Mar 2008 11:42:41 +0800
"Wiwied" <wiwied@taka-
<mailto:wiwied%40taka-adventure.com adventure.com
wrote:
Ga bisa disamain win, Maldives hampir 100% pendapatan Negara dari sektor pariwisata, penduduknya makan dari sektor pariwisata juga, jadi mereka sadar wisata, karena dapur ngebul dari sini. Mirip2 dengan kondisi bali bagian selatan lah. Semua orang bergantung sama jualan wisata.
Lha di indo, ini reaksi berangkai menuju kepunahan, mau jualan wisata kondisi ga layak dijual, lalu akhirnya mengais2 yang tersisa dengan menghalalkan segala cara.
Gw sih bukan tipe orang pesimistis, tapi kondisi ini ga bisa cuma dibenahi dengan system tambal sulam, kaya ngaspal jalan. Mesti menyeluruh dan serentak, dan gaungnya mesti nasional.
Nah dengan kondisi pemerintahan sekarang ini sih gw terus terang pesimis 100%, wong pemerintah itu ngurusin dirinya sendiri aja masih kalangkabut kok boro2 mau ngurusin orang lain.
Cheers,
Wiwied
Big Fish or Nothing at All..!
------------------------
-----Original Message-----
From: Mancing-L@yahoogrou On Behalf Of Irwin ismail
Sent: 28 Maret 2008 11:21
kalo gitu ceritanya, jalan pintas yg gue liat: brentiin jualan potas en bom en bahan2 nya. kalo ga ada itu semua, mau ga mau mereka pindah ke jaring, kan? apa engga?
lagi2, ini urusan gede, ujung2nya ya pemerintah lagi dah...
kmaren gue gugling (google earth) ke kepulauan maldives. ada sejuta gugusan pulau2 kecil disana, tapi ga ada satu sampah yg keliatan. liat aja foto2nya. kagumsuragum gue ngeliat pantai yang buuersssiiiiihhhsihhh.... mungkin itu pernah kejadian di teluk jakarta taon 40an kalik..
--------------------------
On Fri, 28 Mar 2008 11:03:58 +0800
"Wiwied" <wiwied@taka-
<mailto:wiwied%40taka-adventure.com adventure.com wrote:
Saya sih udah lama kepikiran mas, gimana berikhtiar untuk memberi penyuluhan ke mereka itu, kendalanya sih banyak juga tapi, seperti:
1. di Sulawesi dan sekitarnya, mencari ikan dengan bom dan potas sudah menjadi tradisi turun temurun, mereka ga kenal yang namanya jarring kecuali di beberapa tempat di Makassar aja. Jaman orde baru mereka kucing2an sama aparat. Jaman sekarang aparatnya melempem jadi mereka tumbuh subur bak jamur di musim hujan.
2. 90% nelayan2 di indo timur khususnya Sulawesi dan sekitarnya susah berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Mereka cuma fasih dengan bahasa daerahnya masing2.
3. mereka ga terbiasa cari ikan dengan cara lain, bom dan potas cuma satu2nya cara yang mereka tau.
4. pengetahuan mengenai budidaya ga ada sama sekali.
5. lokasi mereka tersebar di pulau2 kecil yang terpencil sampai pulau2 besar utama di hampir sengah indonesia, mulai dari Sulawesi selatan, sampai Sulawesi utara, Maluku,lampung, sumatera selatan sampai sibolga dan aceh. Jawa sebagian, tapi kebanyakan daerah jawa dijarah nelayan dari sumatera kecuali jawa timur.
Jadi kalo penyuluhan sifatnya lokal ga akan mempan, karena satu daerah dikasih penyuluhan daerah lain masih melakukan pasti terjadi konflik. Kalo mau ini harus jadi gerakan nasional.
Cheers,
Wiwied
Big Fish or Nothing at All..!
_____
From: Mancing-L@yahoogrou
<mailto:Mancing-L%40yahoogroups.com ps.com] On Behalf Of sultan agung
Mungkin gak sih kalo kita bersama2 menjaga kelestarian ini bukan hanya beban pemerintah saja.
Mungkin kah kalo kita ngadain acara untuk menyadarkan para bombers & potaser demi kelangsungan mata pencaharian mereka dan kita semua.
Gimana caranya?
Wah kayaknya panjang ya critanya.
Untuk menayangkan film2 tentang lingkungan hidup mungkin saya punya sedikit koleksi yg bisa membantu.
Salam,
Murwanto A
Science Lab Assistant
-----------------------------------
----- Original Message ----
From: Wiwied <wiwied@taka-
<mailto:wiwied%40taka-adventure.com
adventure.com
Siipp lah boss..
Gw sih berharap banget pemerintah mau dengerin kita, udah terlalu parah laut kita, bayangin, gw jauh2 pergi mancing 120mil lebih cuma untuk ketemu sama gerombolan tukang bom sama potas.. Trus mau mancing kemana lagi nanti?
Good luck in your seminar, titip salam buat temen2 deh..
Cheers,
Wiwied
_____
From: Mancing-L@yahoogrou ps.com <
ps.com ps
Mancing-L@yahoogrou ps.com <
ps.com ps ] On Behalf Of sutandar
Setuju boss...
save your time and money for other things at this time being. biarkan temen2 d Jakarta dan pak Adhek dari Bali yang mewakili kepentingan Anda.
Sangat dimaklumi masalah2 di republik ini tidak akan mudah diatasi. pihak yang terkait sangat banyak, mereka semua punya "kepentingan" masing2..
Ide dan tujuan dari forum ini sederhana sekali. Yakni hanya mengenalkan komunitas kita, komunitas pemancing kepada pihak pemerintah pusat (d.h.i departemen2) dan pemerintah daerah.
Sayangnya pada waktu kita persiapkan dulu kurang mendapat sambutan dari yang seharusnya terkait. Malah dari Depora yang kita sadari memang kurang keterkaitannya sangat antusias, sehingga kami tak kuasa menolaknya.
Biarlah forum diskusi ini sebagai satu langkah pertama dari jalan 10000 km yang harus kita tempuh.
Mari kita tunjukan kepada pemerintah kita bahwa ini lho ada komunitas pemancing di Indonesia . ini lho ada operator mancing dgn pasar internasional di Indonesia. ini lho komunitas pemancing penjaga konservasi.
Acara ini sama sekali tidak direncanakan sebagai acara seremonial, moderator akan mencegah dan membawa seperti layaknya obrolan para pemancing yang sedang kumpul2..
Salam,
Agustinus Sutandar
_____
From: Mancing-L@yahoogrou ps.com <
ps.com ps
[mailto:
Mancing-L@yahoogrou ps.com <
ps.com ps ] On Behalf Of Wiwied
Tadinya saya udah pesen tiket untuk dateng acara ini boss Agus.
Sebenernya saya punya uneg2 banyak sebagai operator sportfishing di
Indonesia tapi setelah saya pikir2 lagi, akhirnya saya putusin ga jadi dateng.
Alesan saya:
1. Saya ga yakin uneg2 saya akan sampai ke tujuan yang tepat, departemen yang dateng cuma DKP dan menpora.
2. DKP justru ngajarin kita nangkep ikan sebanyak2nya, bukan melestarikan.
3. Menpora ada urusan apa sama mancing? Wong mancing aja ga diakui di
Koni.
4. Harusnya yang berkepentingan adalan BudPar, karena wisata mancing urusannya sama pariwisata, tapi malah ga ada wakilnya.
Padahal budpar yang bisa diharapin untuk ikut bersuara lantang menjaga
kelestarian alam yang jadi menu dagangan pariwisata.
5. Untuk curhat masalah uneg2 perusakan perairan Indonesia oleh nelayan biadab tukang bom, potas dan trawl dalam negeri dan luar negeri, kaga ada
wakilnya. Saya ga ngerti harus triaknya kesapa, mestinya ada perwakilan TNI AL ato POLAIRUD ato sapa kek gitu.
6. Event beginian sifatnya seremonial doank, biasanya anget2 tai ayam, kalo ganti pejabat ganti pula acaranya.
Jadi, mending I save my time and my money for better things lah. titip suara aja ke beliau2 itu, mudah2an seminar ini ada hasilnya dikemudian hari.
Cheers,
Wiwied
Big Fish or Nothing at All..!
_____
From: Mancing-L@yahoogrou ps.com <
ps.com ps
[mailto:
Mancing-L@yahoogrou ps.com <
ps.com ps ] On Behalf Of sutandar
Pak Adhek Amerta hari ini datang ke Jakarta , Pak Toto Juniarto datang besok hari Jumat
Semuanya siap2 untuk hadir hari Sabtu lusa jam 13.00 di Mola Room Jakarta Convention Centre.
Saudara2 semua diundang ke perjamuannya..
Kalo ada yang mau ngobrol2 bareng sebelumnya silakan HP saya di 0855 111 8988
Salam,
agus