Quote:
|
Originally Posted by Asfur
Gimana mau beres penanganan terumbu karang, sementara demand pemeliharaan ikan hias air laut begitu tinggi, tapi tidak diikuti dengan pengetahuan yg memadai mengenai cara memelihara yg benar. Jadi krn harga ikan laut yg murmer, muncul pemeo, kalo mati yah beli lagi. Makanya nelayan ikan hias berlomba2 nangkepin ikan dan ambil terumbu karang dgn cara pake potas. Tapi sebaliknya kalo dilarang, bingung jg yah, ini alasan urusan perut, kalo dilarang berarti mrk ngak ada keahlian lain. Hmmmmm???????
|
Pak Asfur ..
Saya sependapat dengan cara penangkapan ikan yang salah dan tdk di dukung oleh ilmu penangkapan dan penangkaran yg memadai. Ikan hias air laut kita banyak jenisnya tapi yang rela untuk melakukan penelitian guna mendukung pelestarian tsb sangat kurang sekali(dgn alasan ekonomi biasanya).
Tapi saya tidak setuju kalo itu semua berujung untuk alasan perut karena terlalu permisif sepertinya. Itu semua hanyalah karena alasan margin / keuntungan yang besar yg bisa di dapat dari situ.
Sekarang gimana ngak untung gede ? kalo kita mengambil "hasil dari sesuatu yang tidak kita tanam" dengan hanya bermodal portas atau racun2 pembunuh sejenisnya.
It's just my opinion
Salam