Thread: Terumbu Karang
View Single Post
  #1 (permalink)  
Old 01-08-2006, 21:39
Cyber_Octopus Cyber_Octopus is offline
Firman M Priambodo
Location: Jakarta - Pondok Kelapa
Regular Fishy
 
Join Date: Aug 2005
Posts: 421
Points: 4,935, Level: 29 Points: 4,935, Level: 29 Points: 4,935, Level: 29
Activity: 0% Activity: 0% Activity: 0%
Send a message via Yahoo to Cyber_Octopus
Default Terumbu Karang

TERUMBU karang di perairan Indonesia kerap disebut-sebut dalam kondisi rusak parah. Bila mengacu pada penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P3O-LIPI), terumbu karang yang hancur lebur mencapai hampir 50 persen, sedangkan yang masih sangat baik tinggal 6,2 persen. Kerusakan itu terutama disebabkan praktik pengeboman ikan dan pengambilan karang untuk bahan bangunan dan reklamasi pantai.
Kondisi rusaknya terumbu karang itu akan terasa makin memprihatinkan bila mendengar keterangan dari pakar terumbu karang, yang mengatakan bahwa pemulihan terumbu karang memakan waktu cukup lama, berpuluh hingga beratus tahun. Itu pun bila kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung.

Padahal, fungsi terumbu karang amat besar bagi kelangsungan hidup ikan dan beragam biota laut lainnya, mulai dari tempat mencari makan hingga berkembang biak. Oleh karena itu, rusaknya terumbu karang berarti juga menurunnya populasi ikan. Itu berarti pula berkurangnya pasokan ikan sebagai bahan pangan manusia. Manfaat lain dari terumbu karang adalah sebagai pelindung pantai dari abrasi.

***
MELIHAT peran terumbu karang yang begitu besar, pertanyaan yang muncul adalah mungkinkah dilakukan rekayasa untuk memulihkan kondisi karang yang telah amburadul itu?

Upaya untuk mengatasi masalah dengan mengembangkan teknologi terumbu karang buatan dan teknologi transplantasi karang.

Yang disebut terumbu karang buatan adalah struktur bangunan yang ditenggelamkan di dasar laut agar dapat berfungsi seperti terumbu karang alami sebagai tempat berlindung ikan. Dalam jangka waktu tertentu, struktur yang dibuat dengan berbagai bahan seperti struktur beton berbentuk kubah dan piramida, selanjutnya membantu tumbuhnya terumbu karang alami di lokasi tersebut. Dengan demikian, fungsinya sebagai tempat ikan mencari makan, serta tempat memijah dan berkembang biak berbagai biota laut, dapat terwujud.

Selain itu dasar laut harus dipilih yang tidak berlumpur. Setelah terpasang di lokasi yang memenuhi syarat, di permukaan ditempatkan sebuah pelampung yang dihubungkan dengan tali dan diikatkan pada karang buatan itu. Pelampung itu akan menjadi tanda atau peringatan bagi pengguna perairan, misalnya nelayan, bahwa di lokasi dimaksud terdapat karang buatan.

Benda hasil rekayasa para ahli itu selanjutnya akan dihinggapi oleh binatang-binatang karang, yang seiring perjalanan waktu akan mengalami proses pengerasan atau pengapuran. Semakin lama berada di kedalaman air dan mengalami proses seperti itu, benda tersebut akan makin kuat, dan diharapkan bisa menjadi tempat bagi ikan-ikan di laut untuk bertelur serta tumbuh dan berkembang.

Dengan fungsi seperti itu, karang buatan mirip dengan rumpon, yang di pantai Jakarta dibikin dengan menenggelamkan bus-bus atau becak-becak bekas. Hanya bedanya, terumbu karang buatan memiliki fungsi-fungsi lain yang lebih kompleks.

Pembangunan terumbu karang buatan di sepanjang pantura bisa merupakan proyek miliaran atau bahkan triliunan rupiah. Pembuatannya mungkin pekerjaan mudah. Tapi proses penenggelaman dan penempatannya di laut memerlukan keterlibatan para ahli di bidangnya.

***
Transplantasi atau pencangkokan karang dilakukan dengan memotong karang hidup, lalu ditanam di tempat lain yang mengalami kerusakan. Transplantasi karang diharapkan dapat mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak dan dapat pula dipakai untuk membangun daerah terumbu karang baru yang sebelumnya tidak ada. Selain itu, kegunaannya juga untuk menambah karang dewasa ke dalam populasi sehingga produksi larva di ekosistem terumbu karang yang rusak dapat ditingkatkan.

Di Indonesia, saat ini transplantasi karang masih dalam tahap pengkajian, baik dilihat dari aspek ekologi maupun aspek ekonominya.Beberapa negara memang telah mengembangkan lebih lanjut teknologi cangkok karang itu, antara lain Australia. Tujuannya, selain untuk rehabilitasi, juga melakukan budi daya untuk memenuhi kebutuhan pasar akan karang hias. Jenis yang banyak dibudidayakan, antara lain, karang piring (Heliofungia aktinoformis), karang sarang burung (Seriatopora hystrixs), dan karang melati.

Di Taman Laut Great Barrier Reef, misalnya, pencangkokan karang dilakukan untuk mempercepat regenerasi ekosistem terumbu karang yang rusak akibat serangan Acanthaster plancii atau bulu babi.

Di Hawaii, Amerika Serikat, transplantasi karang bertujuan untuk menumbuhkan kembali terumbu karang mati karena limbah di perairan. Di Florida (AS), hal itu dilakukan untuk mempercepat dan memperbanyak tutupan karang.

***
TRANSPLANTASI karang yg pernah dilakukan di kepaluan seribu yaitu di selatan gugusan Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Tujuan penelitiannya, antara lain, untuk mengetahui tingkat pertumbuhan karang dengan melihat pada pertambahan tinggi, perbanyakan tunas, pada media bambu dan keramik. Hasil penelitiannya diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi rehabilitasi terumbu karang di Indonesia dan untuk mengembangkan budi daya berbagai jenis karang hias yang mempunyai nilai komersial.

Salam
Reply With Quote