Originally Posted by ayung_4610
Sampai di waigapu kami melihat-lihat di dermaga lama, disana mereka tidak mengenal baronang, akhirnya saya melihat ada yg menjual ikan bakar, saya lihat di cool box ada baronagn , saya tanya ini ikan apa namanya, disana tompel di pangil mandoli sedangkan lingkis di panggil malara,
esok harinya sama dengan hany, pergi negek di dermaga fery, mancing 1 jam dapat lingkis dan tompel 4 ekor ukuran 3 , 4 jarian
esok harinya dengan hary, budi dan hanny dan saya mancing lagi di dermaga fery , hery dapat jaru 1 hanny dapat lingkis 5 jarian, sedangkan saya dapat ketang-ketang dan tompel total 8 ekor
esok harinya saya sendiri ke dermaga fery sendirian, karena mereka lanjut ke kalala untuk poping, saya datang pagi-pagi sekali , air sangat jernih, terlihat tompel ukuran 10 jari ngumpul di bawah dermaga, saya turunkan pancing , karena ukuran joran saya 4 meter, sedangkan panjang tenur sekitar 3.5 meter disana lumut di serbu jalu, baronag kecil, saya penasaran, tompel besar enggak mau naik keatas, saya tambahkan panjang kenur, sampai dasar sekitar 4.5 meter, dan tompel 10 jarian baru mau makan, akhirnya saya berhasil naikkan tompel 10 jarian 2 ekor, dan lingkis 8 jarian 1 ekor, dan banyak ukuran 4 5 jarian, mancing sebentar jam 9 pagi angin sudah mulai masuk
esok hari kembali ke deramga fery baru dapat 1 ekor, datang kapal fery sekitar jam 8 pagi, karenya saya tidak bisa mancing saya pindah ke dermaga baru, disana saya kasih tunjuk ikan ke pemancing lokal, dia bilang tempat ngumpulnya di kapal barang bagian belakang dermaga, saya kesana dan dapat tompel dan lingkis 3 ekor, total hari itu dapat 4 ekor 10 jarian, berhubung banyak aktifitas bongkar muat disana dan dermaganya kecil akhirnya saya memutuskan kembali ke hotel
untuk mancing kesana sebaiknya membawa lumut dari sini karena disana lumut sangat susah di dapat, maaf saya punya fotonya karena saya tidak membawa kamera
thanks
|