Bagi seorang yang hobi mancing, jika rumah pindah ke suatu daerah, maka yg dicari pertama adalah informasi lokasi mancing. Begitulah ketika saya pindah dari pasar minggu ke Ciledug, Tangerang setelah saya cari informasi mengenai lokasi mancing, maka yg terdekat dengan rumah adalah kali angke, dengan jenis ikannya adalah : Broso (betutu), Tawes, Meleman dan, gabus dll.
Suatu hari saya pergi mancing ikan betutu dengan cara mancing glosor di pinggiran kali bawah kaki kita persis dan dipinggiran sebrang kali, saya baru dapat 2 ekor ketika tiba-tiba datang seorang bapak yg langsung ambil posisi duduk disebelah saya, setelah mengeluarkan alat2 pancingnya beliau mulai melemparkannya kedalam air (saat itu, selain basa-basi sedikit, saya tidak begitu peduli dengan apa yg dia lakukan setelah itu).
yang membuat saya heran ternyata Bapak itu melemparkan umpan ada yg dipinggir, ada yg ditengah2 kali yg mengalir, yang ditengah dia beri krincingan (bell).
Tidak lama kemudian terdengar suara gemerincing dan ternyata dia strike ikan tawes..tanpa harus menggentak joran.
setelah tanya2, ternyata dia menggunakan tehnik yg menurut saya saat itu aneh

dia membuat alat sendiri dan diberi nama pancing rampok, dengan pancing itu setelah umpan dilempar, maka joran gak perlu dipegangpun akan strike sendiri, bahkan ikan gak akan bisa lari.
setelah saya selidiki ternyata alat itu dibuat dengan menggunakan potongan tempurung kelapa serta beberapa (6-

kail kecil yg digabung dengan timah diatasnya dan umpan yg digunakan adalah : mie instan kering mentah yg sudah ditumbuk menjadi tepung (tidak menggunakan bumbu), dicampur dengan tempe dan putih telur ditumbuk hingga menjadi adonan.
akhirnya saya tanpa minta ijin dari beliau langsung mencoba membuat alat itu, sesuai dengan apa yg saya amati.... dan hasilnya....ruarrr biasa....