Garongers : Johan, Budi Flemed & Ichang
Lokasi : Tubiran karang dekat P.Kahyangan
Waktu : Rabu, 26 Desember 2007
Hasil : 86 tompel 4-7 jari, 3 angin 4-5 jari, 4 kea-kea 5 jari, puluhan lingkis 3-4 jari & 20-an kakatua 6-8 ons
Ruarrr biasaaa…….Itulah ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan trip nggarong kali ini. Hasil yang sangat memuaskan dan tangan yang pegel2 luar biasa karena capek nggentakin ikan nggak berenti2.
Duo Maestro Versus Anak Bawang
Rencana trip “balas dendam” khususnya bagi oom Flemed yang sebelumnya bertiga dengan oom Joe & ogut turun hari Senin di Onrust & Cipir dimana doi boncos markoncos sedang ogut (sekali2nya) jadi jawara dengan perolehan 7 tompel 4-6 jari & oom Joe dengan 4 tompel 5-6 jari.
Sejak kemaren sore, rencana udah dibuat yang sebenarnya adalah untuk menjamu tamu jauh yang mudik ke Jakarta dari Aceh, oom Budi Rabbit. Sayang malam harinya dapet kabar dari doi kalau ada musibah yang menimpa anaknya & harus mendapat jahitan di tubuhnya sehingga doi dengan amat terpaksa membatalkan rencana turun bersama.
Sebetulnya rencana trip adalah mencoba lokasi baru di Bakauheni dimana oom Rabbit mendapat kabar dari teman garongers yang turun 4 orang dengan membawa hasil rata-rata 15 ekor tompel & batik 4-6 jarian di lokasi.
Rabu pagi jam 05.30 kita sudah meluncur dari base camp Boston di dermaga Marina Pluit. Mampir sebentar untuk mencari umpan yaitu lumut ijo & lumut lumpur. Setengah jam ngorek-orek lumpur & lumut ijo, setelah dirasa umpan cukup kita langsung meluncur menuju lokasi mancing.
Berangkat dari base camp dengan cuaca pagi yang sangat baik, tidak ada angin kencang seperti hari-hari sebelumnya tapi alun gelombang sangat tinggi, sekitar 1-2 meter yang bergerak mengayun Boston sepanjang perjalanan. Demi keselamatan dalam perjalanan, kapal tidak digeber seperti biasanya untuk menghindari bantingan yang bisa bikin pinggang keseleo.
Sampai lokasi jam 7 pagi. Ternyata sudah banyak kapal-kapal nelayan yang sedang labuh jangkar, mungkin sedang istirahat sambil menunggu saat untuk mencari ikan. Mengambil lokasi diantara kapal-kapal yang sedang labuh jangkar, posisi Boston mulai diatur dengan menyesuaikan titik batu karang yang ada di dasar laut. Setelah posisi stabil, team mulai menyetting senjata. Tidak lupa bom “perkenalan” nasi tabur untuk mengumpulkan ikan di lokasi.
Umpan langsung dilempar ke spot masing-masing. Tanpa pake acara lama, oom Joe jadi pionir dan langsung strike. Ikan di dasar melawan dan tegeg kesayangan si Loreng mulai mengangguk-angguk menahan tarikan ikan. Dalam waktu singkat menyerahlah seekor tompel 6 jari dihajar garong dan masuk ke dalam cool box besar yang dibawa. Gantian ogut yang kebagian jatah strike kedua dengan tompel ukuran sama yang menyerah kalah di tangan tegeg kesayangan Kevlar 5.1 m. Habis itu oom Joe ganti strike lagi dan masuk cool box sang tompel ketiga. Urut kacang, gantian ogut lagi yang berhasil ngangkat tompel dan masuk box. Oom Flemed yang dari awal sangat PeDe dengan ilmu pelampung celep-nya harus menelan ludah setelah dipecundangi oleh teknik pelampung gantung yang sangat efektif untuk mancing baronang dari atas perahu.
Gerah melihat oom Joe & ogut bolak balik gantian narikin tompel, akhirnya doi ganti settingan dengan teknik pelampung gantung. Tidak sia-sia doi setelah ganti strategi, tegeg “bodong” dengan tutup bonggol plastik alakadarnya mulai menunjukkan giginya. Satu persatu tompel menyerah kalah dan masuk box. Perolehan skor mulai berubah setelah 1 jam lewat. Oom Flemed langsung melesat jauh meninggalkan ogut dan mulai mendekati jumlah perolehan oom Joe.
Ikan makan tanpa henti dan isinya tompel melulu. Begitu umpan masuk air nggak lama langsung dihajar baronang yang (kemungkinan besar) sangat banyak sekali dan sedang arisan di bawah. Istilah para garongers, “turun makan”. Sampai dengan jam 10 pagi, perolehan skor sudah sangat jauh berbeda. Ogut baru dapet 12 ekor tapi duet maestro sudah lebih dari dua kali lipatnya, masing2 sudah membukukan lebih dari 25 ekor tompel. Aksi menyiksa baronang mulai diselingi dan di”ganggu” oleh bayi-bayi lingkis ukuran 3-4 jari. Sesekali ada “oom Bernard” (kea-kea) yang menyerahkan dirinya untuk kita garong, termasuk 3 baronang “masuk angin” yang semuanya disiksa oleh oom Flemed. Gila emang kalau 2 orang maestro sedang bertarung melawan ogut yang masih ijo dan junior dalam dunia penyiksaan baronang, selisih hasil perolehan sungguh sangat signifikan (mengambil istilah keren bos Didi Lingkis bin Tentatif), he..he..he….
Oom Joe berbaik hati dan memberikan “lapak”nya buat ogut, doi ganti pindah ke belakang dan ogut masuk ke depan tempat ikan ngumpul. Disini ganti ogut mengejar ketinggalan, tapi tetep saja nggak bisa mengejar perolehan duet sang Maestro. Saat perolehan ogut udah 18 ekor, mereka berdua sudah melejit dengan perolehan masing-masing lebih dari 30-an ekor, gile bener…… Ya udah, akhirnya ogut fokus untuk mencetak rekor pribadi ajah yang seumur2 nggarong belum pernah dapet tompel lebih dari 10 ekor dalam trip satu hari, he..he..he….. Tidak jeleklah buat ogut pribadi yang masih baru dalam dunia perbaronangan, 18 ekor merupakan hasil yang luar biasa. Lewat sudah rekor sebelumnya di Onrust sebanyak 7 ekor, ha..ha..ha..ha……
Masuk jam 11 siang ikan tetap gencar mengunyah umpan. Nggak sempat untuk nengokin nasi yang udah dibawa untuk bekal makan siang. Justru malah 2 bungkus nasi bekal plus sebungkus nasi bom harus di”rela”kan sebagai bom nasi tabur untuk tetap menjaga ikan berkumpul di lokasi. Sisa 2 bungkus nasi harus dibagi rata 4 orang termasuk ABK dengan jatah masing-masing hanya separuh bungkus, ha..ha..ha….. Benar-benar “pengorbanan” besar untuk sang tompel, biar perut keroncongan asal dapet ikan untuk dibawa pulang, he..he..he….
Saat air pasang tinggi siang hari, ternyata kondisi air sudah jauh berbeda. Warna air yang sebelumnya ijo gelap berubah menjadi ijo keputihan karena membawa endapan pasir dan sampah limpahan dari pantai Jakarta. Ikan langsung hilang tanpa jejak. Setengah jam kemudian kita geser lokasi sekitar 50 m untuk mencari spot yang kondisi airnya masih bagus. Setelah berputar-putar mencari titik lokasi, akhirnya kita labuh jangkar masih diantara kapal-kapal nelayan yang ada.
Disini ternyata mayoritas dihuni oleh kakatua yang gemar sekali makan umpan. Bolak balik oom Joe & oom Flemed naekin kakatua ukuran 6-8 ons yang tarikannya bikin “meriang” badan, sama ganas & “setan”nya dengan tarikan jalu. Ogut menambah omzet 1 tompel 6 jari lagi dan 1 kea-kea 5 jari di lokasi. Duet sang Maestro masih menambah perolehan beberapa tompel 5-7 jari. Emang kalo beda “kelas” laen dach, he..he..he…..
Setelah capek bolak balik narikin kakatua, akhirnya kita balik lagi ke spot semula untuk memburu sang tompel. Sampai lokasi ternyata kondisi air tetap keruh dengan sampah yang datang. Ogut nambah omzet 2 kakatua dan oom Joe masih nambah beberapa tompel di lokasi.
Akhirnya jam 12.30 setelah tompel benar2 hilang dari peredaran, kita putuskan untuk balik pulang karena 3 cool box yang dibawa (1 buah 18 ltr & 2 buah 12 ltr) sudah penuh dengan ikan dan karena tidak muatnya sehingga sisa ikan yang adapun harus ditampung dalam ember yang kita bawa.
Mengarungi alun gelombang yang lebih besar dari saat kita berangkat, jam 13.30 akhirnya kita selamat sampai di base camp. Hilang sudah rasa lelah dan penat dari pagi begitu melihat hasil perolehan yang sangat memuaskan. Ikan langsung di”gelar” di dermaga dan acara foto2pun dimulai.
Setelah ikan dimasukkan kembali ke dalam cool box dengan meninggalkan kakatua untuk jatah para ABK, kita langsung meluncur ke toko pancing Win untuk “pamer” hasil perolehan. Jam 15.00 sore kita sampai di tempat & sudah menunggu kang Tatang plus anaknya sang garonger junior yang sangat berbakat serta oom Iyong cs-nya oom Joe. Takjub mereka begitu melihat perolehan yang langsung disebar di lantai toko.
Setelah membeli es batu untuk mengawetkan ikan, semua hasil mulai dibagikan. Semua orang yang ada di toko itu tidak ada yang tidak kebagian ikan, bahkan oom Erwin, oom Iyong & kang Tatang pun ikut “menikmati” hasil mancing kita hari ini. Kita semua pulang dengan gurat senyum yang tidak hilang sepanjang jalan, he..he..he….Mak nyussss.
Ket.Foto :
1. Oom Joe strike
2. Double strike Johan-Flemed
3. Double strike Ichang-Flemed
6. Pulang dengan bahagia
7. Trio maskentir berpose
8. Total hasil mancing
9. Numpang ngeceng dengan hasil siksaan
4. Ichang with tompel
5. Flemed with tompel
10. Numpang pamer di toko Erwin
Puas...puas...puassssss.......




,