Bung Markus, Thank's informasinya.
Begitu ngebaca reportnya Bung Markus, darah mendidih jadinya, yang ngebom karang itu, lupa bahwa karang itu adalah hutang dari nelayan generasi sekarang kepada nelayan generasi berikutnya.
Tapi krn urusan perut jadi dia ngebom, sebenarnya kalau pemerintah daerah setempat dapat memberikan pengertian dan membantu nelayan tsb tidak akan separah itu, sampai ngebom segala, lama-2 dasar lautan Indonesia jadi lapangan bola, atau bisa menjadi lapangan terbang kapal terbang bawah laut paling besar sedunia.
Saya menyarankan, FORMASI atau FF membuat seminar (1 hari aja, Sabtu atau minggu), tentang kerusakan terumbu karang di Indonesia dan tata cara pencegahannya, tdk perlu mahal-2, yg penting ngerti dan dapet bukti kita ikut (sertifikat), shg kita kalau ngeliat sertifikat, makin sayang sama lautan Indoesia (punya tanggung jawab untuk melestarikan terumbu karang dan jenis ikan billfish).
Salam,
Afif
|