Thread: Makan
View Single Post
  #2 (permalink)  
Old 13-12-2007, 10:39
silver_sanma's Avatar
silver_sanma silver_sanma is offline
Lorensius
Location: Osaka, Japan
RegularFishy
 
Join Date: Aug 2007
Posts: 1,320
Points: 10,706, Level: 44 Points: 10,706, Level: 44 Points: 10,706, Level: 44
Activity: 35% Activity: 35% Activity: 35%
Default

Itu amat sangat perlu disayangkan sekali, ya, Pak!

Nampaknya manajemen rumah makan di sebagian rumah makan di Indonesia ini masih kurang bagus. Manajemen rumah makan ini kan termasuk manajemen bahan makanan yang akan dipakai.

Dulu saya juga ada pengalaman yang mungkin tidak akan terlupa seumur hidup. Saya waktu itu ke Parang Tritis, Yogyakarta dengan pacar saya, orang Jepang (sekarang dah jadi istri saya ). Karena kami tidak tau mana rumah makan yang enak, kami masuk ke sebuah rumah makan yang agak ramai. Pikir kami, mestinya kalau rami itu makanannya lumayan, lah! Karena lapar, tanpa banyak tanya dan pikir, kami pesan soto ayam. Cukup cepat datangnya makanan. Tapi begitu kami sentuh, soto ayam itu nggak panas, cuman hangat. Mau komplain, kok lagi saya yayang! Ya, udah cuek aja, saya makan! Alamak, rasanya sih biasa, tapi ada aroma yang kurang enak. Pas saya coba makan daging ayamnya, saya (maaf) hampir muntah! Itu pertama kali saya makan ayam busuk! Saya lihat pacar saya, tanpa omong apa-apa dia makan terus. Saya benernya heran, tapi cuek aja lah, siapa tau punya dia rasanya enak...

Pas udah kejadian itu, saya sebenarnya sudah lupa sama insiden "ayam busuk" itu, tapi pacar saya yang menolak kalau saya ajak makan soto ayam yang adalah kegemaran saya, membuat saya ingin tahu alasannya. Pas saya tanya, dia bilang dia tidak suka soto ayam, karena tidak enak. Rasa dagingnya seperti daging busuk! Blaik, jadilah kami curhat, kalau dulu di Parang Tritis itu sebenarnya dia merasa tidak enak, tapi karena baru "nge-date" dia paksa makan juga karena dia tau itu makanan kesukaan saya. Kasihan sekali! Untung dia tidak kapok makan soto ayam, sebab setelah itu, saya yakinkan dia kalau soto ayam yang dulu itu emang tidak enak, dan saya bawa dia ke warung soto ayam langganan saya di Kotagede, baru dia bilang enak, dan sampai sekarang, tiap kami ke Yogya, kami pasti makan soto ayam di langganan saya dan terus cerita ttg soto ayam busuk di Parang Tritis itu.

Nah, gitulah rumah makan yang manajemennya jelek. Bahan makanan yang mau disajikan itu bisa jadi sudah disimpan lama, tapi karena kalau dibuang begitu saja dia pikir dia rugi, ya dia pakai terus. Padahal, begitu pelanggan / tamu kena makanan yang basi, seumur hidup mungkin dia tidak akan makan ke situ lagi. Itu kan rugi besar buat dia. Tapi hal seperti itu nampaknya belum sempat terpikir oleh mereka. Belum lagi cerita dari mulut ke mulut ttg kualitas restoran itu.

Emang patut disayangkan, tapi ya.... mau gimana lagi....
__________________
Rgds,
s_s (sabiki.multiply.com)

...heaven only helps who help themselves...
Reply With Quote