View Single Post
  #1 (permalink)  
Old 08-01-2008, 12:14
aryanto's Avatar
aryanto aryanto is offline
Aryanto Purnomo
Location: Jogja - Jambi
Hanya Pemancing Biasa
 
Join Date: Oct 2006
Posts: 248
Points: 5,097, Level: 30 Points: 5,097, Level: 30 Points: 5,097, Level: 30
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
Send a message via Yahoo to aryanto
Thumbs up LUAR BIASA..!! Dok Kunangan 7 Jan 08

Target : Udang Satang
Angler : Hartono a.k.a udang satang (FF), Gempar, Ary a.k.a aryanto (FF)
Waktu : Senin 7 Januari 2008 jam 18.00 – 00.00 WIB
Lokasi : S. Batanghari – Kunangan – Jambi
Cuaca : Mendung
Kondisi air : Surut habis setelah banjir besar.
Umpan : cacing & jangkrik
Hasil : Udang satang jumbo 1 ekor, udang satang medium 7 ekor, udang telor 3 ekor (total 11 ekor) Ikan juaro jumbo 1 ekor, ukuran 0.2 kg 1 ekor, bandengan ukuran 0.3kg 1 ekor.

Pukul 3 sore, tiba-tiba muncul Pop Up Window Yahoo Messenger di layar monitor. “Hallo apa kabar…” tulisan dari Pak Hartono. “Kabar baik pak….” Jawab saya…
Chatting sore itu di sela-sela kesibukan kantor akhirnya berlanjut ke masalah mancing.
Yah.. apa lagi lah kalau member FF ketemu selain bicara masalah mancing..
Chatting hari itu ibarat jadi racun buat saya. “ Jadi berangkat jam berapa kita..?” tanya Pak Hartono.
“Sore ini pak..??” jawab saya takjub.
“Iya.. sore ini…” tukas Pak Hartono.
Mampus gue… mana kerjaan lagi banyak. Dan sekarang sudah jam 3 sore. Berarti 2 jam lagi saya harus segera siap. Padahal setelah 3 bulan bertapa, semua peralatan mancing sudah saya packing rapi di dalam lemari. Apalagi umpan.. mana sempat cari..?? Ini benar-benar acara gila. Dadakan tanpa rencana.

“Pak Hartono.. saya nggak punya umpan… maklum sudah 3 bulan nggak mancing, lagipula semua peralatan mancing sudah saya packing loh….”
“No problem.. saya sudah siap umpannya” jawab Pak Hartono…

Wow.. rupanya beliau sudah sakaw berat. Di sela-sela chatting tadi beliau sempat permisi off sebentar rupanya diam-diam beliau main sulap. “Sim Salabim….!!!” bermacam-macam umpan tiba-tiba sudah muncul di atas meja…. mulai dari cacing, jangkrik, rambutan, roti, ayam panggang, dan lain-lain. Benar-benar hebat bapak satu ini.
Dengan berat hati akhirnya saya bilang “OK pak.. saya usahakan jam 5 sore saya siap berangkat. Tapi jangan lama-lama ya Pak.. asal cukup buat melepas candu hari ini saja ya Pak..?” jawab saya.
Tergopoh-gopoh saya angkat telpon ke JJ alias Joni Jihad (FF) minta bantuan tambahan personnel. Untung si JJ confirm OK. Sementara Oka (FF) sejak pagi sudah bilang tidak bisa diganggu… ya dengan berat hati terpaksa tidak diajak. Maaf ya adik manis…. salah sendiri sibuk…hehe…

Jam 16.45 HP berbunyi.. ada telpon dari Pak Hartono. “Gimana..?? Sudah siap belum?” Tanya beliau di ujung sana dengan suaranya yang kalem..
“Waduh Pak.. maaf.. minta waktu sedikit.. ini mau keluar dari kantor aja belum bisa. Masalahnya aya aya wae... “ jawab saya.
Setelah telpon ditutup, tengok kiri kanan situasi aman, segera saya ambil langkah penyelamatan dari pandangan mata boss.... matikan komputer, trus secepat kilat cabut ke rumah sebelum Boss lihat hihihi....
Di perjalanan pulang, HP berbunyi lagi. Ada SMS masuk dari Pak Hartono. “Mau ketemuan di mana?”
Mampus gue... orang sampai rumah juga belum udah diajak mau ketemuan dimana..
Saya stir mobil seperti orang sedang kebelet… terbirit-birit… set… set…set.. sampai rumah langsung sambar peralatan mancing, pokoknya serba kilat… dan HP berbunyi lagi. Kali ini Pak Hartono telpon karena SMS tadi belum sempat saya balas… haiyaa……. Boss satu ini sudah konak berat rupanya….
“Pak, kita ketemuan di tempat JJ saja. 15 menit lagi saya sampai” kata saya..

Jam 17.20 saya tiba di kantor JJ. Semenit kemudian Pak Hartono dan Mas Gempar muncul sambil tersenyum lebar.
Ternyata kabar buruk. JJ tidak ada di tempat. Beliau ada panggilan tugas mendadak sehingga memutuskan untuk menyusul saja apabila trouble di kantor bisa teratasi.

OK no problem, the show must go on. Akhirnya kami ber-3 berangkat ke Kunangan.
Kami tiba di lokasi sekitar 20 menit kemudian.
Kondisi sungai yang barusan surut akibat banjir besar minggu lalu membuat jalanan becek berlumpur. Alhasil, terpaksa kami copot sandal, dan berjalan dengan kaki telanjang.
Jalan yang biasanya kami lalui, tertutup lumpur setinggi mata kaki. Licin bukan main. Sehingga jarak yang hanya 200 meter kami tempuh dalam waktu hampir 15 menit jalan kaki.

Setelah sampai di spot pertama (di atas tug boat rusak) Pak Hartono dan Mas Gempar langsung lempar umpan. Sementara saya masih harus berkutat dengan setting peralatan yang masih tercerai berai. Tak apa.. Kecepatan boleh nomor satu.. Penghasilan nanti dulu... haha...
Alhasil.. setelah berkutat dengan setting rigging, saya jadi peserta paling akhir yang lempar umpan.

Tidak usah menunggu lama, ujung joran saya terangguk-angguk dan segera udang satang ukuran medium menggelepar di atas dek kapal.
Pasang umpan lagi dan segera saya setting joran kedua.
Memang dasar lagi rejeki, belum joran kedua sempat dipasang umpan, joran pertama sudah melengkung hebat. Seekor ikan bandengan ukuran besar mengamuk di ujung sana. Karena ukuran joran dan reel kecil yang tidak memadai, ikan lari kemana-mana sampai akhirnya kenur saya dengan Mas Gempar terbelit jadi satu. Waktu ikan sudah menyerah kenur kami saling bergesekan pada saat akan mengangkat ikan keluar dari air dan tass…. putus..!! Untung ikan jatuh di dek kapal sehingga bisa kami amankan.

Keberuntungan terus berlanjut. Mas Gempar yang mulai panas segera setting joran ikan. Sementara Pak Hartono masih setia dengan 2 set joran udang yang tak kunjung memperoleh hasil.
Setelah lempar umpan ikan, Mas Gempar mulai survey mencari spot udang baru. Tak dinyana, tak lama setelah ditinggal, stick ikan melengkung. Saya yang berdiri persis di sebelahnya segera ambil langkah penyelamatan. Strike...!!! Mas Gempar segera berlari ke arah saya dan dengan nafas ngos-ngosan beliau segera ambil alih. Kurang lebih 5 menit kemudian nampak seekor ikan Juaro besar mengamuk di permukaan air. Luar biasa….!! Segera kami ambil foto untuk mengabadikan momen indah itu.

Setelah itu, Pak Hartono yang dari tadi belum memperoleh hasil mulai unjuk gigi.
Joran udang yang ditaruh di belakang kapal melengkung dan hampir terpental masuk air. Untung masih tersangkut di sebuah tonjolan besi, sehingga tak lama seekor udang satang ukuran medium dapat di angkat.
Setelah itu kembali Mas Gempar unjuk gigi dengan mengangkat udang satang ukuran medium juga. Sementara saya juga tak mau kalah dengan menambah perolehan seekor udang satang ukuran medium.

Suasana makin panas. Sementara Dewi Fortuna mulai menjauhi saya. Joran saya lempar kesana-kemari, celup sana celup sini tidak ada makhluk yang sudi menyentuhnya.
Pak Hartono masih menambah seekor udang satang lagi sebelum jorannya kembali terpental hampir tercebur sungai. Lagi-lagi saya sedang berada di sebelahnya sehingga bisa menyambar joran itu sebelum masuk air. Setelah joran dapat diamankan, Pak Hartono ambil alih dan wow.... lama sekali beliau fight. Kira-kira 3 menit kemudian di bawah remang-remang cahaya lampu nampak capit udang sepanjang 60 cm menggapai-gapai keluar dari air.
Luar biasa….!! Seekor udang satang jumbo menggelepar…!! Baru capitnya saja sudah sepanjang 60 cm, belum ditambah panjang udang dan sungutnyanya. Ukurannya cukup spektakuler dengan diameter kepala sebesar Aqua gelas. Momen indah ini tidak boleh lepas dari lensa kamera.

Setelah para komandan di angkat, anak buah menghilang. Arus air mulai berubah. Udang dan ikan mulai menghilang. Joran tak kunjung bergetar apalagi melengkung.
Akhirnya kami putuskan untuk pindah dan cari spot baru.
Di spot baru ternyata sama saja. Beberapa kali umpan dimakan, tapi tidak strike.
Saya pindah ke spot berikutnya. Dan sedikit lebih baik, saya menambah perolehan 2 ekor udang telor. Pak Hartono dan Mas Gempar menyusul, dan hanya menambah 1 ekor ikan juaro kecil hasil perolehan Mas Gempar.
Setelah itu suasana makin sepi. Beberapa kali umpan habis tanpa bisa dideteksi. Karena sudah bosan, akhirnya kami putuskan untuk pindah kembali ke spot pertama.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Arus air berubah. Spot pertama yang tadinya jernih kali ini sudah penuh dengan tumpukan sampah.
Iseng-iseng saya lempar joran ke tempat yang dangkal di permukaan air yang cukup bersih.
Tak dinyana belum sempat saya cari tempat duduk, ujung stick sudah bergetar. Dan kali ini seekor udang satang ukuran kecil menggelepar. Semangat kembali bangkit.
Apalagi setelah itu, joran ikan dengan mata kail ukuran besar yang saya gunakan juga dimakan udang satang ukuran besar. Ini luar biasa.. saya yang sedang beruntung atau udangnya yang rakus. Mata pancing Daichi no. 11 bisa tertelan di mulut udang yang mungil.

Tak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam. Wah.. besok pagi harus kerja. Lagipula perolehan sudah lebih dari cukup apabila dibandingkan dengan motivasi awal yang hanya sekedar melepas candu hari ini. Sehingga kami putuskan untuk menyudahi trip malam ini.

Setelah foto session sejenak, kami segera berkemas-kemas dan kembali menyeberangi genangan lumpur setinggi mata kaki yang licin luar biasa tadi.
Walaupun pakaian dan peralatan belepotan lumpur, tapi hati kami puas luar biasa.
Ini benar-benar trip tak terencana terhebat yang pernah saya alami. Apalagi (sekali lagi) motivasi kami hanya memuaskan candu hari itu.
Teman-teman FF (Oka, JJ) yang kemarin tidak bisa ikut, kami mohon maaf sebesar-besarnya... semoga lain kali bisa ikutan.. tapi masalahnya kapan lagi bisa mengalami moment ini yaa...????


Salam
ary
Attached Images
File Type: jpg Fight Juaro.JPG (48.7 KB, 54 views)
Highslide JS
File Type: jpg Gempar&Juaro.JPG (44.7 KB, 108 views)
Highslide JS
File Type: jpg Hartono&SatangMedium.JPG (58.5 KB, 64 views)
Highslide JS
File Type: jpg Hartono&SatangJumbo.JPG (58.8 KB, 104 views)
Highslide JS
File Type: jpg SatangJumbo.JPG (125.2 KB, 85 views)
Highslide JS
File Type: jpg ary&satang.JPG (74.4 KB, 94 views)
Highslide JS
File Type: jpg TotalPerolehan.JPG (82.6 KB, 123 views)
Highslide JS
__________________
The worst day fishing is still better than a good day at work
Kerja ya kerja, tapi jangan sampai ganggu mancingnya...
Reply With Quote