Quote:
Originally Posted by Rudy_Bengong
Mohon Ilmu ilmunya buat para Suhu suhu ....
Saya baru belajar tekhnik JIGging dan mohon sekali pencerahannya.
Kebetulan sekarang lokasi saya ada di Nabire, papua dan ingin mencoba buat popping dan jigging.
menyambung diskusi diatas ada beberapa yang ingin saya tanyakan.....
1. apa ada ukuran berat JIG tertentu berdasarkan kedalamannya, saya mengunakan braid 80 lbs
2. untuk ukuran jig apa berpengaruh terhadap ukuran neckline yang digunakan dan butuh berapa panjang buat neckline nya.
3. apa perlu menggunakan peniti untuk sambungan antara neckline dengan JIG, dimaksud untuk memudahkan pergantian JIG.
4. Apa perlu juga untuk shock leader nya? secara setau saya kalo braid tidak mempunyai daya lentur?
5. untuk JIG apa menggunakan trible HOOk atau single hook maupun double hook?jika secara vertikal atau pun horiontal
mungkin sekian dulu pertanyaan dari saya...dimohon pencerahaan nya suhu n kalo ada gambar rangkaianya juga....
terimakasih banyak.
salam
Rudy Bengong
|
saya jawab sepanjang pengetahuan saya yach..
1.Berat jig tergantung arus dan kedalaman...contohnya seperti kedalaman 100 meter idealnya make 200-300 gram (gunanya agar jig cepat sampai dasar dan kenur bisa lurus atau tidak melayang)
2.untuk necklin hubungannya sama berat jig tidak ada...fungsi neckline adalah meminimalisasi putus jika jig disambar barakuda,tenggiri dan sejenisnya...
3.peniti untuk memudahkan pergantian jig bisa di gunakan
4.shock leader mutlak di gunakan karena sifat braided yang tidak memiliki daya pegas kecuali joran mau cepat patah..he..he..
5.memakai treble hook di bawah jig tidak disarankan,karena membuat jig nyangkut di dasar laut (kecuali mau jigging sudah tahu kedalaman berapa,terus jig diturunkan tidak sampai dasar)
demikian sedikit informasi yang saya tahu boss...mudah-mudahan dimengerti