Berangkat dari rasa penasaran gagal strike bawal di Madina Pondok Kopi pada hari sabtu 16 Februari 2008, Saya mencoba lagi cating bawal di lain empang.
Pemancingan Cinangka Indah menjadi sasaran berikutnya. Selepas aktifitas sekitar pukul 12.30 saya mengarahkan laju kendaraan ke Tanah Baru Depok untuk menjemput rekan saya Du'ay. Setelah sholat dhuhur dan makan siang kami berangkat ke Cinangka dengan berbekal sbuah joran Lemax President yang disinergikan dengan reel Daiwa Regal Xi 2000 ditambah dengan kenur kelas 8lbs. Dengan sebungkus pelet halus dan dua buah lure, satu poper 5cm buatan cungkwo dan satu minnow 4,5 cm dangan trebel merk owner kayaknya juga cungkwo.
Tiba di Pemancingan Cinangka Indah pukul 15.00, langsung saja kami bergegas masuk ke areal pemancingan. Banyak kolam ikan disana, masing-masing kolam berisi jenis ikan yang berbeda. Ada kolam emas, patin, gurame dan bawal. Saya memilih empang berisi bawal.
Sebagai sarat untuk pengenalan saya gunakan umpan pelet terlebih dahulu. Dan. Hanya bilangan detik, satu ekor bawal berukuran 2,5 ons berhasil saya naikan.
Minnow kecil segera saya pasangkan di ujung rangkaian pancing yang disambungkan dengan kenur leader sepanjang 50 cm ukuran 20lbs. Saya mulai melempar lure ke arah pojok kolam yang berukuran sedang dan berbentuk cenderung segitiga.
Lemparan pertama..sambil retriev pelan-pelan dengan putaran stabil tidak membawa hasil. Baru pada lemparan kelima dengan retriev slow berhasil disambar bawal dengan tarikan yang lumayan bertenaga. Hup...saya sedikit membentak joran kemudian rell langsung berderit karena drag saya stel cukup ringan. Bawal perdana , hasil casting menggunakan artifisial lure (minnow) seberat 7 ons berhasil saya angkat dan masukan kedalam korang.
Sedikit ingin narsis, segera mencari camera pocket Casio Exilim yang biasa saya bawa kemanapun saya pergi. Ndilalah kamera ketinggalan dirumah, langsung saya ambil HP dipinggang untuk minta difoto oleh teman saya, eh ternyata HP yang saya pergunakan tidak ada kameranya. Saya baru ingat kalo HP 9500 dipinjam anak saya dan saya dipinjamkan HP Sony Erickson W950i yang gak ada kameranya.
Ya sudah akhirnya saya tidak jadi mengabadikan moment yang cukup berarti buat saya sebagai pemancing yang baru belajar menggunak lure.
Beberapa lemparan selanjutnya gagal strike. Saya mengganti minnow dengan popper kecil berwarna merah putih dengan ada bulu dibagian ekornya. Baru beberapa kali lemparan, popper disambar...sayang mocel. Kembali poper saya lemparkan ka arah yang tidak terlalu jauh dari feeding frenzy dan meretrievnya dengan slow sambil kadang-kadang stop. Benar saja begitu saya stop retriev poper kecil dihajar bawal yang lumayan besar. Wah bahagianya saya. Derit drag Regal Xi cukup membuat uluran senar agak panjang. Karena ini moment jarang terjadi sengaja saya menikmati tarikan bawal dengan santai saja. Begitu bawal terlihat dipermukaan....wah lumayan besar, saya minta kedi untuk mengambil seser. Bawal masuk seser dan........
benar saja bawal terlepas dari trebel untung saja kejadiannya di dalam seser sehingga sang bawal masih bisa terselamatkan. Alhasil. Trebel bagian belangan patah salah satu ujung kailnya dan satu lagi bengkok.
Jam 5 sore saya putuskan untuk mengahiri casting. Dengan perolehan 4 ekor bawal. 1 ekor perolehan saya menggunakan upan pelet, satu lagi hasil perolehan Du'ay dengan menggunaka pelet juga dan dua ekor hasil casting menggunakan lure buatan dengan berat masing-masing; dg minnow bawal yang didapat seberat 7 ons dan dengan popper seberat 1,1kg.
Benar kata rekan-rekan, memancing menggunakan artifisial lure sensasinya beda banget dengan mancing konvensional.
Kiyai Sony mana pesanan saya, cepet dikirim ya...udah gatel pengen casting lage nech....
