Melanjutkan ceritanya Mas Doni nih,,,,
Pada waktu pertama kali umpan dimakan ikan langsung joran saya sentak dan strike, joran langsung melengkung dan reel langsung saya gulung. Baru menggulung beberapa putaran, tiba-tiba si ikan langsung lari ke arah timur menjauhi perahu dan teman-teman pada teriak, reel jangan ditahan, dengan cepat benang PE5 keluar dari Reel Daiwa J Freams 4500 yang saya isi 200 m, sambil dengerin juga teriakan-teriakan double strike dari Mas Doni dan Mas Budi, nggak sempat nengok sih. Karena sudah 100 m benang tetap keluar terus, terpaksa saya pindah ke ujung perahu, dan ternyata si ikan tidak berhenti juga, sampai benang di reel sudah mendekati habis, dan saya semakin kebingungan, mas Doni bilang supaya reelnya ditahan!! Tepat pada saat habisnya benang di reel saya stop reelnya dan langsung putus. Termangu-mangu saya sambil geleng-geleng kepala, luuuaaar biasa ikan ini. Pengalaman yang tidak terlupakan !!!
Setelah benang saya gulung kembali ternyata putusnya bukan pada benang PEnya atau di sambungan midknot PE dan mono 40 lb, tetapi ternyata putusnya di mono rangkaian yang saya pakai, 21 lb.
Setelah selesai tenger-tenger, langsung Mas Dwi dan Tera bersemangat untuk menurunkan Jignya. Tapi yang strike duluan Mas Doni dengan ikan Mujair laut seukuran 7 jari.
Saya pasang rangkaian baru lagi dan nggak lama strike lagi, dan joran cukup melengkung, tanda perlawanan dari si ikan. Saya coba tarik dan gulung sambil duduk, karena ombak lagi gede. Tapi terasa berat, dan dragnya dinaikkan sampai hampir max drag, tapi baru kira-kira 20 m, putusss lagi!! Ternyata putusnya sama dengan yang pertama, di mono rangkaiannya.
Gak lama, giliran mas Budi naikin Badong kuncir seukuran 5 jari, dilanjutin mas Doni dapat mujair laut lagi seukuran 5 jari. Di sekitar perahu pada kedalaman sekitar 4 meteran banyak ikan baronang ghede-ghede pada ngumpul, tapi karena peralatan baron nggak ada yang bawa, akhirnya diliatin aja.
Karena ombak mengocok perahu dan sepi sambutan, akhirnya kita pindah ke rumpon. Di sini, begitu turun, saya langsung strike ikan badong kuncir seukuran 5 jari. Dilanjutin mas Doni dapat ikan Kakap merah seukuran 7 jari. Teman-teman yang lain juga mulai pada narik.
Angin sudah reda, tetapi arus bawah sangat kencang, jadi baru beberapa tarikan, sudah sepi lagi. Akhirnya diputuskan pindah ke rumpon lainnya, cuma dapat 3 tarikan. Dan kita putuskan kembali pindah ke terumbu. Tetapi karena cuaca mendung dan angin dari utara mulai berhembus kencang, sehingga laut mulai berombak kembali, kita putuskan untuk mengakhiri trip hari itu.
Ini foto-foto yang sempat saya abadikan:
1. Mas Doni dengan Kakap merahnya
2. Saya dengan Badong Kuncir 5 jari
__________________
|