Hallo Om, saya ikut nimbrung nich ...........
Saya sangat setuju apa yang di katakan oleh Kang Wawan, itu yang membuat saya tidak pernah lagi mau ikutan galatama, sakit hati..........hancur .................... banget, contoh bentuk kecurangan :
1. Umpan pakai chiki, shg terapung diatas air, dengan mudah ikan besar yang sedang mengapung (kekurangan oksigen) makan itu umpan.
2. Pakai pelet Babi (besar-2 warna hijau), shg ikan dengan mudah kumpul (strike terus), kita disebelahnya bengong ........... gondok, etc.
3. Pakai umpan bakwan.
4. Pakai cacing tanah, waktu malam hari.
5. Tidak menggunakan timah (pemberat), itu yang sisebut lost stroom.
6. Menggaet ikan besar (terjadi di salah satu kolam galatama terbesar di Jakarta), hal ini pernah saya tegur............ dia ngotot ........... saya ngotot............... (tdk saya teruskan).
7. Koordinasi dengan penimbang, utk beratnya timbangan, cukup selisih 0,5 kg untuk juara, dengan imbalan yang akan diberikan oleh peserta (orangnya itu-2 saja).
8. Pengundian lapak : lapaknya yang lagi trend....... (saat itu juara terus), diatur sedemikian rupa, shg yang dapat yang panitia kenal.
sekian dulu daris saya, saya sarankan, daripada mancing di Galatama, mendingan mancing di laut : (sorry banget)
1. Ikan bisa di bawa pulang, tanpa formalin, dimakan oleh anak dan istri.
2. Tidak bisa pilih ikan,
3. Keuangan bisa diatur, tidak mungkin kita tiap hari ke laut.
4. Sensasi tarikannya beda banget sama yang di kolam.
Salam Afif (Erwin)
|