Quote:
Originally Posted by fishy
Sekedar informasi soal Nike. Kebetulan gw cukup lama di persepatuan, jadi kurang lebih tahu.
Nike itu didirikan dengan konsep Sepatu olahraga bermutu yang dirancng di Amerika, dan diproduksi di Asia. Pada awalnya Nike diproduksi di Korea (waktu itu tenaga kerja di Korea masih murah). Konsep ini ternyata sangat sukses, sehingga menggusur Adidas yang waktu itu masih diprodusi di Jerman atau negara maju lain. Mengapa? Misalkan harga barang $10. Biaya design, dll $3, Nike hanya menghabiskan $1 untuk tenaga kerja, sisanya $6 untuk bahan baku. Adidas menghabiskan $3 untuk tenaga kerja, dan $4 untuk bahan baku. Selisih $2 atau 50% itu bisa digunakan Nike untuk membeli bahan dan asesoris yang lebih baik.
Sama saja dengan peralatan pancing, jika ada dua barang, misalnya reel seharga 1 juta rupiah, yang satu buatan Jepang, satu lagi buatan Indonesia/Malaysia/Cina, 99% kemungkinannya yang buatan Indonesia/Malaysia/Cina lebih baik! Kenapa? Karena dari harga 1 juta itu yang buatan jepang mungkin 30% dihabiskan untuk biaya tenaga kerja, sedangkan yg Indonesia hanya 10% atau kurang. Selisih harga itu tentu saja bisa digunakan untuk membeli bahan yang lebih baik.
|
Adrianus ,
Sayangnya realitas nya tidak begitu , beli barang semurah mungkin tetapi jual semahal mungkin setelah produk itu sampai di negaranya dan barang tersebut tidak bisa dijual di negara dimana lokasi produksi nya n kalau juga mau dipasarkan di negara asal produksinya , tetap saja harus di import lagi , contohnya Shimano rod buatan Batam yang di export ke Singapura lalu di import lagi masuk ke Indonesia , Halco lures yang dibuat di Batam tetapi di export ke Australia dan nanti kita di Indonesia import lagi dari Australia .
Lain soalnya kalau beli franchise spt. Polo T shirt yang memang di produksi di Indonesia untuk market Indonesia saja dan tidak di export keluar negeri , kalaupun di export , mutu bahan nya agak lain dgn produk local .
Jon .