Pak Jon,
Izin jawabin Pak Halim yah...
Pak Halim,
Beda Fisik ........
01. Di engine cowling ( tutupan mesin ) akan ada tulisan FOUR atau Four Stroke.
02. Tidak ada kaburator, Yahama dan Suzuki 60HP sudah fuel injection.
03. Lebih cantik dari 2 tak modelnya, lebih rounded tuh engine cowling ( yamaha ). Very futuristic deh, ketimbang 2 tak yang kotak dan old fashion.
Lain-Lain :
04. 4 tak gampang start, mau panas mau dingin kek karena EFI dan auto choke ldan ignition nya lebih pandai dari pada versi kaburator.
05. Tidak ada asap ( ampir nil ), kalo 2 tak saat start dingin dan pakai choke, biasa ya kayak tukang sate sebentar
06. Halus saat idling, nyaris tidak terdengar untuk 4 tak..ini Pak John sudah bilang. tapi saya reinforce lagi...sering kapten kecolongan start engine 4 tak yang sudah hidup karena bener2 tidak kedengaran. Liat RPM nya saja atau cooling water output, pake kuping susah.
07. Fuel savings akan luar biasa, apalagi minyak 2 tak tidak perlu. Biasanya 4 tak lebih irit 50% ( 1/2 ) dari 2 tak konvesional. 2 tak di Indonesia nyaris 99.99% adalah 2 tak konvensional, kecuali import sendiri bagi yang fanatik ama yamaha HDPI atau E-Tech ( Johnson/Evinrude ). Cara melihat fuel savings yang lebih mengejutan adalah, 2 tak 2x lipat lebih boros dari 4 tak.
Contoh gampang :
3 x 250 Yamaha 2 tak dipakai oleh Bali Hai untuk RIB ( perahu karet ) yang bisa 30 seater, hull aluminium namanya Ocean Rafting Lalu di ganti ke Suzuki 250HP 4 tak. Dalam 600 jam saja perbedaan harga antara 2 tak dan 4 tak x 3 mesin udah impas. Sisah nya savings besar.
08. Jika anda pakai mesin sekitar 300 jam pertahun, impas cepat lah pakai 4 tak dan sisahnya untung.
09. 2 tak konvensional itu mesin jorok sebab pollution level nya tinggi sekali dan sudah di banned ( new sales ) dari hampir semua negara maju.
10. Jika anda senang trolling dan engine RPM dibawah 1,500, 2 tak konvensional akan perlu sering di bersihkan busi nya karena pada RPM rendah burn nya paling jelek. Yang burn optimal biasanya di 3,500 RPM dan keatas.
11. Alternator output 2 tak konvensional kecil sekali. Jika anda banyak electronic atau sering mancing malam, hati2 tehadap aki tekor. Yang 4 tak juga tidak gede amat antara 17-25Ampere tetapi yang 2 tak sih payah banget deh.
12. Enggak ada istilah 4 tak banjir di kaburator dan susah start, karena gampang start itu loh dan EFI tidak akan kasih over-fueling jika mesin tidak start. 2 tak kalo susah hidup dan di cranking terus, sering banjir kaburatornya.
13. Karena mesin 2 tak melumasi komponen gerak melalui bensin campur, jika ada pompa bensin yang macet atau gempos, itu liner dan piston bisa kena/rusak cepat pada silinder yang fuel pump nya gagal. Tanpa bensin, artinya tanpa pelumasan.
Contoh 200HP Yamaha 2 tak yang pakai 3 fuel pump, atau 1 pump per 2 silinder. Pump ini model diagrhram karet dan banyak orang yang hanya ganti tuh memrane jika sudah rusak, padahal jika mereka baca buku manual dengan seksama, fuel pump membrane ini adalah comsumable item dan perlu di perhatikan per sekian ratus jam.
14. Jeleknya 4 tak juga ada, sebenarnya ini bukan jelek, tetapi bagi yang sudah biasa pakai mesin 2 tak yang relatif bandel terhadap jorok nya cara user merawat atau memakai mesin tersebut, 4 tak seolah-olah jadi lebih cengeng.
Jadi harus di lihat, who is talking dulu. Contoh gampang mobil jaman sekarang lah. Kijang saat pertama keluar pakai mesin super bandel toyota Corolla 1,300cc. Simple kaburator dan platina. Sekarang Avanza ajah yang 1,300 sudah VVTi dan EFI. Jadi kalau user yang tidak biasa terhadap kemajuan teknologi dan berasumsi bahwa kebutuhan perawatan ke dua mesin adalah sama, kasian yang mesin modern, bisa jebol duluan.
Ini sih perbandingna yang masih kurang tepat, sebab kedua-dua mesin adalah 4 tak. Sebab kalo saya bandingkan mesin 2 tak, kudu mobil Mazda roti atau bajaj yah ? He he he he.
Berbedaan yang mencolok pada 2 tak dan 4 tak mesin tempel adalah, thermal efficiency nya. Suhu operational mesin 4-tak lebih tinggi karena memang lebih efficient dan lean burn. Disini banyak user kecolongan, apalagi yang tidak pakai water pressure gauge dan sering pakai kapal nya untuk di gresekin ke pantai atau sering di kandaskan di sungai. Maksud saya adalah situasi dimana impeller jadi sering masuk pasir dan cepat rusak. Karena suu operational 4tak lebih tinggi, jadi untuk mencapai overheat lebih cepat tuh yang 4tak....jika impeller ada masaaalah.
Nah water pressure gauge bisa memantau output tekanan sea water impeller sih mesin tempel...ini alat haruslah semua mesin tempel pakai, supaya keadaan cooling system bisa di pantau tanpa meraba-raba. Cara melihat "kencing" cooling water mesin tempel sudah tidak zaman, tidak akurat.
Keadaan overheat adalah penyebab utama mesin rusak atau hancur total sekalian. Kedua adalah pelumasan yang buruk. Ketiga adalah overload.
Overheat pada mesin 4tak berbeda dengan mesin 2 tak. Maksud saya berbeda adalah kenapa kok sih 4 tak lebih pekah atau babak belur terhadap overheat. Ada mesin 2 tak yang cylinder head nya individual per silinder, bukan in-line kayak kebanyakan mesin 4 tak. Saat overheat terjadi, cylinder head suka warped ( melengkung ). Jika mesin 4tak nya adalah V-6, maka per satu cylinder head panjang akan melayani tiga silinder. Jika overheat terjadi dan ada melengkung dikit, bisa bisa ada gap atau nga-ngah lah gasket di salah satu cylinder. Jika gap ini membuat sealing area si gasket buruk dan jika air laut kecolongan masuk ke mesin...mati lah tuh mesin. Jadi bukan secara langsung overheat yang merusak total tuh mesin, tetapi overheat merusak cylinder head dan air jadi masuk ke dalam mesin...aw-uwo lah...good by my love.
Jika mesin 2 tak yang pakai 1 cylinder head per piston/cylinder, dan kerana ukuran nya kecil, warping atau melengkung dikit-dikit masih bisa di toleransi ama gasket. Cuma jaman sekarang kan mesin dibuat dengan seminimal komponen kalo bisa, biar lebih cepat di rakit dan lebih murah dan etc etc. Jadi mau ganti komponen di zona A, bisa jadi si komponen ini melayani Zona A+B+C, jadi lebih mahal deh.
Bersambung................
__________________
Big fish is definitely better than BIG woman...kik kik kik
|