View Single Post
  #1 (permalink)  
Old 13-02-2008, 20:35
hampala's Avatar
hampala hampala is offline
Soni
Location: Magelang
Hampala Hunter
 
Join Date: Mar 2005
Posts: 4,125
Points: 50,666, Level: 99 Points: 50,666, Level: 99 Points: 50,666, Level: 99
Activity: 38% Activity: 38% Activity: 38%
Send a message via MSN to hampala Send a message via Yahoo to hampala
Default Belajar casting meteor (kisah perkenalan-ku pertama kali dengan Heru Hansiong)

Belajar casting meteor (kisah perkenalan-ku pertama kali dengan Heru Hansiong)

Kisah ini secara khusus saya persembahkan untuk mengenang teman dan sahabatku Heru Hansiong. Semoga dengan kisah ini ikut berguna untuk mengenang bagaimana baiknya dia.

Kejadian ini terjadi kira-kira awal-awal tahun 90`an. Saya sudah tidak ingat kejadian persisnya karena sudah lama banget tapi kejadian ini masih saya ingat persis sampai ke detail2nya karena sangat berkesan.
Waktu itu saya sudah hampir setengah tahun rutin casting GT di Manganti. Teman saya adalah Mas Dib seorang kontraktor dari Purworejo. Kebiasaan kami kalau casting di Manganti adalah berangkat jam 3 sore dan setelah capek casting malamnya ada yang suka mancing jebluk pake umpan belanak. Paginya mencoba casting lagi sebentar pas fajaran setelah itu pulang ke homebase di warungnya Pak Nanang.
Karena biasanya tidur tidak nyenyak di atas karang, biasanya paginya saya tidur lagi di bangku di dalam warung Pak Nanang. Nah sedang kriyip2 tidur2 ayam saya dikejutkan dengan suara motor trail yang memekakkan telinga karena knalpotnya ada yang bocor. Pokoknya bisa bangunin seisi kampung deh. Motor trail itu dinaiki seorang anak muda yang sangar berambut gondrong dan berkacamata hitam (belakangan saya tahu mereknya Rayban yang tahan karat), setelah turun dari motor kesangarannya jadi malah keliatan lucu karena setelah lepas jaket kaosnya bolong di arah perut dan celananya pakai training biru. Tapi orangnya masih keliatan serem karena cuman diam aja tanpa menyapa trus ambil nasi dan makan sambil kakinya naik ke kursi. Saya sih diam saja, trus Pak Nanang muncul dan mereka ngobrol`in tentang mbaleng/kuro yang lagi muncul di Plawangan Bengawan Bodo, tapi munculnya agak ke arah barat jadi mancingnya harus sambil ngoyor (berendam di air). Oya sampai lupa deskripsi satu lagi di punggungnya dia terbelit dengan tali rafia sebuah joran telescopik merek Packspin yang medium dilengkapi dengan reel daiwa BG20 (seri Black Gold yang sampai sekarang masih banyak sekali penggemarnya karena awet dan tangguh serta sudah teruji dipakai di saltwater). Kenurnya pake merek waterline diameter 0,35. Di perutnya ada tas pinggang yang isinya tang jepit sekaligus potong, beberapa biji meteor dan beberapa serep leader nikelin yang sudah komplit dengan snap/penitinya.
Karena saya penasaran akhirnya saya nimbrung juga dan berkenalan dengan Hansiong alias Cacong (panggilan U`us anak Pak Nanang yang waktu itu masih berusia 5tahun). Dia akan casting mbaleng secara ngoyor dan setelah ngobrol agak lama akhirnya sirna lah kesan serem`nya karena cuman penampilan luarnya saja, dia pribadi yang hangat dan sangat suka bercerita tentang kisah2 mancing. Pak Nanang pun bersedia menemani Hansiong ngoyor, eh saya pun dijawil untuk diajak sekalian diajari casting pake meteor. Wah kenapa tidak, casting pake meteor kayaknya menarik karena pake lure yang sedemikian berat tapi kenurnya cuman setipis itu. Fyi, meteor2 yang ada di tas pinggang Hansiong rata2 seberat 60gr`an. Meteor`nya juga dibikin sederhana cuman dicat putih dan dibelang2 pake spidol hitam saja. Yang penting action`nya katanya. Oya saya juga dapat suvenir perkenalan sebuah meteor dari Hansiong yang sudah komplit dengan treble no 2/0 dan sudah terkikir tajam pula. Karena saya tidak punya tackle untuk casting mbaleng maka saya dipinjami milik Jalil keponakan Pak Nanang.

Pakai mobil Mas Dib Taft Rocky`nya kami berangkat bertiga menuju arah watu abang. Mobil diparkir dekat sungai kecil. disitu ada beberapa motor milik anak2 muda yang sedang pacaran karena memang lokasinya agak tersembunyi. Akhirnya saya tahu kenapa dia pakai celana training karena buat ngoyor sangat ideal bisa melindungi dari pasir dan kerikil dan kalau sudah di darat bisa cepat kering. Sebelum terjun ke air saya sudah agak khawatir karena ombaknya keliatan tinggi2 banget. Dan keliatan berdebum nyaring sekali. Tapi si Hansiong yang sudah sangat pengalaman bilang itu cuman keliatannya saja, karena ombak ini masuk ke muara jadi cuman cetek saja. Kalaupun tergulung ombak palingan juga terseret ke arah pinggir saja, tidak bakalan terbawa ke tengah karena saking dangkalnya muara, cuman dia wanti2 jangan terlalu ke arah kanan alias barat karena aliran kalinya sekarang mepet ke arah sana dan sangat deras, jadi daerah itulah yang berbahaya. Karena masih belajaran saya mengekor saja di belakang mereka berdua.sekedar melihat2 dulu dan sekali2 casting. Ternyata kacamata rayban itu juga sangat berguna karena bisa mengurangi silau untuk melihat kecipak belanak ketika disambar mbaleng dari bawah. Bagi yang tidak terbiasa ombak2 disitu ya cuman air-air saja... tidak ada bedanya, tapi di mata orang2 yang ahli kayak Hansiong dan Pak Nanang ada beberapa perkecualian ketika keliatan loncatan ikan2 kecil (belanak). Biasanya itulah pas mbaleng mengejar mangsanya. Ternyata memang tidak mudah casting pake meteor, saya coba berkali2 jepitan telunjuk untuk menekan senar lolos melulu karena terkena air, jadi pas mau disabet malah meluncur ke belakang.. he3.. eh saya perhatikan ternyata telunjuk mereka berdua pake tensoplast, wah curang juga nggak bilang2.. akhirnya saya minta juga... saya pasang dan coba2 lagi casting... wah susah bener karena moment sambit dan lepas telunjuk harus pas. Akhirnya pada latihan lemparan yang ke beberapa puluh, saya telat melepas telunjuk dan kenur tipis itu nyangkut di telunjuk dan dengan suara yang keras, meteor bablas lari dengan memutuskan kenur... he3.... belum dapat ikan udah putus...
__________________
Soni
dian_wiryatmo@yahoo.co.id
08562910578
ym id : super_hampala

When there is water.... there will be fish....


Reply With Quote