Quote:
Originally Posted by Rudy 007
Tapi suka ga suka kadang2 maslah "made in" ini punya pengaruh sangat besar. Apalagi yg masih punya tulisan made in japan, walau secara kualitas saya rasa sih sama aja dgn yg lain. Tp konsumen lebih respek/minat dgn yg buatan negara aslinya. Ini nyata terjadi yg saya lihat di toko pancing teman saya.
|
Memang ada beberapa negara , a.l. Jepang , Jerman , Swedia , Norwegia , etc. yang masyarakat nya punya tradisi perfectionist dan tradisi ini ter-refleksi dari mutu produk nya , hanya saja produk dari negara seperti itu umumnya harganya juga tidak rendah jadi untuk yang mencari harga ekonomi , jangan berharap banyak .
Sebaliknya ada beberapa merk yang sudah menjalankan system " globalisation " yang baik , umpamanya Toyota , etc. , produk Toyota di negara negara spt. Thailand sudah bisa menjadi unggulan dan di export balik ke Jepang dan negara lain nya . Memang top of the range dari produk Toyota pun masih JDM ( Japan Domestic Manufacturing ) , contohnya Lexus .
Kalau reel , Stella / Saltiga / Antares / Steez , etc. masih JDM sedangkan lain nya mungkin buatan Malaysia / Thailand ataupun China , tergantung dari segment market masing masing product . Contohnya nih : joran Shimano spt. Caranx Kaibutsu tuh buatan Batam yang development nya oleh Shimano Sout East Asia , makanya tidak tercantum di brochure Shimano di region lain nya termasuk domestik Jepang .
Made In ... tidak penting kalau kita mancing nya tidak " extreme " , yang penting balance tackle diperhatikan tetapi kalau memang mancing nya sudah menjurus ke yang specialised , tentunya memerlukan specialised equipment juga . Negara maju spt. Amerika n Australia saja masih ketinggalan jauh dgn Jepang kalau sudah bicara mengenai GT/Tuna popping n jigging tetapi sebaliknya kalau sudah trolling , mungkin sebaliknya terkecuali Shimano Tiagra / TLD yang memang sudah menjadi tolok ukur produk sejenis dari seluruh dunia .
Jon .