Mamair berasal dari bahasa Banjar ( suku mayoritas di Kal-sel ), yg artinya diseret atau menyeret, maksudnya tekhnik memancing dgn cara melemparkan umpan ke arah target pancingan kemudian umpan diseret atau lebih tepatnya umpan dimainkan menyerupai gerakan kodok yang sedang ketakutan atau sedang melompat diatas air. Tekhnik mamair ini begitu populer sekali di Kal-sel, jauh sebelum orang mengenal tekhnik mancing modern, jadi umur tekhnik ini sudah ratusan tahun, dan karena tidak memerlukan biaya yang besar sehingga bisa begitu merakyat, mulai pemancing kelas pejabat, pengusaha sampai penganguran dapat melakukannya.
Kelebihan dari mamair adalah kita dapat memancing haruan/gabus dispot yang banyak tertutup oleh tanaman, seperti padi, ganggang, atau rumput rawa serta pepohonan yang mana lokasinya hampir tidak ada celah sama sekali, sehingga kalo kita menggunakan tackle modern serta tekhnik casting modern saya jamin deh bakalan boncos dan nyangkut, apalagi kalo spotnya disawah bakalan dimaki-maki deh sama yang punya sawah soalnya tanaman padinya pada ketarik bahkan tercabut karena hook yang nyangkut.
Target mamair : Haruan/toman atau Toman
Line : Gunakan line yang berdiameter kecil utk memudahkan kita saat casting
tapi dengan lbs yang gede sehingga kalo nyangkut diranting pepohon-
an kita tarik rantingnya yang patah, sayangkan kalo sampai putus.
Joran: Type tegeg : - Tegeg dari fiber, lebih praktis kalo pergi jauh, tapi -
memiliki kelemahan terlalu lentur sehingga sering mo -
cel, dan kalo dihajar gabus gede bisa pecah bahkan
patah.
Tegeg bambu : - Lebih kuat dari fiber, tapi memiliki kelemahan kalo
ngtripnya jauh apalagi naik motor ribet bawanya.
Panjang tegeg : Tergantung hot spot.
-Kalo spotnya ditempat terbuka, maksudnya tidak banyak pe-
pohonan seperti di sawah, atau danau, pakailah tegeg de -
ngan yang ideal 7, 8 atau 9 meter supaya saat casting bisa
melempar jauh ketengah, sebab gabus yang ukuran big size
up 1 kg lebih suka ditengah.
-Untuk hot spot yang banyak pepohonan seperti di hutan-hu
tan rawa lebih baik pake tegeg yang memiliki panjang 5 atau
6 meter, untuk menghindari tersangkut pepohonan. Begitu ju
ga kalo kita mamair malam biasanya lebih sering strike ukuran
big size tdk perlu joran yang panjang soalnya kita tdk dapat
melihat umpan yang kita cast, jadi mamair malam lebih
banyak mengandalkan feeling saat cast dan rettrieve, bagi yg
belum lihai pasti lebih banyak umpannya nyangkut dan di jamin
boncos, gimana mau strike umpannya ga sampai air hehehe

Umpan : -Kodok sawah.
Dalam tekhnik mamair ini tidak ada yang namanya tarik ulur, jadi begitu strike, langsung kita gentak dengan kuat, sensasinya mamair itu adalah saat umpan kodok disambar, wah suaranya heboh yaah hampir seperti kalo kita popping strike gt anakan 1kg. Haruan memiliki tulang kepala yang keras, kalo gentakannya kurang kuat bisa mocel karena tdk hook up dgn sempurna sehingga begitu terangkat gabusnya mocel. Hook sangat diperlukan yang tajam. Pemilihan hook yang tepat juga berpengaruh, hook yang baik dan tajam, saat hook up akan selalu mengenai dan menembus pipi sehingga ikan juga tdk cepat mati dan dapat dipelihara, tapi kalo hook yang jelek akan menembus kepala sehingga gabus cepat mati. Juga sangat diperlukan sekali tegeg yang kuat, sehingga saat kita gentak tidak akan pecah atau patah.
Waktu yang tepat untuk mamair :
1. Pagi, saat matahari baru terbit.
2. Sore,sekitar jam 15.00 sampai menjelang maghrib.
3. Saat malam hari ada hujan, pagi harinya adalah saat yang tepat.
4.Mamair malam hari adalah saat tidak ada bulan.
Catatan :- Saat rettrieve harus benar-benar menyerupai gerakan alami
seekor kodok, tetapi tidak boleh terlalu cepat.
- Dan saat rettrieve yang di gerakkan adalah ujung jorannya (vibra-
tor), jadi bukan jorannya yg ditarik.
"Selamat mencoba fishy wild dengan tekhnik mamair"
Wassalam,