View Single Post
  #1 (permalink)  
Old 10-12-2007, 18:36
markus markus is offline
Markus
Location: Bekasi
RegularFishy
 
Join Date: Mar 2007
Posts: 156
Points: 2,244, Level: 19 Points: 2,244, Level: 19 Points: 2,244, Level: 19
Activity: 21% Activity: 21% Activity: 21%
Default Report Turnamen Sumba Timur

Turnamen Mancing Pesona Bahari Sumba Timur
Sumba Yang Luar Biasa


Pada tanggal 23-24 November 2007 Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia (Formasi) dan Pemda Sumba Timur menggelar perhelatan akbar “Turnamen Mancing Pesona Bahari Sumba Timur 2007”. Turnamen yang berlangsung pantai Kalala, Teluk Weijelu Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur ini diikuti 14 tim dari berbagai wialayah Indonesia.

Turnamen dengan semangat untuk meningkatkan wisata bahari di wilayah Kabupaten Sumba Timur ini, barangkali menjadi turnamen yang sangat berarti bagi wisata dan penghasilan rakyat Sumba. Bayangkan saja, bergeraknya sector kekayaan bahari yang kaya namun beleum dimanfaatkan ini, tentu saja bisa mendongkrak Kabupeten Sumba Timur yang terkenal kondisi alam dan geografis kurang subur.

Gagasan turnamen mancing yang di gulirkan Formasi yang penuh semangat untuk memajukan Sumba Timur ini langsung ditangkap Bulati Sumba Timur, Ir. Umbu Mehang Kunda dan jajarannya. Menurut Bupati Sumba Timur kepada mrk mengatakan bahwa potensi bahari di Sumba Timur sebenarnya kaya dan besar namum belum sepenuhnya dimanfaatkan. “Kami menyadari bahwa potensi wisata bahari di Sumba Timur ini besar, namun kami menyadari bahwa kami belum optimal untuk mengelolanya. Untungnya kami bertemu dengan pengurus Formasi lantas mereka berembug untuk membentuk turnamen mancing dengan harapan lewat event ini kegiatan wisata bahari semakin terdongkrak,” tutur Bapak Bupati.

Gayung pun tersambut antara Pemda Sumba Timur dan Formasi lalu mereka sepakat membuat event turnamen berkelas nasional. Meskipun persiapan turnamen tergolong singkat, namun kenyataanya diikuti 14 tim yang sudah sering mengikuti berbagai turnamen.

Sebut saja tim Kemala Sari dengan pemancing Dr. Benyamin, Safik, Masta dan Mursid, diman tim ini telah sering menjadi juara di berbagi turnamen. Sementara tin dari daerah Bekasi turun dua tim yaitu Tim BFC++ dengan pemancing H. Sutara, Pristianto, Andre dan Neneng Mulyati. Satu lagi memaki nama Tim Atlantik Team (BFC) dengan pemancing Toupik Hais, Lully Somantri dan Wiwin Kuworo.

Sedangkan ada 2 tim yang terkenal maniak lantaran sering melakukan ekpedisi mancing yaitu Tim Wahyu dari Bali dengan pemancing Rudy Tamaela, Wahyu Tamaela Engel Bert dan Hakim. Satu lagi adalah tim Orcha dengan pemancing Aan Burhanudin, Hanni, Budi Gombong dan Heryadi.

Sementara itu Ketua Formasi Dr Ir. Yuwono Kolopaking yang mancing bersama Suwardjono, Icha dan Djoko Nugroho memakai nama tim Tindarung. Sementara itu pengurus Formasi Jakarta yaitu Sulaeman mancing bersama Agustinus memakai nama tim Si Gareng.

Sementara tim Daiwa menurunkan dua tim. Tim Mitra Daiwa satu di komandoi oleh M. Ferry, Aibun, dan David Fernendes. Sedangkan tim Mitra Daiwa 2 dipimpin oleh Eric Laoh, Dudit Widodo Trans7, Emen dan Johan.

Peserta dari Sumba Timur ada 4 yaitu tim Bahari, Barakuda 1 tim Victoria dan ti Barakuda 2. Sedangkan untuk tim dari Sumba Barat adalah tim Adventure.

Turnamen di Buka Bupati Sumba Timur
Setelah semua pemancing dari berbagai daerah berdatangan di basis turnamen, tanggal 22 November 2007 turnamen dibuka secara resmi oleh Bupati Sumba Timur, Bapak Ir. Umbu Mehang Kunda yang didamping pejabat pemda dan ketua Umum Formasi Dr. Ir Yuwono Kolopaking. Setelah turnamen di buka secara resmi, acara dilanjutkan dengan briefing turnamen yang dipimpin oleh Direktur Turnamen, Yahuda Tirtadihardja.

Dalam briefing itu Yahuda membacakan aturan turnamennya. “Nilai ikan sesuai angka kilogram bobot ikan. Nilai ikan yang dilepas adalah 50 untuk jenis ikan kategori marlin (& swordfish) dan 30 untuk jenis ikan kategori layaran (& spearfish).Apabila terdapat billfish diangkat ke kapal, namun bobotnya tidak berhasil menjadi rekor nusantara baru dikelasnya, nilai angka perolehan tim akan dikurangi sebesar 75 untuk marlin dan 45 untuk layaran. Pemenang turnamen adalah Tim yang memperoleh nilai tertinggi dari jumlah nilai total ikan yang diperoleh semua anggota timnya.Jika terdapat nilai yang sama, juaranya adalah Tim yang mendapat ikan lebih dahulu sesuai catatan petugas pengendali radio di basis turnamen. Selain di setiap kapal akan ditempatkan pengamat sebagai wakil juri,” kata Yahuda kepada peserta.

Turnamen Hari pertama
Pada tanggal 23 November merupakan turnamen hari pertama. Ketika matahari di ufuk timur mulai menyingsing, satu per satu kapal-kapal peserta mulai meninggalkan pantai Kalala dan mulai mancing di Teluk Weijelu memburu ikan-ikan besar.

Dari pantauan radio yang terus memantau jalannya turnamen mulai pagi hingga sore sudah banyak peserta yang melaporkan hasil pancingan. Ikan-ikan bobara (giant trevally/ GT) banyak mendominasi perolehan. Selain ikan itu juga terdapat tenggiri, barakuda dan lemadang. Dari hasil banyaknya ikan bobara menandakan bahwa peserta turnamen yang mancing dengan teknik popping.

Sampai batas akhir waktu penimbangan pukul 17.00, panitia di kejutkan oleh hasil pancingan tim BFC++) yang menimbang ikan bobara (GT) seberat 23,4 kg dan 11,4 kg. Ikan bobara yang di pancing Andre dari tim BFC++ inilah yang mengantar tim ini yang terdiri dari Pristianto, Andre, Neneng dan H. Sutara menjadi juara di hari pertama dengan nilai 34,8 kg. Pada posisi kedua di hari pertama di tempati oleh tim Wahyu dari Bali.

Turnamen hari kedua
Pada tanggal 24 November 2007 merupakan turnamen hari kedua. Jika tim-tim di hari pertama belum mendapat banyak ikan, di hari kedua ini mereka mengubah strategi memancingnya untuk mengejar ketinggalan.

Semangat yang menyala-nyala diantara peserta terlihat ketika mereka bersama-sama mendatangi perahu di pantai Kalala. Sayangnya pada pagi itu semua kapal tidak bisa melaut pagi-pagi karena harus menunggu air pasang. Baru setelah pukul 08.00 semua kapal bisa keluar dari pantai meninggalkan pantai Kalala.

Satu jam setelah mereka melaut, radio turnamen silih berganti melaporkan hasil. Hampir setiap tim melaporkan peristiwa mancing yang dialaminya. Banyak strike dan hasil tangkapan tentu saja menandakan bahwa daerah Sumba Timur lokasi mancing yang masih ”perawan” alias masih banyak ikan.

Teka-teki siapa yang menjadi juara turnamen terjawab sudah setelah batas akhir waktu penimbangan selesai pukul 18.00. Tim Mitra Daiwa 2 yang terdiri dari Eric Laoh, Dudit Widodo Trans-7, Emen dan Johan Wijaya memimpin hasil tertinggi setelah Eric Laoh berhasil tag and release marlin. Keberhasilan tim Mitra Daiwa mengumpulkan point tertinggi dan mendapat marlin maka tim ini mengantongi hadiah juara pertama sebesar Rp. 10 juta ditambah juara hari kedua Rp. 1,5 juta dan juara billfish sebesar Rp. 2,5 juta.

Sementara itu tim Bahari yang merupaka tim asal Sumba Timur dengan pemancing Rizal Untono,Hassan Amadin, Hassan Zen dan Rin di hari kedua ini menyodok di posisi kedua dengan nilai 1018. Dengan demikian tim Bahari ini berhak atas piala dan uang tunai sebesar Rp. 7,5 juta.

Sementara tim Wahyu dengan personil dari Bali dan Surabaya yang konsisten mancing popping berhasil menjadi juara ketiga. Tim yang terdiri dari Wahyu Tamaela, Rudy Tamaela, Engelbert, dan Hakim.

Secara keseluruhan turnamen mancing pesona Sumba Timur benar-benar luar biasa. Ikan yang melimpah dipadu dengan pemandangan alam yang asri dan alami membuat pemancing terbuai oleh eksostiknya yang tidak bisa dijumpai di daerah lain. (mrk) bERSAMBUUUUUNG....
Reply With Quote