MANCING KAKAP PUTIH DI JEMBATAN 2 BARELANG (Habis)
[B][U][SIZE=3][FONT=Times New Roman]Halaman-2[/FONT][/SIZE][/U][/B]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[SIZE=3][FONT=Times New Roman]Sejam sejurus kemudian, jam menunjukkan pukul [U]21:40[/U]… wah mulai ngantuk nih… stick minnow saya angkat ke atas karena tidak ada reaksi penghuninya. Casting dihentikan. Lalu saya istirahat naik tangga ke atas. Duduk sambil pesan indomie rebus plus kopi pada ibu pemilik rumah makan yang sdh tutup sore tadi. Hm, nikmatnya mie rebus kala begini. Habis makan, kenyang … saya mulai terusik dengan godaan sotong lagi, tapi umpan udang hidup tinggal beberapa ekor. Jadi tunda sajalah. Jadi saya putuskan untuk beralih ke udang hidup yang tadi direndam saja di [U]ombreng[/U] [I](bejana tempat udang dicelup)[/I][/FONT][/SIZE]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[SIZE=3][FONT=Times New Roman][U]Jam 22:15[/U] saya ganti lagi susunan linenya dengan mengganti line dengan 40lb lebih halus dan leader 40lb sebagai pengaman di depan carbon single hook Morigen no. 11.[/FONT][/SIZE]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]Saya mulai celup ke laut dan mulai menarilah tangan ini… (habisnya, tangan kiri saya pegang free line, tarik-lepas-tarik-lepas dengan merasakan penuh harapan. Sementara tangan kanan memegang stick serta mengatur drag stick pada kondisi siaga penuh… lebih mirip menari rasanya). Saya casting jauh-jauh ke depan sebisanya.. he.. he.. dasar o’on nih ngelemparnya cuma dapat 10-15 meteran nampaknya. (Kalo saya bilang dapat 50meter, Anda juga tidak percaya casting dengan udang kurus 10cm bisa mencapai 50m?)[/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]… hening deh… lempar lagi, nggak ada reaksinya. Ehhh, capek deh.[/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]Pikiran saya lalu entah kemana-mana. Saya mulai nutup mata sambil merasakan tarikan line tangan kanan pada ujung jari telunjuk dan mengulur sebagian di tangan kiri membuat posisi tarik-lepas-tarik berulang ulang membentuk free line 1 s/d 1,5 meter.. Saya biarkan udang bergerak sesuka-sukanya kemana dia mau bawa line. Siapa tahu di bawah sana si udang umpan sedang susun skenario sandiwara kong kalikong dengan ikan cumi atau sotong, agar dia bisa melepaskan diri dari monoline 40lb ini. Biasanya siklus casting saya lalukan berulang beberapa menit tergantung situasi, tapi kalo malas sampai 3jam pun saya biarkan stick saya lepas dan biasanya hanya ngelihat gerakan linenya untuk memastikan bahwa umpan bergerak atau tidak ada penghalang beban akibat line nyangkut di stickhole atau benda-benda penghalang penyangkut lainnya.[/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]Lalu, sejurus kemudian… line bergerak-gerak sebentar lalu berhenti. Selanjutnya tiba-tiba, ada hentakan kecil berupa tarikan sekitar beberapa cm di free line yang saya pegang di tangan kiri saya, ….srr… sret.. line bergerak cepat 1 kali kira-kira sepanjang jengkal tangan, saya sedikit tegang dan memposisikan siaga. Segera saya kunci reel posisi penuh dan freenya mulai saya kurangi menjadi seukuran sejengkal sampai hampir siap strikefight. Line lalu sedikit saya kencangkan, persis rasanya ketika umpan dimakan kepiting. [/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[SIZE=3][FONT=Times New Roman][U]Enam[/U] detik berikutnya, saya sudah deg-deg-degan nih.. siapa tahu … ada tarikan kencang…. tak ada!! Saya berfikir ini ….kakap!![/FONT][/SIZE]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]Dan detik itu juga saya nekad dan teriak…. “ini … yap… “ saya hentak ke atas, shuutt…. dan pump penuh reel Okuma Oryx 3,8:1 . Line lalu bergerak ke kanan, sebentar mengarah pada tonggak bawah rumah makan. Saya pump kencang agar nggak masuk ke sana dan ternyata weh weh weh… saya ingin finishnya duluan saya daripada ikannya masuk ke tonggak. Saya angkat langsung dari dalam air ke tempat saya berdiri langsung saya lihat …… KAKAP KECIL!!! Kecipak-kecipak badan kakap ini membal-membal di atas pelantar, saya biarkan sebentar setelah itu baru saya tekan bagian tutup insangnya agar tangan tidak terkena pisau pipi ingsang dan saya pegang kepalanya. Maksudnya agar tidak lepas lagi ke laut. Hm, setelah saya pegang kepalanya maka habis deh perlawanan si putih ini. [/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[I][FONT=Times New Roman](Tips : jangan pernah mencoba menegakkan/ membalik kakap sehabis diangkat ke tanah karena duri atasnya jika menancap bisa membikin nyeri tangan meski sebenatr tapi sakit booo!. Beda dengan kerapu yang relatif tidak melawan sewaktu diangkat)[/FONT][/I]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]He.. he… he… saya pikir nggak ada 1 menit, si putih terangkat dan terkapar di pelantar dengan single hook menancap di bibir depan kanan bawah. Maklum kan, nggak ada perlawanan berarti, ibaratnya manchester united melawan sebuah kesebelasan liga Indonesia, ya telak deh. Aduhh mak, saya pikir tadi strike-nya gaya kakap 2kilo, tak tahunya cuma ¾ kilo.. but the way tapi tak apalah daripada gatal.[/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]Setelah itu, saya gantung ikannya dengan release hook ring, agar ikannya masih segar dan bertahan hidup sampai rencana mau diapakan.[/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]Beberapa menit lamanya kemudian, saya mulai pancing lagi dengan mata kail itu juga.. masih tajam tadi rasanya. Hampir setengah jam lamanya, nggak ada reaksi dan air masih pasang. Rekan saya yang casting pancing sotong pun mulai nggak ada reaksi dari penghuninya ditambah anak saya mulai mengantuk dan menempel di paha saya…. kasihan deh… mau dibilang tidur di mobil kok parkirnya jauh, jadinya ngalahin saja, saya pikir lebih baik pulang sajalah. Saya masih melanjutkan beberapa kali casting menempatkan udang di area kanan kiri lokasi tadi. Karena sudah mendekati jam 23:00 maka sesuai rencana awal kemudian saya ajak pak Pak Riyanto pulang, meski dengan sedikit rasa segan saya tawarin, Senin atau Selasa mancing lagi yuk pak. (Maklum, rekan saya numpang berangkat pulang dengan saya, jadinya mau tidak mau ikutan pulang deh… maaf deh pak, lain kali mancing sampai pagi aja nih, ujar saya).[/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[SIZE=3][FONT=Times New Roman][U]Jam 23:00[/U] kami keluar dari Jembatan 2 Barelang, sedikit lega meski perasaannya mau ngangkat sotong karang segitu banyak nggak bisa…saya juga bayangin, hmm siapa tahu ada yang mau ngajarin saya mancing pakai teknik jigsquid dengan benar. Ada nggak ya di thread FF? Kasih tahu donk![/FONT][/SIZE]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[FONT=Times New Roman][/FONT]
[B][U][FONT=Times New Roman][/FONT][/U][/B]
[B][U][SIZE=3][FONT=Times New Roman]Salam Mancing for All Angler[/FONT][/SIZE][/U][/B]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3]Story by Darmanto - 0813 644 81 999[/SIZE][/FONT]
[FONT=Times New Roman][SIZE=3](bara_fisher for barramundi favorit fishing forever)[/SIZE][/FONT]
|