Yang umum dibuat untuk lapak baronang di beberapa lokasi diatas antara lain potongan tambang kapal, tumpukan ban, kayu2 balok, biji2an dalam karung besar (jagung, kedelai, kacang tanah dll). Cara ini pernah dipraktekkan oleh team BFC (Baronang Fishing Club) Priok beberapa tahun lalu di baterean lampu merah Kresek.
Dari informasi para sesepuh BFC Priok yang masih hidup dan berumur panjang hingga saat ini (Tom, Bewok, Nurdin, Yono MJO dll), rumpon tersebut sangat efektif dan sempat menjadi lapak favorit tempat menimba ikan cukup lama sebelum di"rusak" oleh nelayan bubu yang memasang perangkap ikan serta "hilang" sedikit demi sedikit akibat sering tersangkut pancing garong yang ditarik paksa.
Jakarta, Oktober 2007
Ichangasin
RAFAC
Salam ndobos bin kibal kibul
,[/quote]
ya dulu ane,bewok (kakak ipar),yono chitos,dll sering bikin rumpon buatan alakadarnya dari tambang bekas sandar kapal,pohon pinang,kaleng2 cat,karungan bungkil (ampas kedele) yg tercebur saat bongkar muat kapal,ban bekas,dll yg biasanya kita temukan mengambang saat mancing, sedikit2 di ikat di satuin dan di bandulin batu di satu spot (batu gendul,bentuknya spt orang hamil), selang beberapa minggu kemudian di spot tsb sangat banyak baronangnya...hampir di bilang kl ngegarong ga pernah kosong....ini berlangsung beberapa bulan....dan menjadi spot paling favorit...paling sering di singgahi garongers....karena lokasi nya open...ga mungkin terjaga kerahasiaanya...
mungkin karena minimnya pengetahuan new garongers yng kurang memahami rumpon buatan ini....yg kebetulan mancing di spot ini...kadang mereka tidak menurunkan kembali (mencemplungkan) spt tambang,kaleng cat,karung yg tersangkut garong....
selain itu karena di makan usia rumpon buatan ini habis terkorosi air laut,tersangut garong....
sebenarnya kita udah berusaha maintance dengan menambahkan benda2 rumpon spt yg di sebutkan di atas....tp karena kesadaran pemancing yg masih kurang...maunya tinggal mancing doang....akhirnya ga pernah lg tuh di maintance...malas...cape2 kerja...orang lain yg nikmatin...skrg spot tsb kayak kuburan....ga ada penghuninya....
selain itu musuh utama lainya adalah nelayan bubu....kadang mereka mengintip/menandai spot2 potensial saat kita panen baron...
kemudian mereka menurunkan banyak bubu (jebakan ikan dari keramba bambu) saat hari kerja dimana ga ada pemancing.....di kuras habis...
sekarang ini mereka bahkan sering kepergok memasang/mengambil bubu di spot potensial...saat hari libur kerja sabtu-minggu...pusing deh....


tapi kita ga bisa nyalahin mereka (nelayan bubu),mereka melakukan hal tsb untuk menafkahi keluarga mereka, sedangkan kita hanya sekedar hobi...
kl ada rencana pembuatan rumpon buatan lg ane dukung deh...tapi kayaknya harus siap2 berlapang dada alias sakit hati...
