View Single Post
  #2 (permalink)  
Old 30-01-2008, 21:53
nico's Avatar
nico nico is offline
nico
Location: batam
Brotherhood among angler
 
Join Date: Oct 2007
Posts: 1,180
Points: 9,966, Level: 43 Points: 9,966, Level: 43 Points: 9,966, Level: 43
Activity: 55% Activity: 55% Activity: 55%
Default Ngelulusin permintaan Jin Baronang

Demi menjaga jangan sampai sang suhu kesurupan lagi, akhirnya pada keesokan harinya ( tanggal 29 Jan ) setelah makan siang, kami kabur dari kantor dan langsung ngacir ke rumah pak Jafar lagi untuk meluluskan permintaan jin baronang yang kemarin sempet menghinggapi suhu Arip.

Sesampainya di tempat pak Jafar, setelah melakukan speak speak kuda ( berbasa basi sambil cengar cengir kalau lagi ada perlunya aja…hehehe ) dengan tuan rumah, om Arip langsung menyeting tegeg sunlite andalannya sementara saya mulai mempersiapkan rangkaian casting untuk mencoba popperio maglure yang hingga saat ini belum memakan korban ( jadi malu ati sama mas Soni nich…hehehe… Sorry maaas…abis masih bodo banget sich saya kalau untuk urusan lure gitu… Di Batam gak ada yang bisa dijadi’in tutor praktek lapangan sich…. ).

Sementara saya belum selesai setting arsenal, sambil tengok2 ke bawah pelantar om Arip mulai cengar cengir lagi….Duuuuuhhh…kumat lagi dech kesurupannya nich dia….
Tapi untungnya kali ini dia gak kumat lagi karena selesai cengar cengir dia langsung celap celup umpan tegeg….hehehehe…..
Umpan andalan berupa bakwan sakti mulai diturunkan ke air.

Belum juga sampai 10 tarikan napas, om Arip sudah melakukan jurus gentakan tegeg sakti…. Wuuuut……Wuuuttt…… senar di tegeg meliuk2 mengikuti korban yang tersangkut di pancing garong yang berenang dengan liarnya untuk melepaskan diri.
Sementara tegeg sunlite sudah mulai melengkung….
Tanpa ampun om Arip menarik ikan untuk didaratkan ke atas pelantar. Ternyata ikan korban adalah seekor lingkis seukuran 4 jari yang sangat montok….
Satu hal yang sangat lucu…disaat lingkis berhasil didaratkan diatas pelantar dan sedang di photo oleh om Arip, mendadak pak jafar, istrinya dan seluruh tetanggganya yang bermukin di atas rumah panggung itu langsung menyerbu kami dan heboh sekali….
Mereka sangat terheran2 dengan kami. Mereka sangat heran dengan arsenal yang kami pakai untuk ngebaron itu ( tegeg dan settingannya ). Selain itu mereka juga terheran kok bisa lingkis dipancing pake bakwan, karena selama ini mereka kalau mancing lingkis pake umpan udang…Wha…ha..ha….. hiiiidup bakwan saktiii…..

Setelah itu om Arip mulai meneruskan perburuannya dan saya kembali meneruskan setting arsenal saya.
Setelah arsenal light casting selesai, saya mulai lempar kanan lempar kiri, putar ke kanan putar ke kiri….tetapi sampai tangan rasanya mau patah, tetap tak ada sambutan sama sekali. ( kayaknya kalau nanti pulang ke Jakarta, saya harus berguru sama senior2 bagaimana cara menggunakan lure dengan baik dan benar niiich… )
Disaat saya sedang lempar – tarik,lempar – tarik, om Arip berkali2 gentak tegegnya dan beberapa kali memakan korban.

Hingga saat kami pulang, om Arip mendapat 1 ekor lingkis, 2 ekor tompel dan 1 ekor angin….. sementara saya hanya memperolah masuk anginnya saja….hehehehe….

Akhirnya menjelang senja kamipun memutuskan untuk pulang karena para baronang sudah mau bobo….

Dalam perjalanan pulang kembali terjadi aksi kesurupan jin baronang…. Tetapi kali ini yang menjadi korbannya bukan sang suhu Arip, melainkan saya…hehehe…

Saya bener2 penasaran banget kok bisa2nya hari ini saya di pecundangin sama sang suhu secara telak2an…hehehe….
Akhirnya kita memutuskan untuk kembali lagi ke rumah pak Jafar pada keesokan harinya ( tanggal 30 Jan ).

__________________

masak iyaaa....mancing juga iya...
Reply With Quote