Mohon maaf, karena aku pemula yang baru aja kenal teknologi bernama popper (dan jig juga), jadi aku kurang tau cara penggunaannya. Sebelum-sebelumnya mancing dasaran dan pelampung melulu yang tidak jauh-jauh dari penggunaan umpang cacing, jangkrik, pelet ataupun lumut.
Setelah ikut fishyforum, baru deh mengenal namanya umpan buatan atau lure . Aku pikir, selain awet (karena ga perlu ganti umpan seperti umpan hidup yang habis dimakan ikan) juga lumayan bisa mengurangi dosa akan kesadisan terhadap umpan-umpan hidup hehe.
Nah pertanyaan aku, bilamana menggunakan popper, apakah penggunakan pemberat (timah, busi bekas, batu dll...) diperlukan? Karena berdasarkan pengalaman aku, kalau tidak memakai pemberat, lemparnya tidak bisa jauh karena terlalu ringan. Apakah hal ini dikarenakan cara lempar saya yang salah, atau memang tidak perlu jauh-jauh melemparnya (istilahnya casting ya?)?
Apakah menggunakan pelampung juga kalau mau popping? Apakah hanya ikat di tali lalu lempar saja (tentunya juga ditarik2 dgn teknik tertentu yang akan aku pelajari juga)?
Salam kenal mas Bram, saya kebetulan member baru juga di FF, banyak kok info tentang popper/minow/lure di forum ini bila mas bram rajin menggunakan fasilitas searching.
Apalagi asal mas dari Jogja, wah banyak suhu tuh disono... mulai dari suhu teknik Pasiran, Karangan, Baronangan, dll. ( Menurut Pak Ifanwibowo di semarang terkenal dengan teknik Pavingan gitu... atau mungkin beliaunya malah jagoan pavingan ya? wakakak... eh sabar yo pak ifan... aku durung pengen mlebu suara merdeka lho he he )
Berikut sekedar gambaran awal dari apa yang dinamakan sebagai 'umpan mainan', suhu2 mohon dikoreksi kalo salah ya:
1. Minnow,berbentuk seperti ikan, mempunyai lidah di bagian mulutnya, berenang meliuk-liuk
contoh merk: Rapala, Maglure
bahan: kayu, plastik
penggunaan: untuk casting, trolling
target ikan laut: kakap, kerapu, jenaha, dll
target ikan kolam: bawal, bandeng, tawes, dll
2. Popper, berbentuk seperti ikan yang bermulut lebar dan cekung
bahan: kayu, fiber
penggunaan: untuk popping dengan cara disentak-sentakkan di permukaan air sehingga menyerupai ikan yang sedang berenang/sekarat dan menarik perhatian ikan predator
target ikan laut: GT/kuwe, barracuda, talang, tengiri, dll
target ikan kolam: bawal (rakus sih he he)
3. Lure, berbentuk seperti cumi cumi, dengan rumbai-rumbai menyerupai kaki cumi
contoh merk: konahead
bahan: plastik, resin
penggunaan: untuk trolling
target ikan: tuna,
4. Jig.... penasaran? search sendiri aja deh he he
Teknik menarik, melempar? Cara popping, casting, kecepatan retrieve? banyak dibahas di forum kok mas...
@moedjadoel
mungkin yang bapak jelaskan lebih cenderung ke minnow yang ukurannya lebih kecil,sedangkan untuk popper yang digunakan untuk popping lebih besar dan ada macem2 ukurannya,tergantung dari target yang dituju...popper juga memiliki bentuk yang berbeda,tergantung dari kondisi angin dan arus air ,sedangkan jig terbuat dari timah padat yang bentuk dan ukurannya juga macem2...cara penggunaannya sudah banyak dibahas di ff ini kok....cmiiw...
@moedjadoel : hai lagi mas,
gini aja dech mas, tar jam 4 tan sore njenengan bawa alat2 nya, kita ketemuan di kolam kadisoka aja, tar kita blajar bareng2 aja biar saling sharing ma temen2 yg lain,
kalo teori aja tanpa praktek capek bayanginnya hehehee.....
so, mending gabung ma kita2 aja mas. ocre.
jgn lupa saya tgg sms nya.
@Oom Wisnu "emwe": Salam kenal juga om Wisnu, wah lengkap sekali informasinya..jadi semakin menambah wawasan nih. Teknik pavingan? duh teknik macam apa pula itu (tenang...langsung searh di FF ini kok, jadi tidak perlu bersusah payah menerangkan hehe). Anyway, terimakasih berat oom atas infonya.
@Oom Sonny "ason": Trims juga untuk tambahan infonya.
@Oom Andrie "innoth": Wah, berarti kalo rod semakin lentur itu semakin bagus yah?
@Oom Agus "kenzo": SIAAAAPPPPPP!!!!!
Hmmm...setelah baca2 forum ini, ada hipotesa yang bisa saya telorkan, yakni untuk umpan buatan terutama yang mengambang jangan menggunakan timah pemberat karena akan tenggelam (jadi namanya bukan umpan buatan yang mengambang lagi). Sementara untuk umpang buatan yang versi tenggelam juga sebaiknya tidak menggunakan pelampung, karena keefektifannya berkurang. )
Kurang lebih itu kesimpulan yang bisa saya ambil...bagaimana, ada masukan lagikah bagi kesimpulan yang saya ambil?
@moedjadoel : sip ntar saya tgg di sono mas..
ni temen2 pada mau kumpul juga kok, so di jamin tar bisa saling blajar dgn cepet hehehee
and intinya kita saling kenal, tambal temen, and makin solid untuk pemancing jogja.
untuk main di kolam, kita ga pernah gunain plampung/timbel tuk casting,
tapi ada saatnya kita gunain plampung/timbel juga untuk casting kok mas.
semua tergantung lokasi juga.
misal di alam liar... trus kita gunain lure yg buat fly yg suuuupppperrr ringan, hehehe di jamin ga bisa lempar jauh, paling juga 2 meter uda POL. so kita butuh juga pelampung transparan yg dalamnya bisa di isi aer,,, agar kita bisa melempar jauh ( mas sony aka hampala juga pernah gunain trik ini buat nangkep hampala).
di karenakan mencari pelampung transparan yg bisa di isi air adalah susah ( saya sendiri nyari2 sampe skrg blum ketemu yg njual), maka kadang bisa kita gunain juga timbel/pemberat agar lemparan kita bisa jauh,
maka kesimpulan nya :
-liat kondisi spot.
-lihat lure yg kita bawa/punyai.
maka jika kondisi spot cuma kecil and lure kita bisa menyapu daerah spot yg di yakini banyak ikane nah tuh timbel/pelampung jgn di keluarin,
dan jika kita main di tempat yg luaaaasss,,, and kita ga bisa mendekat ke spot itu, sooo kita bisa gunain kedua alat tersebut untuk bantuan melempar lure kita yg imut/ringan, tapi jika anda punya lure yg lebih gede/lebih berat maka anda bisa juga gunain lure tersebut tanpa bantuan kedua barang itu tadi.
smuga bisa ngebantu infonya om.
tentang peralatan :
yap,, gunain joran yg lebih lentur, misal pake yg 12lbs atau 10lbs di pandu mono 0.12 3lbs buat ngajar bawal 1kg rasanya maknyus... hehehehe....
tapi ga smua yg lentur juga enak mas,,, ROD adalah privacy,
saya bilang rod ini enak, maka belum tentu rod tersebut nyaman juga di gunakan oleh orang lain.
jika cuma nyari fun, maka gunakan ligh tackles, maka kenikmatan akan andai capai sepenuhnya,
namun jika main di alam liar and di samber ama yg gede2,, hehehe nangis2 juga om,
tuh saya gunain senar/mono 0.12 buat casting di dermaga glagah putus juga bersama minnow nya di gondol ikan sana
kalo cuma casting di kolam, gunakan PE0.8 10lbs atau PE1 16lbs uda lebih dr cukup buat mbetot ikan 4kg up.
namun jika ingin bisa di segala medan and ga mau beli dobel2, maka lebih nyaman gunakan ukuran PE / braided ukuran 16lbs-20lbs
semakin tipis benang kita, maka lemparan kita pun bisa semakin jauh.
Mohon maaf, karena aku pemula yang baru aja kenal teknologi bernama popper (dan jig juga), jadi aku kurang tau cara penggunaannya. Sebelum-sebelumnya mancing dasaran dan pelampung melulu yang tidak jauh-jauh dari penggunaan umpang cacing, jangkrik, pelet ataupun lumut.
Setelah ikut fishyforum, baru deh mengenal namanya umpan buatan atau lure . Aku pikir, selain awet (karena ga perlu ganti umpan seperti umpan hidup yang habis dimakan ikan) juga lumayan bisa mengurangi dosa akan kesadisan terhadap umpan-umpan hidup hehe.
Nah pertanyaan aku, bilamana menggunakan popper, apakah penggunakan pemberat (timah, busi bekas, batu dll...) diperlukan? Karena berdasarkan pengalaman aku, kalau tidak memakai pemberat, lemparnya tidak bisa jauh karena terlalu ringan. Apakah hal ini dikarenakan cara lempar saya yang salah, atau memang tidak perlu jauh-jauh melemparnya (istilahnya casting ya?)?
Apakah menggunakan pelampung juga kalau mau popping? Apakah hanya ikat di tali lalu lempar saja (tentunya juga ditarik2 dgn teknik tertentu yang akan aku pelajari juga)?
Mohon pencerahannya...terima kasih.
Apakabar pak,menurut saya,jika anda berpendapat bahwa poper dapat ditambahkan pemberat adalah tidak dibenarkan karena dari setiap bentuk poper telah ada beratnya tergantung dari kapasitas seting dari peranti
casting anda,misal pada joran anda tertera weight lure 10-20gr,berarti anda dapat menggunakan lure(poper) dengan range berat mulai 10-20gr,anda akan mendapatkan hasil yg maksimal saat melakukan lemaparan maupun action dari si poper,panjang joran juga menentukan jauh dekatnya lemparan,biasanya buat casting dikolam dapat menggunakan 5.5ft-6ft saya rasa cukup,sedangakan kalo buat dialam 6-9ft tergantung dari kapasitas spot yg kita inginkan,juga penambahan timah atau dll akan mengurangi action dan fungsi dari poper itu sendiri,saya sarankan coba anda belajar lebih lagi dengan tutunan rekan ff jogja,dengan banyak melakukan pendekatan pada senior anda!
tuh biang racun sudah bersedia turunkan 1 drum potas ke anda tuh. tunggu aja jam 4 iyoooo kadisoka ojo lali mas,,,,, racun lagi keracunan lagi deh.....
Iya..kemarin dapet ilmu2 baru setelah ikut mancing di Kadisoka (baru tau dsana boleh dilepas kembali ikannya, dulu pasti dibeli). Terima kasih semuanya, dan semoga terus membimbing kita2 yg masih hijau di dunia fisherman hehe
tuh biang racun sudah bersedia turunkan 1 drum potas ke anda tuh. tunggu aja jam 4 iyoooo kadisoka ojo lali mas,,,,, racun lagi keracunan lagi deh.....
Betul bro wil....,biang racun lagi mau racunin orang,hati2 mas, nanti kena sakaw nya om kenzo ( kompor ).....hahahahaha....kabuuuuuurrrrrr......
__________________
I Love Fishinnnnng.....Forever Fishinnnnng.....
Ya pakai joran yang casting weightnya lebih kecil pak.
Satu hal yang kurang disadari rekan-rekan yang baru menggeluti lure fishing, dalam lure fishing peran joran sangat penting. Saya selalu berteriak-teriak disini, faktor terpenting dari lure fishing setelah pemancingnya sendiri adalah joran anda. Joran yang baik memungkinkan anda melempar lebih jauh, tidak melelahkan, memainkan lure dengan baik, dan fight dengan lebih effektif. Jadi berbeda dengan bait fishing dimana joran hanya perlu sensitivitas dan power untuk fight.
Joran adalah kepanjangan tangan anda. Agar lemparan anda bisa jauh dan action umpan anda optimal anda harus menggunakan joran yang sesuai.
__________________ adrianus
What does not kill me, makes me stronger - Friedrich Nietzsche (1844-1900)
Ya pakai joran yang casting weightnya lebih kecil pak.
Satu hal yang kurang disadari rekan-rekan yang baru menggeluti lure fishing, dalam lure fishing peran joran sangat penting. Saya selalu berteriak-teriak disini, faktor terpenting dari lure fishing setelah pemancingnya sendiri adalah joran anda. Joran yang baik memungkinkan anda melempar lebih jauh, tidak melelahkan, memainkan lure dengan baik, dan fight dengan lebih effektif. Jadi berbeda dengan bait fishing dimana joran hanya perlu sensitivitas dan power untuk fight.
Joran adalah kepanjangan tangan anda. Agar lemparan anda bisa jauh dan action umpan anda optimal anda harus menggunakan joran yang sesuai.
Berpikirlah seperti golfer , punya " driver " , bermacam " irons " dan " putter " untuk hasil terbaik dalam menyelesaikan 18 holes .
Begitu juga casting , rod untuk 60 ~ 100 gr. popper , rod untuk 100 ~ 150 gr. popper n rod untuk stickbait .
Kalau jigging , rod untuk jig up to 250 gr. , rod untuk up to 750 gr. dan seterusnya .