Quote:
Originally Posted by candra
Uraian yg menarik bro,
Kawan2 saya masih sering dapat ikan ini di sungai2 sekitar Cianjur, tentunya kalau sedang tdk ada yg membuang racun ke sungai.
Kalau ada yg meracun, harus tunggu setahun lebih agar bisa mancing lagi, sedih ya....
|
Maaf mas chandra, maksud mas lele lokal apa sili? Apa dua2nya dah jarang di cianjur?
Betul, mencari ikan dgn cara 'tidak halal' (potas, jenu, racun lainnya) sebaiknya dipupuskan dari kebiasaan masyarakat kita yang maunya instan namun SANGAT MERUSAK kelestarian alam. Mungkin suatu saat, menjala ikan, memasang jaring, atau alat tangkap masal di perairan alam (bukan budidaya)juga sebaiknya dilarang agar ada keseimbangan antara yg dipancing

dan yang berkembang biak. Tp melarang aktivitas menjaring dan menjala mungkin susah, apalagi kalau itu sudah menjadi pekerjaan keseharian mereka, kecuali mereka punya atau ada peluang kerja di bidang lain.
Sewaktu kecil saya pernah diajak teman2 yg sudah dewasa meracun ikan dengan potasium. Ikan yg didapat memang banyak, tp jauh lebih banyak yg tak sempat diambil, mati membusuk, sepanjang aliran sungai itu. Semua mati, telur2 ikan, anak-anak ikan, udang, semua. Menyedihkan. Lagi pula, ikan yg diperoleh dengan meracun tidak seenak hasil pancingan atau ditangkap secara wajar.
Mari kita berusaha bersikap postif terhadap lingkungan. Kita perangi cara2 instan yang merusak lingkungan, termasuk menyetrum. Mari kita sadari ini dari diri kita masing-masing dan kita tanamkan ke anak-anak kita, saudara, dan siapa pun juga semampu kita. Harapan kita, sungai2 setidak-tidaknya bisa berpenghuni lagi. Dan kita bisa tetap terus mancing sampai anak cucu kita.
Amin