Report SMR 29 Feb - 02 March 2008
Atas permintaan beberapa kawan, saya akan coba menuliskan reportnya, tapi mohon maaf saya kurang pandai menulis.
Peserta:
Yaya, Martin, Jonhy, Lodewijk, Adhiano, Rion
Kapal: Karunia Prima, Kaptennya Ambo, Pemandunya Yodi
Tim sampe di Paku sekitar jam 1:00 am tgl 29 Feb, disambut dengan kondisi angin kencang dan ombak yg cukup besar di pinggir pantai serta air pasang, sampe semua perahu tdk tambat di dermaga yang depan tetapi pada ngumpet ke dalam.
Setelah unloading dan loading semua peralatan, perahu mulai berlabuh sekitar jan 02:00 am. Karena malam sudah larut menjelang pagi, akhirnya tim semua tertidur pulas selama perjalanan. Para peserta mulai terbangun ketika perahu sudah sampe Krakatau pada pagi hari sekitar jam 07 atau jam 08, pastinya lupa karena gak bawa jam. Karena tidak membawa umpan, akhirnya tim memutuskan untuk ngotrek umpan hidup di sekitar Krakatau sambil sarapan mie instant. Beberapa umpan berhasil dinaikkan dan dimasukkan kedalam "live bait tank" yang tersedia di perahu.
Sekitar jam 09 atau jam 10, jangkar mulai diangkat dan siap2 berangkat menuju SMR. Ketika mau keluar dari kawasan Krakatau, tampaklah lautan dengan gelombang besar berbuih putih, sang kapten sempat ragu dan bertanya sama yang punya kapal (Yodi) apakah perjalanan diteruskan atau kembali ngumpet di Krakatau (hal ini baru terungkap dari Yodi dalam perjalanan pulang). Yodi memutuskan untuk tetap diteruskan, akhirnya begitu keluar dari krakatau perahu langsung dimainkan gelombang seperti naik kora2, namun ada penghibur juga karena langsung strike tenggiri sekitar 8 kg yang berhasil diselesaikan oleh Jonhy.
Karena tingginya gelombang pecah yang saya perkirakan mencapai 2-3 meter, perahu tdk dapat dipacu kencang. Kecepatan perahu hanya bisa dipacu sekitar 4 knot, karena kalo dipacu dengan cepat perahu akan berjalan di dalam air, alias air masuk ke perahu alias "ya bayangin aja deyh.........". Sepanjang perjalanan ke SMR yang dilihat di depan dan belakang perahu hanyalah tembok air setinggi 2-3 m disertai hujan, bung Adhi terpaksa tepar dan tertidur pulas sepanjang perjalanan sementara yang lain ada yg tidur dan ada juga yang menikmati kora2.
Kapal baru sampe di SMR sekitar pukul 03 - 04 pm dan langsung mencari spot untuk jigging. Gelombang di SMR tidak sebesar pada saat perjalanan namun angin dan arus masih tetap kencang disertai hujan. Malam pertama di simon dilewatkan dengan jigging dan dasaran namun para ikan rupanya lagi tidak berselera makan karena mungkin lagi pada mabok juga dihajar gelombang tinggi dan kehujanan. Walaupun seluruh tim melakukan jigging, kecuali Adhi yang tertidur pulas, alhasil malam itu dilewatkan dengan perolehan ikan yang kurang (tidak) memuaskan, kalo tidak salah hanya Lodewijk yang berhasil menaikkan 2 ekor big eye trevally alias kuwe mata belo dengan jigging dan Martin menaikkan lencam table size 2 ekor dengan dasaran. Karena gagal maning - gagal maning, akhirnya para peserta kecapaian dan satu persatu mulai menyerah dan tertidur.
Hari ke-2 disambut dengan udara pagi yang cerah dan setelah sarapan, perahu mulai melakukan trolling beberapa putaran di sekitar SMR namun sekali lagi tidak ada 1 ekor pun yang mau nyolek rapala. Setelah berunding diputuskan perahu menuju sekitar Pulau Tabuan yang konon katanya ada spot amber jack dengan kedalaman sekitar 100 - 120 m di sekitar pulau tersebut dengan diameter area lbh kurang sekitar 1-1,5 km.
Sesampainnya di karang Pulau Tabuan, tim melakukan jigging siang hari dan dasaran untuk mencoba apakah karang tersebut dihuni oleh ikan atau tidak. Sekitar 2 jam menjajal spot tersebut ternyata tidak ada 1 ekor ikan pun yang naik, walaupun pakol sekalipun. Akhirnya tim memutuskan untuk kembali ke SMR sekitar jam 01-02 pm.
Sampai di SMR kembali sekitar jam 03-04 pm. Kapal parkir di spot yang ternyata banyak dihuni oleh wakung sawo table size, namun ikan tersebut hanya mau makan sekitar 1-2 jam saja karena mungkin masih merasakan pusing2 dihajar ombak sehari sebelumnya. Dengan berbekal wakung sawo tim mulai agak PD kalo malamnya mungkin banyak ikan yang akan mampir dan kelaparan. Malamnya secara full team melakukan jigging tidak terkecuali Adhi yang sehari sebelumnya tepar. Malam itu dilewati lebih baik daripada malam sebelumnya, walaupun secara total perolehan kurang (tidak) menggembirakan, yaitu: 11 ekor big eye, 2 ekor tenggiri (1 ekor didapat dari ngoncer pake umpan salem hidup), dogtooth 2 ekor, marus 1 ekor, kurisi ijo 1 ekor, yang lainnya ikan dasaran table size.
Bagi rekans yang mau pergi ke SMR disarankan untuk ngoncer pake ikan hidup, terutama snop/alu2, karena tenggiri sangat galak sekali sama snop. Ada 2 kejadian strike yang gagal diselesaikan. Pertama pada saat baru saja nyemplungin umpan ke laut dan mengulur kenur, secara tidak sadar rupanya umpan itu langsung dihajar sama tenggiri dan ketika sadar ditarik lagi rupanya sang umpan sudah hilang. Yang kedua ketika pada saat itu kapal mau digeser, umpan koncer ditarik dan secar tidak sadar ketika mendekati kapal umpan tersebut dimakan tenggiri, namun kondisi angler tidak siap dan kenur nyangkut di kapal akhirnya putus. Bersiaplah mulai dari saat melepas umpan ataupun narik umpan hidup, karena tenggirinya galak2 sama umpan hidup tapi tdk mau makan umpan mati.
Salam
Yaya
|