Selama ini saya menggunakan teknik mancing dasar. hasilnya lumayan untuk lauk bareng keluarga sisanya dibagikan para tetangga itupun masih ada sisa banyak. hasil tangkapan dari mancing dasar ini pada umumnya antara lain ikan tompel(tanda-tanda),grut itu pemberian nama nelayan di sini, menangin, kakap batu, dan kakap merah nah yang satu ini kalau dewi fortuna lagi berpihak kepada kita. Kadang-kadang kakap putih atau pada umumnya disebut Baramundi yang beratnya kira-kira tiga sampai lima kilo bisa juga kita dapatkan tapi kalo mancingnya di seputaran julu-julu milik nelayan yang ada di seputaran anak sungai sampai di depan muara sungai. Kalau kita mancing di seputaran sungai banyak juga terdapat anak baramundi yang beratnya antara setengah kilo sampai satu kilo. Biasanya kalau kita mancing di sungai resikonya siap-siap aja pancingannya sangkut di ranting pohon bakau yang rebah dan menjulur ke sungai. Biasanya Baramundi banyak berkeliaran di bawah ranting pohon bakau yang sudah mati dan gak ada daunya.
Akhir-akhir ini saya mencoba dengan menggunakan teknik Trolling. Pertama saya turun bersama patner saya yaitu Handoyo, dari pelabuhan Desa Pondong kira-kira pukul 06.00 dengan menggunakan perahu balapan naik 8 menurut nelayan disana bermesin DOM FENG yang di motoris oleh Pak Baco yang hanya bermodalkan Solar 30 liter, Nasi 6 Bungkus dan uang terima kasih 200.000 ribu.
Perjalanan tidak memakan waktu banyak hanya lima belas menit dari ibu kota Kabupaten Paser. dari pelabuhan Pondong perjalanan memakan waktu satu jam ke tempat lokasi trolling. begitu sampai di lokasi umpan palstik yang bermerk RAPALA MAGNUM rell bermerk maxel dan joran EXORI dan line merknya

saya lupa tuh

langsung diturunkan. setelah perjalanan hilir mudik menarik umpan tidak terasa waktu sudah mendekati pukul 14.00, saya dan fatner Handoyo langsung mengeluarkan bekal untuk makan siang yang sudah di persiapkan sebelum berangkat. Stetelah mengisi perut yang kosong, trolling dilanjutkan kembali. tidak begitu lama dari tempat saya istirahat umpan RAPALA MAGNUM berwarna hijau bercorak kuning dan merah langsung disambar tapi hanya hitungan detik line yang gunakan langsung KO (putus) dan rapala magnum hilang di curi ikan padahal hanya itu satu-satunya umpan palstik yang saya miliki akhirnya saya hanya

. Tapi fatner Handoyo dengan ikhlas hati meminjamkan umpan HALCO, akhirnya saya pun

kembali. Begitu boleh pinjaman dari Handoyo sayapun langsung mengikat HALCO tersebut dengan line yang saya gunakan tadi dan memandikan HALCO tersebut ke sungai. akhirnya, sekitar lima menit umpan HALCO langsung disambar BARACUDA dan tidak ada perlawanan sama sekali hanya hitungan detik BARACUDA berhasil di naikkan ke Balapan ukuran beratnya hanya setengah kilo aja dan tak lama umpan yang digunakan Fatner Handoyo juga disambar ikan Kerapu yang memiliki bobot satu kilo. Begitu berhasil di naikkan saya, Handoyo, dan Pak Baco langsung cabut pulang karena waktu sudah mendekati Maghrib. Kecewa sich iya tapi mo bagaimana lagi karena Dewi Fortuna masih tidak berpihak kepada kita. akhirnya sayapun pulang hanya dengan membawa BARACUDA yang berbobot setengah kilo dan Kerapu yang berbobot satu kilo mungkin di lain waktu bisa trolling lagi karena masih banyak tempat-tempat yang belum dikunjungi.
Untuk teman-teman para mancing mania mohon masukannya dan sarannya mengenai joran, reel dan umpan yang semestinya digunakan. Atas info yang diberikan kepada saya, saya ucapkan terima kasih.