Satu hal, yang kadang lupa diperhitungkan adalah biaya tenaga kerja dari sebuah produk. Sebagai gambaran, dari harga sebuah produk (reel) seharga sejuta rupiah (mis: Navi PG atau Freams J) kemungkinan disribusi biayanya sbb:
Pajak, bea masuk, dsb: 200 ribu
Biaya Distribusi, margin keuntungan toko, distributor: 400 ribu
Biaya-biaya marketing dsb: 100 ribu
Biaya bahan: 200 ribu
Tenaga kerja: 100 ribu.
Ini berhubung produk dibuat di Malaysia atau Thailand. Nah, kalau produk dibuat di Jepang, biaya tenaga kerjanya bisa 1 juta rupiah, jadi anda harus membayar Freams J atau Navi seharga 2 juta rupiah.
Untuk produk seperti Stella atau Saltiga mungkin biaya tenaga kerja 1 juta rupiah masih OK, tapi untuk produk sekelas FreamsJ?
Bagaimana kalau anda disuruh memilih antara 2 produk yg persis sama dan serupa, yang satu harganya 1 juta rupiah, buatan Malaysia, satu lagi 2 juta rupiah, buatan jepang, yang mana yang anda pilih? Kalau saya pasti pilih yg Malaysia.
__________________
adrianus
What does not kill me, makes me stronger - Friedrich Nietzsche (1844-1900)
|