untuk bibles memang belom sempat kita mainkan boss,
mungkin 2-3 bulan lagi nungu bawalnya besar-besar.
nah kalau perau masih belum bisa kita gunakan karena areal tersebut masih merupakan area terbatas dan setiap masuk ke lokasi tersebut harus memiliki ijin khusus dari KTT (KEpala Teknik Tambang) yang bertanggung jawab terhadap Keselamatan setiap orang yang memasuki areal tambang.
setiap kegiatan di dalam tambang juga harus memilki standart Oerational Prosedure yang diterapkan di lingkungan kerja kita.
(maklum bos Berau Coal merupakan satu2nya perusahaan TAmbang di Indonesia yang telah berhasil mempertahankan prestasinya di bidang K3L selama 4 tahun berturut-turut tanpa fatal accident dan mendapatkan presikat Emas di Bidang K3)
mungkin nanti jika lokasi tersebut sudah diserahkan ke PEmda, baru bisa bebas keluar masuk ke areal tersebut.
tambahan untuk lokasi bekas tambang tersebut juga telah banyak didatangi biyawak dan beberapa bulan yang lalu biyawak tersebut berhasil masuk dan terjebak di dalam salah satu keramba kami.
untuk sungai di KM 21 kebetulan airnya kelihatan keruh karena memang pada saat ini musim hujan masih berlangsung di Berau dan jika musim kering tiba, masyarakat sekitar sini masih bisa mencari ikan dengan menggunakan panah dan menyelam ke dasar sungai.
|