salam semua,
TRIP PERTAMA
pemancing : Jarot, Mas agus dan saya sendiri
waktu : 5-6 jan 2008
lokasi : mahbang, wedi ombo, gunung kidul
teknik : mancing dasar dan kambangan
target : ikan dasar dan ikan pelagis
umpan : tongkol dan kembung 5 kg
Setelah lama tidak berangkat mancing karena kondisi laut dan cuaca yang tidak bersahabat, di awal tahun ini kami putuskan mencoba keberuntungan dengan memancing di daerah wedi ombo. Kali ini hotspot yang dipilih adalah 'mahbang' karna lokasinya yang menghadap ke timur dirasa cukup untuk menghindari angin barat yang berhembus kencang saat ini.
Tiba di lokasi, hari mulai beranjak gelap. Set pancing dengan umpan tongkol utuh langsung di lempar. Tunggu punya tunggu sambaran ikan belum datang menghampiri, hanya beberapa ikan kecil naik yang di pancing dengan fillet umpan tongkol.
Akhirnya jam 11 malam saat yang dinanti pun tiba. Reel saya berderit kencang, diikuti lengkungan joran sesaat. Setelah beberapa menit bertarung, ikan dapat dipinggirkan dan lalu dinaikkan. Ternyata ikan yang didapat adalah kampur 5kg an. Setelah memasang umpan, pancing dasar kembali dilemparkan. Namun hingga jam 2 pagi tidak ada lagi sambaran yang terjadi.
Kali ini pancing kambangan dilempar karna hembusan angin mulai berkurang. Tak berapa lama cahaya dari pelampung hilang pertanda ikan target telah menyambar umpan. Setelah berhasil dinaikkan ternyata barakuda 2kg an. Setelah itu, beberapa sambaran barakuda masih terjadi namun mocel karna hook up tidak sempurna.
Tak terasa jam menunjukkan pukul 3 pagi, saatnya istirahat karna rasa kantuk dan lelah sudah menghinggapi. Pukul 6 pagi, sang surya mulai menyapa dengan sinarnya yang hangat menyinari, saatnya packing dan kembali ke jogja.
TRIP KEDUA
pemancing : Jarot, Mas agus dan saya sendiri
waktu : 12-13 jan 2008
lokasi : grindan, wedi ombo, gunung kidul
teknik : mancing dasar dan kambangan
target : ikan dasar dan ikan pelagis
umpan : tongkol dan kembung 5 kg
Setelah mendapat kabar bahwa air sedang bagus dan pak eko mino berhasil menaikkan seekor kerapu besar di grindan, kami pun memutuskan untuk mencoba peruntungan memancing di sana.
Tiba di lokasi jam 4 sore, set pancing dengan umpun tongkol utuh langsung di lempar ke spot. Belum sempat mendapatkan tempat duduk yang nyaman, jarot sudah kelimpungan karna jorannya bergetar dan melengkung pertanda ikan target telah menyambar. Setelah beberapa saat memompa joran, ikan berhasil didaratkan, ternyata seekor kampur 3kg an.
Setelah memasang umpan, pancing kembali di lemparkan. Hanya beberapa saat kemudian, joran nya kembali bergetar hebat dan melengkung namun hanya beberapa detik senar kembali kendur. Setelah digulung ternyata senar telah putus, kami pun dibuat bingung ikan apa gerangan yang telah memutuskan braided tuna terror 80lbs hanya dalam hitungan detik.
Masih dengan perasaan bertanya2, umpan tongkol kembali dillemparkan ke spot. Tak disangka tak diduga, kejadian tadi terulang lagi, sambaran terjadi namun senar kembali kendur. Kali ini kami kami dibuat terheran2 karena yang putus bukan senar utama, melainkan leader necklin 80lbs. Ikan apa gerangan yang mampu memutuskan sling baja hanya dalam waktu beberapa detik.
Matahari mulai condong di ufuk barat, saat sedang asyik bercerita, pancing saya mendapat sambaran namun tidak terasa ganas. Saya berusaha memompa joran berirama, tidak ada terasa perlawanan namun terasa berat sekali. Kami pun menduga yang memakan umpan adalah sidat laut, namun setelah sampai di permukaan kami kembali terkaget2, ternyata seekor penyu yang telah tersangkut kail di tangan kirinya. Belum sempat kami mengangkat penyu tersebut senar telah mengendur, leader necklin yang saya gunakan ternyata telah melintir dan putus.
Setelah kejadian putusnya leader necklin, tidak ada lagi sambaran yang terjadi. Jam menunjukkan pukul 8 malam saat kami kembali mendapatkan kejutan yang terakhir. Tiba2 air yang tadinya tenang berubah 180 derajat menjadi bergejolak, kami pun lari tunggang langgang menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Sapuan ombak yang semakin besar memaksa kami untuk beristirahat dan menyudahi acara mancing malam itu. Pagi harinya ombak tetap mengganas, karna sudah tidak memungkinkan lagi untuk mancing kamipun bergegas packing dan pulang ke jogja.
Trims