Fishing/Mancing ikan dan pelestarian ikan-ikan di Australia.
Mancing ikan di Australia dan juga di negara-negara maju lainnya memang berbeda dengan di Indonesia.
Sebahagian orang disini menganggap fishing itu suatu aktivitas sport seperti halnya bermain golf dll; sebahagian pemancing yang lain menganggap hanya kegiatan untuk mengisi waktu luang yaitu recreational fishing dan sebahagian pemancing yang lain lagi memang ada yang tujuannya untuk lauk makan sehari-hari. Kelompok yang terakhir ini tidak banyak jumlahnya. Sehingga pemancing disini tidak mengharapkan sebanyak-banyaknya ikan dibawa pulang melainkan cukup beberapa ekor saja sehingga kalaupun untuk dinikmati dagingnya maka pastilah masih segar dan rasanya jelas lebih enak.
Kalau belum puas mancingnya tapi sudah dapat cukup ikan maka bisa melaksanakan memancing dengan sistim tangkap-lepas.
Menurut data dari department of fishery di Australia ada sekitar 5 juta pemancing.
Bagaimana mereka bisa tahu?
Karena untuk aktivitas memancing di Australia harus pakai licence yang harganya $ 30.00 per tahun atau $75.00 berlaku 3 tahun yang bisa dibeli dengan mudah di tackle shops, di pompa bensin dan bahkan department stores yang menjual alat pancing. Memang ada pengecualian dalam hal keharusan memiliki surat izin mancing ini yaitu antara lain untuk pensioners, orang˛ cacat, Aborigine dan anak˛ dibawah umur 18 tahun.
Jumlah ini tidak termasuk commercial fishing yang sudah pasti punya licence/izin khusus tersendiri dan lebih mahal.
Dalam mengelola lingkungan baik flora dan fauna nya pemerintah Australia dengan dibantu masyarakatnya sangat bersungguh-sungguh dan bekerja keras untuk melestarikan alamnya, antara lain dengan menerbitkan peraturan dan mensosialisasikannya kemasyarakat termasuk mulai disekolah dan diikuti dengan law enforcement yang consistent. Peraturan tersebut antara lain mengenai jenis ikan yang hampir punah (disertai gambar˛nya) maka tidak boleh ditangkap, ada juga yang batasannya cuma boleh ditangkap satu atau dua saja. Kemudian untuk beberapa ikan yang digemari pemancing ada juga size limit yaitu ukuran minimum dan bag limit yaitu jumlah maximum ikan yang boleh ditangkap perpemancing perhari. Begitu juga hasil ikan tangkapan dari recreational fishing tidak bolek dijual belikan. Tiap pelanggaran yang terjadi bila tertangkap tangan dikenakan sangsi denda yang tidak ringan dari $200.00 sampai $ 22.000.00.
Sedangkan masyarakat ikut membantu pelaksanaannya dilapangan yaitu dengan melaporkan pertelepon kenomor telepon yang terpampang disekitar tempat pemancingan dan di brochures apabila mereka melihat ada pelanggaran peraturan tersebut. Mereka bisa melacak melalui nomor plat mobil nya.
Beberapa tahun yang silam pemerintah Australia membeli balik/buyback commercial fishing licence yang beroperasi disekitar SydneyHarbour dan Botany Bay dan menetapkan daerah tersebut hanya untuk recreational fishing dan juga menebarkan ratusan ribu bibit ikan terutama Jewfish yang saat itu mulai jarang. Semua itu dapat dilaksanakan dengan memakai dana yang didapat dari penjualan recreational fishing licence. Disni tampak kesungguhan dari pemerintah dalam mengelola lingkunagan alam khususnya perikanan untuk kesejahteraan rakyat dan kesinambungan supply ikan untuk anak cucu kita nanti. Begitu juga dengan masalah kebersihan lingkungan diareal tempat mancing bisa terjaga dengan baik.
Kebetulan saya tinggal di Eastern Suburb Sydney yang mempunyai banyak sekali pantai dan tebing yang merupakan spots mancing yang bagus dan tinggal berlomba adu trick pintar mana antara pemancing dan ikan nya.
Sayang sekali di Indonesia usaha untuk melestarikan alam sangat kurang, baik dari pemerintah apalagi dari masyarakatnya, bahkan mau nangkap ikan apa saja, berapa banyak dan dengan cara apa saja termasuk cara-cara yang tidak bertanggung jawab seakan diperbolehkan sehingga hal ini seperti surga yang semu bagi penangkap ikan yang tak bertanggung jawab tapi merupakan malapetaka bagi pemancing dan anak cucunya.
Tidak bisa kita pungkiri bahwa Indonesia sebagai negeri yang dulunya kaya raya dengan flora dan fauna serta sumber alam lainnya maka dalam waktu yang tidak lama akan menjadi negeri yang serba kekurangan kalau manusianya tidak bisa menjaga/mengelola lingkungan nya.
Sebagai seseorang yang lahir dan dibesarkan di Indonesia dan masih mempunyai banyak teman˛ baik serta saudara di Indonesia maka tulisan ini saya buat sebagai ujud keprihatinan saya pada keadaan di Indonesia meskipun saya tidak menetap di Indonesia lagi.
Terlampir adalah beberapa Photo˛ spot mancing disekitar Sydney yang sering saya datangi karena tidak jauh dari rumah tinggal saya.
|