Terinspirasi oleh resep udang steamnya om William, pada hari minggu kemarin saya mencoba membuat makanan dari udang. Karena hingga kini saya belum mendapatkan arak hasil sulingan pertama, akhirnya saya memutuskan untuk berkreasi dengan bumbu2 yang ada di dapur saja.
( om William...terima kasih atas inspirasinya ya...

).
Setelah hasilnya jadi, udang steam ini memiliki rasa yang cukup lumayan. Terbukti waktu menu ini saya sajikan sebagai bekal makan siang saat saya ngebaron minggu kemarin, om Arip menyantapnya dengan penuh kepasrahan.. ( mau gimana lagi ya om.. abis gak ada makanan lain..hehehe..mana di lokasi sekitar gak ada warung indomie pula...hahahaha...)
UDANG STEAM
BAHAN
1/2 kilo Udang ukuran sedang
1/4 cangkir Ang ciu ( arak masak )
4 sendok makan Kecap asin yang encer / light ( saya pakai kecap asin cap hati angsa karena punyanya ya
cuma itu..hehe )
2 sendok makan Minyak wijen
1 rimpang Jahe, dikupas dan potong julliene ( seperti batang korek api )
2 batang Daun bawang dipotong juliene juga
12 butir Tomat cherry ( tomat kecil seperti buah cherry )
CARANYA
Udang di cuci bersih ( tanpa di kupas kulitnya ) dan potong bagian ujung kepalanya ( sungut dan "tanduk"nya ).
Letakkan udang di dalam wadah tahan panas ( saya menggunakan wadah alumunium karena tidak punya pyrex ) karena nantinya udang ini akan di kukus / steam.
Masukkan ang ciu, minyak wijen dan kecap asin kedalam wadah yang berisi udang, aduk2 hingga rata, diamkan sejenak ( sekitar 15 menit ) agar bumbu meresap.
Sambil menunggu bumbu meresap, siapkan dandang dan panaskan hingga beruap.
Jika bumbu sudah meresap, letakkan potongan jahe, daun bawang dan tomat diatas udang. Tutup wadah dengan alumunium foil. Beri sedikit lubang2 pada permukaan alumunium foil agar panas uap air ( steam ) dapat masuk ke dalamnya.
Masukkan udang ke dalam kukusan dan masak hingga matang ( kurang lebih 10 - 15 menit ) atau hingga uap air yang keluar dari dandang berbau harum ( kombinasi antara bau jahe dan daun bawang...kalau ada bau2 sangitnya berarti dandang/kukusannya lupa di isi air tuch om...hehehe ).
Udang siap disantap dengan irisan cabe rawit ditambah kecap asin sebagai sausnya.
NOTE :
Malam ini tadi saya iseng2 menerapkan metode yang sama terhadap baron2 korban ngegarong minggu kemarin..ternyata hasilnya dapat dipertanggungjawabkan...ini terbukti karena setelah selesai masak, saya pergi mandi sebentar..setelah selesai mandi di meja makan hanya bersisa wadah alumunium bekas baron2 tadi bersemayam, plus sedikit sisa irisan jahe dan daun bawang...sementara isinya sudah berpindah ke piring teman2 satu rumah tanpa seekorpun disisakan untuk saya....

( dasar wong nggragas kabeh...hahaha )
Selamat mencoba...semoga berkenan di lidah om2 sekalian....